Dimanakah Letak Surga Dan Neraka??

Dimanakah Letak Surga Dan Neraka - Seorang pendekar tersohor yang bernama Sinchan, sudah malang melintang di dunia persilatan dan hampir tidak pernah menemukan lawan tanding.

Dalam sebuah pertarungan terakhir, seorang lawannya pernah mengatakan : "Jika kamu hebat, pergilah ke neraka dan kamu akan menemukan lawan tanding yang setimpal. Jika berhasil menguasai nereka, maka kamu akan menjadi penghuni surga yang paling dihormati dan disegani..."

Merasa dirinya adalah pendekar tak terkalahkan, dan merasa jiwa kesatrianya mulai terusik, lantas Sinchan mulai mengartikan maksud perkataan lawannya.

Dalam hati, Sinchan mulai bertanya-tanya : "Saya belum pernah ke neraka atau ke surga. Dimanakah letak kedua tempat itu?"

Berhari-hari Sinchan menanyakan ke banyak orang, namun tiada seorangpun yang dapat memberikan jawaban memuaskan atas pertanyaannya.

Hingga suatu ketika, Sinchan bertemu dengan seorang guru spiritual yang sangat bijaksana.

Sinchan : "Guru, bolehkah saya tahu dimana letak surga dan neraka? Saya ingin mengunjunginya".

Sang Guru : "Mengapa engkau bertanya mengenai masalah ini? Apakah engkau hendak bertobat dan tidak ingin membunuh orang lagi?"

Sinchan : "Guru jangan berbelit-belit. Dapatkah Guru menunjukkan dimana letaknya? Saya ingin bertarung dengan para pendekar di sana... Jika Guru tidak tahu, langsung saja katakan tidak tahu..."

Sang Guru : "Engkau terlalu sombong dan jumawa... Engkau termasuk manusia bodoh dan berpikiran picik..."

Perkataan Sang Guru sangat tajam dan menghina harga dirinya. Selama ini, yang berani menghinanya, bakal menemui ajal dalam sekali tebasan pedang.

Sinchan : "Yang Mulia, Guru yang saya hormati. Jangan menghina diriku. Saya tidak akan segan-segan untuk melayangkan kilauan pedang ini ke tubuhmu..."

Sang Guru tertawa terbahak-bahak : "Hahaha... Pedang tumpul dan karatan ini hendak menebas tubuhku? Kamu tidak salah? Bahkan untuk memotong sebuah roti saja, pedang ini tidak akan mampu..."

Ejekan dan hinaan yang bertubi-tubi dari Sang Guru sudah melewati batas kesabarannya. Martabat dan harga dirinya tercabik-cabik oleh perkataan Sang Guru.

Sinchan : "Saya benar-benar marah Guru. Tidak ada lagi yang sanggup membendungku untuk menghabisi dirimu. Bersiap-siaplah menanti ajalmu..."

Sang Guru : "Anda memang manusia yang tidak berguna..."

Kemarahan Sinchan sampai ke puncak ubun-ubun kepalanya. Dia menghunuskan pedang dan mengarahkan pedang itu ke tubuh Sang Guru.

Sang Guru menatap mata Sinchan dengan sangat tajam, melebihi ketajaman kilauan pedang yang sedang dipegang Sinchan.

Kemudian Sang Guru berseru : "Itulah neraka...!!!"

Seruan keras Sang Guru sontak membuat Sinchan sangat terkejut. Rencana untuk menebas kepala Sang Guru menjadi buyar. Kata "neraka" yang didengarnya barusan, membuat Sinchan terdiam. Inilah tempat yang dicari-carinya selama ini.

Sinchan : "Baru saja Guru mengatakan neraka. Sebenarnya dimanakah letaknya?"

Sang Guru : "Neraka itu letaknya di hatimu, di pikiranmu dan di setiap tingkah lakumu... Di saat engkau marah dan tersinggung berlebihan hingga hendak menyakiti orang lain, itulah neraka di hatimu. Di saat engkau mulai berpikir untuk berbuat jahat, itulah neraka di pikiranmu. Di saat engkau mulai mengeluarkan hinaan, hujatan, fitnah dan melakukan perbuatan yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan, itulah neraka di setiap tingkah lakumu..."

Sang Guru menghela nafas panjang dan melihat perubahan mimik wajah Sinchan.

Beruntunglah, Sinchan memahami makna yang terkandung dalam setiap ucapan Sang Guru.

Sinchan : "Wahai Guruku yang maha bijaksana. Sungguh suatu keberuntungan bagi diriku bertemu dengan dirimu. Engkau mengajariku bukan tertuju ke isi kepala, melainkan mengajariku langsung ke lubuk hatiku yang terdalam. Bersediakah Guru menerimaku menjadi muridmu?"

Sang Guru tersenyum lega, beliau menganggukkan kepala...

Sinchan : "Satu lagi yang pertanyaan yang mengganjal. Dimanakah letak surga itu, Guru?"

Sang Guru : "Surga itu letaknya juga di hatimu, di pikiranmu dan di setiap tingkah lakumu. Di saat engkau mulai menyadari kekeliruan setiap perbuatanmu, mau bertobat serta berniat mendekatkan diri dan memohon ampun atas kesalahanmu, maka itulah letak surga..!!! Di saat engkau mengharamkan perbuatan yang melanggar ajaran agama dan bersedia membantu orang yang kesusahan, itulah letak surga yang kamu cari-cari selama ini..."

Sinchan langsung bersimpuh, berlutut di atas tanah dan bersujud kepada Sang Guru dengan linangan air mata mengalir di wajahnya. "Anda adalah Guru yang menakjubkan. Kebijaksanaanmu telah membuka mata hatiku tentang arti hidup dan kehidupan yang bahagia. Terima kasih Guruku...!!!"

Sobatku yang budiman...

Bertobatlah dan memohon ampun atas kesalahan yang telah diperbuat dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali. Itulah letak surga yang sesungguhnya.

Berbuatlah amal kebaikan kepada sesama sebanyak mungkin, jangan menghina atau mengfitnah, apalagi melakukan tindakan yang merugikan orang lain. Itulah letak surga yang sebenarnya.

Carilah kebahagiaan hidup yang sempurna dengan melaksanakan ajaran agama masing-masing secara tulus dan ikhlas. Itulah letak surga yang paling mulia.

Yakinlah itu....!!!

(Salam Pencerahan - Salam UFO) by Firman Bossini