Cerita Tentang Selembar Daun

Cerita Tentang Selembar Daun - Kita hidup di bumi yang begitu luas dan bumi itu sendiri adalah sebuah planet yang merupakan bagian kecil dari susunan tata surya. Lalu beberapa tata surya akan membentuk galaksi. Bimasakti, inilah nama galaksi yang saat ini dihuni oleh manusia

Dapat dibayangkan begitu luasnya alam semesta ini. Sungguh besar dan perkasanya tangan Sang Pencipta dalam mengkreasikan ciptaan-Nya.

Namun tahukah kita bahwa semua pemandangan menakjubkan ini akan dapat tertutupi oleh selembar daun. Ya, benar, hanya selembar daun saja.

Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi keindahan pemandangan bumi dan alam semesta yang begitu luas? Banyak orang tidak akan percaya... Mereka menganggap, untuk menutupi telapak tangan atau wajah manusia saja, selembar daun itu tidak mampu, konon pula untuk menutupi bumi ini?

Nah, apakah yang terjadi jika selembar daun itu diletakkan menempel persis di kedua mata kita? Gelap gulita. Kebutaan. Semua yang ada di seantero jagad dan seluruh pemandangan indah di muka bumi tidak akan lagi terlihat oleh kita, tertutupi hanya oleh selembar daun tersebut.

Analogi selembar daun di atas, dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari...

Selembar daun itu dianggap sebagai pikiran buruk dan kotor.

Bila diri kita ditutupi oleh pikiran buruk dan kotor sekecil apapun, maka yang akan terlihat oleh kita adalah keburukan di setiap langkah hidup kita. Seakan-akan kita hidup dalam situasi yang buruk dan tempat yang penuh dengan kekotoran.

Bahkan bumi, tempat kita berpijak dalam menjalani kehidupan ini akan tampak buruk dan kotor.

Saat ingin melihat keindahan dunia, janganlah menutup mata. Dunia akan terlihat gelap dan tidak memiliki warna lagi.

Saat kita ingin hidup dalam kebahagiaan penuh keceriaan, janganlah menutup diri kita dengan sebuah pikiran buruk, walau hanya sehelai rambut atau seujung kuku.

Pikiran buruk akan mengarahkan kita menjadi manusia picik. Memandang semua kebaikan orang lain sebagai suatu keburukan. Bagi orang yang diselimuti oleh kekotoran pikiran, maka apa yang dikerjakan orang lain adalah sebuah kesalahan.

Pikiran buruk akan membuat diri kita menjadi manusia pengkritik dan penghujat nomor satu di dunia.

Sifat negatif ini tidak akan abadi. Dia akan lekang oleh waktu dan akan binasa bersama hembusan angin kebenaran.

Cucilah mata dan hati kita setiap hari dengan bersyukur. Sebab dengan mensyukuri nikmat yang diperoleh akan membuat kita menjadi manusia dengan kepribadian yang baik, baik di mata sesama maupun baik di mata Tuhan.

Buanglah jauh-jauh pikiran buruk dan prasangka negatif yang menutupi mata dan hati kita.

Jauhilah pikiran buruk, prasangka negatif dan fitnah keji untuk memuliakan hidup kita, menuju kebahagiaan yang hakiki...

(Salam Kebahagiaan - Salam UFO) by Firman Bossini