Cerita Tentang Si Hoki dan Sisanu

Cerita Tentang Si Hoki dan Sisanu - Seorang pemuda ganteng, kaya dan terlihat alim bernama Sisanu berniat untuk mempersunting seorang gadis cantik nan rupawan.

Namun, ternyata gadis tersebut tidak tergiur sama sekali dengan keindahan raga dan kekayaan Sisanu. Dia lebih memilih seorang pemuda biasa, bernama Hoki namun memiliki akhlak yang baik, jujur dan bertanggungjawab.

Saat ini Hoki terpilih menjadi Ketua Pemuda Desa (KPD), menggantikan Joki yang pindah ke kota. Banyak yang menyebutnya sebagai manusia beruntung, persis sama dengan namanya Hoki.

Akhirnya, Sisanu mulai memanfaatkan pemuda di kampung untuk melakukan fitnah terhadap Hoki. Apa saja yang dilakukan Hoki akan selalu dianggap tidak baik oleh sebagian pemuda kampung yang sudah diracuni pikirannya oleh Sisanu.

Puncak fitnah terjadi menjelang 17-an. Sisanu dan gerombolannya menuduh Hoki melakukan tindakan korupsi atas pembelian meja pingpong. Harga yang dibeli oleh Hoki dianggap lebih mahal dari harga normal.

Hoki, pemuda jujur nan berani, memesan meja pingpong dengan kualitas super dan mengganti keempat roda meja dengan roda yang lebih besar dan bagus. Tujuannya agar meja pingpong ini dapat bertahan lama dan mudah digeser kesana kemari tanpa takut rodanya copot. Meja ini dibeli dengan harga 8 juta.

Sedangkan Sisanu menyodorkan kliping harga dari Toko Online yang disamarkan namanya, dengan harga cuma 5 juta rupiah. Padahal meja pingpong yang didapat adalah kualitas terendah, atau istilahnya barang KW.

Dengan modal selisih harga 3 juta rupiah, kelompok Sisanu, berusaha keras mempengaruhi penduduk kampung agar mengadili Hoki dan menurunkannya dari jabatan Ketua Pemuda Desa.

Untunglah "teman-teman Hoki" dari berbagai suku dan agama, yang mengetahui akal bulus Sisanu, melakukan aksi pembelaan atas fitnah keji tersebut. Mereka bersedia pasang badan atas kejahatan yang menimpa Hoki.

Akhirnya Kepala Desa turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini agar tidak yerjadi keributan yang lebih besar antar kedua pendukung. Hasil investigasi Kepala Desa tidak menunjukkan kesalahan Hoki.

Kepala Desa : "Tidak ditemukan niat jahat dan tindakan korupsi dalam pembelian meja pingpong. Untuk itu kasus ini saya anggap clear dan ditutup selamanya..."

Keputusan ini tentunya tidak membahagiakan bagi Sisanu. Lantas dia mulai lagi mempengaruhi penduduk kampung untuk menentang kepemimpinan Kepala Desa.

Di saat Sisanu sedang melakukan aksi provokasi, tiba-tiba datang sejumlah aparat kepolisian menangkap dirinya.

Ternyata selama ini, Sisanu adalah seorang penadah barang curian. Dari dalam rumahnya ditemukan berbagai barang curian yang belum sempat dijualnya. Termasuk sebuah mobil Jaguar yang berharga mahal.

Harta melimpah warisan dari orang tuanya, tidak mampu membendung keserakahan Sisanu. Hasil pemufakatan jahat bersama sang kakak, Opik akan mengantarkan mereka ke hotel ternyaman dan bebas biaya di muka bumi yaitu hotel prodeo.

Sobatku yang budiman...

Kejahatan tidak akan pernah mengalahkan kebaikan. Orang baik pasti akan mendapat perlindungan dan keselamatan dari teman dan Tuhan Sang Penguasa Alam Semesta.

(Salam Harmoni - Salam UFO) by Firman Bossini