Bentuk Rendang Torpedo

Bentuk Rendang Torpedo - Beberapa waktu yang lalu, Abece berkunjung ke Spanyol bersama sang pacar, Miyabi. Sebenarnya jatah tiket ke Spanyol adalah milik ayahnya Miyabi, seorang anggota dewan terhormat. Namun karena satu dan lain hal, maka ayah Miyabi tidak dapat berangkat.

Akhirnya Miyabi dan Abece yang memperoleh kesempatan berangkat ke negara penggila sepakbola dan matador banteng.

Sesampainya di kota Barcelona, mereka disuguhi oleh kesenian tarian daerah Spanyol dan atraksi perkelahian adu banteng, bukan atraksi matador banteng yang terkenal itu.

Perkelahian adu banteng ini diwasiti oleh manusia. Biasanya perkelahian ini akan berakhir dengan tewasnya salah satu banteng. Sungguh kejam dan tidak berperikemanusiaan, namun itu adalah tradisi yang telah berjalan turun temurun.

Di Barcelona mereka berdua masuk ke sebuah restoran khas Spanyol yang menyajikan rendang torpedo banteng, dengan bahan baku dari torpedo banteng yang tewas akibat pertarungan.

Abece : "Saya ini orang kaya dari Indonesia... Anda kenal saya? Kenal Indonesia?"

Pelayan menggelengkan kepalanya tanda tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Abece. Lalu pelayan ini memanggil temannya yang kebetulan berasal dari Medan, untuk melayani kebutuhan Abece dan Miyabi.

Pelayan : "Horas lae, di sini cuma ada torpedo banteng. Mau pesan berapa?"

Abece : "Hola Amigos, bukan horas lae... Emangnya kau lihat ada berapa orang? Kalo ada dua orang, ya cukup pesan dua saja..."

Pelayan : "Oke boss, ditunggu yah..."

Tidak berapa lama, muncullah menu hidangan torpedo banteng yang cukup besar, menandakan banteng yang tewas berbadan gede dan tambun.

Setelah mencicipi hidangan unik ini, Abece berkata kepada pelayan : "Wah...sedap sekali... Saya pesan dua porsi lagi untuk besok yah..."

Keesokan harinya, Abece dan Miyabi kembali mengunjungi restoran tersebut. Saking lezatnya, hingga tiga hari berturut-turut mereka menikmati makanan rendang torpedo banteng.

Namun pada hari keempat, ternyata ukuran torpedo sangat kecil. Namun baik Abece dan Miyabi mengabaikan ukuran porsi yang kecil, dengan terus menyantapnya hingga habis, dan berharap bisa "tambah lagi".

Abece : "Pelayan... Kok hari ini torpedonya mantap kali... Saya mau pesan dua porsi lagi. Soalnya yang tadi, torpedonya kecil sekali. Kentang (kena tanggung) nih lidah ini..."

Pelayan : "Maaf bang, yang tadi itu adalah sisa torpedo yang terakhir hari ini... Besok datang kembali bang..."

Abece : "Bah, kok habis pula nih... Terus saya mau tanya, kenapa torpedo hari ini kecil sekali? Atau barangkali banteng yang baru lahir sudah kalian adu... Sungguh tidak berperikemanusiaan..."

Pelayan : "Bukan begitu bang, pertarungan yang terakhir tadi bukan bantengnya yang mati..."

Abece : "Lah, terus...?"

Pelayan : "Kedua wasit manusia yang tewas dihajar banteng yang bertarung...."

Abece ; "Hoeeekkkkk.... Hoekkkk... Alamakkk... Kurang ajar kali... Kok gak kau bilang dari tadi... Masak punya orang kulahap juga. Emangnya aku ini Sumanto, pemakan daging manusia...?"

Gubrakkk...

(Salam Cekikik - Salam UFO) by Firman Bossini