Bagaimana Belajar Untuk Mencukupkan Diri

Bagaimana Belajar Untuk Mencukupkan Diri - "Apabila engkau memiliki coklat, janganlah engkau mamakannya terlalu kenyang hingga berlebihan, karena rasa coklat yang manis akan berubah menjadi rasa mual yang menyiksa"

Suatu ketika, seorang pemuda bernama Uvewe dijamu oleh temannya, Opekiu di sebuah restoran mahal yang terkenal dengan menu udang lobster yang lezat. Mulai dari lobster rebus, lobster saus padang, lobster asam manis, lobster merica hitam hingga lobster telur asin.

Opekiu memesan masing-masing satu porsi udang lobster untuk disantap berdua bersama Uvewe.

Opekiu menyodorkan satu porsi lobster rebus ke hadapan Uvewe dan segera dilahap oleh Uvewe dengan sangat cepat. Kemudian porsi kedua lobster saus padang kembali disodorkan ke hadapan Uvewe dan lagi-lagi disantapnya dalam waktu kurang dari 5 menit.

Melihat temannya Uvewe makan dengan begitu lahapnya, Opekiu kembali memberikan seporsi lobster asam manis. Walau sudah merasa lumayan kenyang, namun karena lezatnya lobster, membuat Uvewe tidak tahan untuk menghabiskan seporsi lobster tersebut. Selanjutnya seporsi udang lobster merica hitam.

Saat ini Uvewe benar-benar merasa kenyang. Semua isi perut berisi lobster yang begitu lezat dan perutnya menjadi sangat keras.

Opekiu kembali menyodorkan porsi terakhir, lobster telur asin. Kali ini Uvewe sedikit ogah dan mulai merasa "nek" melihat lobster yang terpampang di hadapannya. Namun rasa lezat lobster mengalahkan rasa kenyang dari dirinya.

Dengan susah payah, Uvewe mencoba memakan lobster porsi terakhir. Cara melahapnya tidak lagi seperti pertama kali melahap lobster. Gerakannya menjadi sangat lambat. Lobster yang mahal dan sangat enak itu, mulai dirasa tidak lagi menjadi makanan yang lezat.

Namun, Uvewe terus memaksakan diri hingga akhirnya dia merasa mual. Dan tidak berapa lama kemudian, Uvewe memuntahkan semua lobster yang telah masuk ke dalam perutnya.

Sobatku yang budiman...

Sesuatu yang berlebihan pastilah tidak baik untuk dilakukan, baik itu mengenai makanan maupun perilaku.

Tingkah laku yang terlalu berlebihan akan dipandang buruk oleh orang lain dan mereka akan menyebutnya sebagai manusia lebay.

Makanan yang paling lezat sekalipun tidak akan dirasa nikmat lagi jika kita sudah merasa kenyang. Perut manusia memiliki daya tampung yang sangat terbatas. Rasa nikmat itu akan berubah menjadi rasa mual yang menyiksa jika kita masih memaksakan diri untuk menyantapnya.

Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang...

Pikiran kita lah yang mengontrol rasa puas dalam diri ini. Seringkali pikiran manusia tidak akan pernah merasa puas dan cukup akan sesuatu yang telah dimiliki.

Harta yang cukup dan berlimpah dianggap masih kurang karena gemar membandingkannya dengan harta orang lain.

Kerakusan dan ketamakan yang berlebihan dan tidak terkontrol seringkali malah akan menjerumuskan umat manusia ke jurang penderitaan. Bahkan, justru membuatnya tidak dapat lagi menikmati apa yang sudah dimiliki.

Marilah kita belajar untuk mencukupkan diri dalam segala hal. Bersyukurlah atas semua yang telah diberikan-Nya. Nikmatilah semua yang ada dengan perasaan sukacita.

Niscaya, hidup kita akan selalu diliputi oleh awan kebahagiaan..

Percayalah...

(Salam Kebahagiaan - Salam UFO) by Firman Bossini