Perbedaan dari Ikan Salmon Dan Ikan Predator

Perbedaan dari Ikan Salmon Dan Ikan Predator - Siapa yang tidak kenal dengan ikan salmon?

Ikan ini bukan hanya berharga mahal, namun juga memiliki kandungan gizi (Omega 3) dan protein yang tinggi, sangat bagus bagi kesehatan tubuh manusia.

Di Jepang dan di beberapa tempat di dunia, ikan salmon disajikan dalam keadaan segar, tanpa dimasak terlebih dahulu. Bahkan, banyak penikmat kuliner yang memakannya dalam keadaan hidup-hidup. Olahan makanan yang berasal dari ikan salmon yang masih hidup jauh lebih nikmat dibandingkan yang sudah diawetkan dengan es.

Daging ikan salmon yang paling dicari karena kelezatannya berasal dari ikan salmon yang banyak melakukan gerakan. Sesuai dengan habitat asalnya, sepanjang hidupnya ikan salmon selalu bergerak dari satu tempat ke tempat lain dan selalu menantang arus.

Untuk itu, banyak nelayan dan pemilik rumah makan selalu memasukkan ikan salmon ke dalam kolam buatan agar sebelum diolah daging ikan salmon tetap terjaga kesegarannya.

Dalam kolam buatan ini, tidak banyak ikan salmon yang dapat bertahan hidup. Karena kolamnya sempit dan arus air yang kurang kuat, membuat mereka malas bergerak dan akhirnya mati. Salah satu cara untuk mempertahankan agar ikan salmon tetap hidup adalah dengan memasukkan ikan predator kecil dalam kolam yang sama.

Ikan predator itu akan memangsa ikan salmon yang malas bergerak. Akibat adanya gangguan dan ancaman dari predator, akan "memaksa" ikan salmon tetap bergerak, berenang kesana kemari menghindari ikan predator tadi.

Tingkat kematian ikan salmon karena dimangsa oleh predator ternyata lebih sedikit daripada kematian ikan yang digemari penikmat kuliner di dunia karena malas bergerak.

Dan yang paling utama, keuletannya bergerak akan menghasilkan mutu daging ikan yang berkualitas tinggi.

_____________________________

Demikian juga dengan kehidupan kita sehari-hari...

Kehidupan adalah sebuah gerak...
Sikap untuk diam membuat kita seolah-olah menjadi "mati"
Bergerak akan membuat kita selalu hidup...

Apa yg membuat kita diam?
- Saat kita tidak lagi berdaya dalam kondisi lemah karena sakit.
- Saat kita tidak lagi memiliki problematika kehidupan.
- Saat kita tidak lagi menghasilkan sesuatu dan hanya menggantungkan hidup kita kepada orang lain.
- Saat kita berada dalam zona nyaman yang membuat kita terlena dan "terlelap".

Dan apa yg membuat kita bergerak?
- Saat kita merasa "lapar".
- Saat kita memiliki tekanan yang bersumber dari lingkungan pekerjaan dan pergaulan.
- Saat kita merasakan penderitaan hidup.
- Saat kita memilki tanggungjawab sebagai orangtua untuk menghidupi keluarga yang telah dibina.
- Saat kita masih memiliki mimpi untuk diwujudkan.

Pembelajaran hidup yang paling berharga diperoleh saat menghadapi gejolak dan badai kehidupan, bukan pada saat kita berada pada zona nyaman.

Saat masalah datang, naluri perlawanan akan segera muncul untuk menghadapi dan mengatasinya secepat mungkin.

Saat usia mendekati senja, banyak orang menjadi semakin malas bergerak. Menjadi layu sebelum waktunya. Menjadi debu sebelum berguna bagi diri dan lingkungan sekitar.

Gerak adalah seni kehidupan...

"Agar tidak terjatuh dari sepeda yang sedang melaju, kita harus terus bergerak dan mengayuh pedal sepeda tersebut"

(Salam Kehidupan - Salam UFO) by Firman Bossini