Tentang Dunia Maya

Tentang Dunia Maya - Beberapa tahun lalu, sebelum mengenal Miyabi, Abece pernah bekerja sebagai operator warnet selama 2 tahun dan selama itu juga Abece tidak pernah pulang kampung.

Ketika musim liburan anak sekolah tiba, Abece memutuskan meminta izin atasannya untuk pulang kampung, sekaligus untuk melepas rindu kepada ibunya.

Dengan menumpang bus antar kota, Abece berangkat menuju kampung. Tidak lupa Abece membawa oleh-oleh roti bohong dan martabak setengah telor untuk sang ibu tercinta.

Peluk tangis penuh kerinduan tertumpah saat Abece bertemu dengan ibunya.

Ibu Abece : "Anakku yang ganteng... Mengapa setelah 2 tahun, kamu baru pulang menjenguk ibumu? Untung saja ibumu ini masih ada, kalau sudah meninggal, apa kamu tidak menyesal?"

Abece : "Bukan begitu bu... Saya kan harus rajin bekerja untuk mendapatkan uang banyak. Toh nantinya uang yang terkumpul buat membangun rumah yang lebih besar buat ibu..."

Ibu Abece : "Sungguh mulia sekali hatimu nak... Beruntung sekali saya memiliki anak yang berbakti seperti dirimu. Ngomong-ngomong sebenarnya pekerjaan kamu apa sich?"

Abece : "Saya bekerja di dumay, dunia maya bu..."

Ibu Abece : "Ohhh kamu kerja di Dumai dekat Pekanbaru Riau yah. Tapi kok sama Maya? Apakah dia itu pacar kamu?"

Abece : "Bukan bu..."

Ibu Abece : "Waduh.... Kamu tidak boleh macam-macam sama Maya, dia itu bukan isterimu. Jangan dekat-dekat sama Maya. Ntar kalau dia hamil, kan berbahaya..."

Abece : "Maya itu bukan perempuan bu..."

Ibu Abece : "Apaaaa? Omaigot... Jadi kamu pacaran bukan sama perempuan? Sama laki-laki?"

Abece : "Maya itu bukan perempuan atau laki-laki..."

Ibu Abece semakin terkejut dan marah. Sebuah pukulan dengan menggunakan raket pembunuh nyamuk menerpa kepala pitak Abece...

Ibu Abece : "Anakkuuuu... Bertobatlah.... Mengapa kamu berubah menjadi penyuka waria? Sejak kapan kamu bertingkah laku seperti ini? Oh Tuhan... Maafkan atas kesalahan anakku.."

Abece : "Ibu jangan salah sangka. Maya itu bukan perempuan, bukan laki-laki, bukan waria dan juga bukan manusia..."

Ibu Abece langsung berteriak histeris : "Anakku yang malang, mengapa engkau berubah menjadi begitu sesat? Kok bisa-bisanya kamu kerja sama jin atau tuyul?"

Abece : "Bukan gitu bu..."

Ibu Abece : "Pokoknya kamu tidak boleh kembali ke sana lagi... Oh Gusti, saya telah salah mendidik anakku... Maafkan atas kesalahan dan dosanya..."

Abece : "Alamakkkk..... Hancur maning.... Hancur mina.... Hancur... hancur... hatiku..."

Gubrakkk ...

(Salam Cekikik - Salam UFO) by Firman Bossini