Tentang Hair Dryer

Tentang Hair Dryer - Abece dan Miyabi sudah menjalani kehidupan pacaran yang cukup lama.

Namun seiring dengan waktu, mereka sering berselisih paham, terutama masalah kecemburuan.

Miyabi, gadis muda yang manis, sering sekali merasa cemburu dengan Abece. Hal ini disebabkan Abece jarang sekali ada di rumah dan lebih senang keluyuran di luar rumah.

Hal ini diperkuat dengan kata orang-orang tua yang melihat Abece memiliki tanda lahir, lima buah tahi lalat di kedua kakinya, yang menandakan Abece adalah orang yang suka berpergian keluar rumah.

Suatu saat, Miyabi hendak mengecek keberadaan Abece di rumah dan menelepon Sang pacar.

Miyabi : "Sayangku... Kamu ada dimana...?"

Abece : "Saya ada di rumah, yang..."

Miyabi : "Ahhh... Yang benar? Apa buktinya...?"

Abece : "Nih saya hidupkan hair dryer, biar kamu dapat mendengar suara anginnya yang menderu-deru..."

Dari ujung telepon, Miyabi memang mendengar suara "Sssuuuerrr.... sssuuueeerrrr... sssuuuerrrr..."

Miyabi : "Oke dech sayang, sekarang saya sudah percaya... I Love You... Bye...bye..."

Hari berikutnya Miyabi masih mencoba mengetes keberadaan Abece dengan meneleponnya di sore hari, waktu yang biasanya digunakan Abece untuk nongkrong di warung Pak Sadong.

Miyabi : "Pacarku yang ganteng kayak Brad Pitt, lagi dimana?"

Abece : "Tentunya ada di rumah dong sayang. Saya khan paling baik, paling suka mendengar nasehat pacarku agar tidak keluyuran..."

Miyabi : "Beneran nih sayang? Coba hidupin hair dryer lagi...."

Abece : "Okay, bentar yah... Saya ambil di kamar ibuku. Tadi lagi dipakai beliau sehabis mandi..."

Tidak berapa lama Abece pun menyalakan hair dryer dan terdengar suara angin menderu-deru... "Sssuuueeerrr... Sssuuueeerrr... Sssuuueeerrr..."

Abece : "Percayakan saya ada di rumah sayangku, cintaku yang pencemburu..."

Miyabi : "Iya dech sayangku... I need You... Muachhh... Daaa...daaa...."

Kejadian ini terus berulang hingga seminggu kemudian. Antara percaya atau tidak, akhirnya Miyabi memutuskan untuk mengecek langsung ke rumah Abece.

Sesampainya di rumah Abece, sayup-sayup terdengar omelan dari ibunya Abece : "Anak sialan... Kemana sich anak badungku? Masak setiap hari dia meminjam hair dryer untuk dibawa ke warung Pak Sadong..? Awas kalau dia pulang, tak jitak kepalanya yang peyang..."

Miyabi : "Owalah... Pantesan saja... Kupikir dia betah sekali ada di rumah. Akan kusamperin dia di warung Pak Sadong.

Miyabi berpura-pura menelepon Abece dan menyuruh Abece menghidupkan hair dryer.

Saat tiba di warung Pak Sadong, terlihat Abece sedang bermain catur, sambil merokok, dengan tangan sebelah sedang memegang hair dryer yang sedang menyala.

Miyabi menghardik : "Woiii, dasar pembohong... Kupikir kamu ada di rumah, tak tahunya sedang bersenang-senang di sini..."

"Plok... Plokk... Plokkk..."

Abece mengaduh : "Wakwauuu... Kepalakuuuu...."

Gubrakkk...

(Salam Cekikik - Salam UFO) by Firman Bossini