Saya Ikutan Donk

Saya Ikutan Donk - Abece dan Miyabi pergi menonton layar tancap di kampung sebelah yang menghadirkan band papan atas ibukota, diantaranya : Golokpatih, Keungu-unguan, Gigi Taring, Stasiun 12, Cherry Fruit, Armada Taxi, Kangen Pacar, Kuburan Band, dan banyak lagi yang lainnya.

Akibatnya mereka kemalaman pulang ke rumah. Saat hendak meninggalkan rumah Miyabi, setelah mengantarnya pulang, Ibu Miyabi menahan Abece untuk pulang karena takut calon menantunya dirampok di tengah jalan.

Sebenarnya Ayah Miyabi tidak setuju, karena Abece berulangkali berbuat ulah yang sangat memalukan dirinya.

Namun karena bujukan sang isteri dan puteri tunggalnya, ayah Miyabi tidak dapat menolak permintaan tersebut. Alhasil, Abece jadi menginap di rumah Miyabi. Untuk baju tidur, Abece mendapat pinjaman piyama milik ayah Miyabi yang kedodoran untuk ukuran badan Abece yang kurus ceking.

Saat sedang menonton acara Bukan Empat Mata, dengan host Tukul Arwana, tiba-tiba listrik padam. Keadaan menjadi gelap gulita. Genset juga sedang tidak berfungsi.

Awal masalah mulai terjadi...

Miyabi takut dengan kegelapan. Demikian juga dengan Abece. Keduanya sangat kompak dalam hal ketakutan terhadap gelap.

Miyabi : "Pak, Bu... saya takut gelap. Bolehkah saya tidur bersama kalian?"

Abece : "Saya juga yah..."

Ayah Miyabi : "Kalau Miyabi, saya perbolehkan. Kalau Abece, tidak boleh...!!!"

Abece pun merajuk : "Kalau saya tidur sendiri dalam gelap, lebih baik saya pulang saja. Biarlah diriku dirampok atau dibunuh..."

Ibu Miyabi : "Jangan ngomong begitu... Kamu boleh kok tidur dengan kami. Kamar ibu cukup untuk berempat. Tapi tidurnya di lantai yang beralas kasur yah..."

Ayah Miyabi : "Pokoknya tidak boleh...!!!"

Nenek Miyabi : "Pamali... pamali... Tidak boleh... Tidak pantas..."

Miyabi : "Ayaaahhhh.... Bagaimana kalau Abece gimana-gimana? Siapa yang tanggung jawab...?"

Abece memikirkan ide brilian agar bisa tidur di kamar orang tua Miyabi....

Tingg......!!!

Dalam keremangan malam yang hanya ditemani sebuah lilin yang sudah hampir habis, Abece berkata dengan penuh wibawa : "Bagaimana kalau kita voting? Bapak adalah anggota dewan yang demokratis. Setuju gak?"

Ayah Miyabi, tidak dapat menolak usul Abece, karena sudah membawa-bawa nama dewan. Akhirnya diadakan voting yang sudah pasti dapat diperkirakan hasilnya. 3 orang menerima dan 2 orang menolak.

Dan, Abece benar-benar dapat tidur di kamar orang tua Miyabi.

Susunan posisi tidur diatur ayah Miyabi. Abece tidur di bawah, di sebelah kanan tempat tidur utama dekat pintu, Miyabi tidur di bawah, di sebelah kiri tempat tidur. Tujuan diatur demikian agar Abece dan Miyabi tidak tidur bersamaan dalam satu kasur.

Akhirnya, keempat orang yang berbeda generasi tersebut dapat menikmati tidur lelap dengan tenang.

Saat menjelang subuh, Abece dikejutkan oleh suara menderit-derit dari atas tempat tidur. Lalu terdengar suara aneh lagi, muncul bergantian berasal dari suara ayah dan ibu Miyabi.

Abece merasa takut. Dia mengira kedua orang tua Miyabi sedang mengingau. Ketakutannya semakin bertambah, ketika menyadari listrik belum menyala. Keadaan gelap gulita. Suara aneh semakin kuat terdengar.

Tiba-tiba terdengar suara lirih dari ayah Miyabi : "Aduh buu, saya mau *out*..."

Dilanjutkan dengan suara ibu Miyabi : "Tunggu bentar pak... Saya juga mau *out*. Kita barengan aja..."

Secara spontan Abece berteriak : "Saya ikuuuttttt...."

Sementara itu, Miyabi masih tetap terlelap dibuai mimpi indah bersama Abece.

Gubrakkk....

(Salam Cekikik - Salam UFO) by Firman Bossini