Menanam Benih-Benih Kebaikan

Menanam Benih-Benih Kebaikan - Seorang pedagang sukses di sebuah pasar mendapatkan penghargaan dari pemerintah sebagai pelaku bisnis teladan tingkat nasional.

Suatu hari, seorang wartawan dari media cetak nasional mengadakan wawancara untuk menggali kiat rahasia kesuksesan pedagang tersebut.

Ternyata, sebuah rahasia terungkap bahwa pedagang tersebut seringkali memberikan pinjaman modal tanpa bunga kepada pedagang lain.

Wartawan : "Apakah Bapak tidak takut menjadi memberikan modal kepada pedagang lain yang notabene adalah saingan Bapak dalam menggaet calon pembeli?"

Pedagang : "Untuk apa saya harus takut?"

Wartawan : "Menurut ilmu ekonomi, sainganmu adalah musihmu yang harus dibinasakan, agar dapat menguasai dan memonopoli bisnis di suatu tempat. Dengan menjalankan bisnis monopoli, maka kita akan menjadi raja dan dapat mengatur harga sesuka hati. Yang berarti keuntungan berlipat akan mudah diraih".

Pedagang : "Tidak salah juga dengan prinsip ekonomi itu. Tapi saya berkeyakinan, jika saja semua pedagang di sini memiliki ragam barang yang banyak dengan stok yang melimpah, maka para pembeli akan selalu berdatangan ke pasar ini. Mereka tidak akan berpindah ke pasar lain karena barang di sini lengkap dan para pembeli tidak akan pernah kehabisan barang yang ingin dibeli".

Wartawan : "Begitu yah..?"

Pedagang : "Dengan memiliki modal yang cukup banyak, kami dapat membeli barang langsung ke distributor besar dengan harga murah. Sehingga para pembeli pasti akan memperoleh harga barang yang paling murah di pasar ini dibandingkan di tempat lain..."

Wartawan : "Wow... Ide yang brillian dan cemerlang..,"

Pedagang : "Tidak ada rasa permusuhan diantara kami. Bahkan jika ada pedagang yang kebetulan belum laku dagangannya, dengan senang hati kami mengarahkan pembeli ke toko pedagang tadi..."

Wartawan : "Sungguh tindakan yang mulia sekali..."

Pedagang : "Dan yang paling utama, kami semua berdagang dalam suasana hati yang gembira, nyaman dan tidak dipenuhi rasa dengki maupun iri hati. Semuanya merasa riang dengan terciptanya kondisi yang begitu menyenangkan".

Pedagang ini sangat menyadari hukum simbiosis mutualisme (saling menguntungkan) dalam kehidupan.

Pedagang ini mengharapkan semakin banyak pembeli yang datang ke pasar mereka dan tidak akan berpindah ke pasar lain lagi. Bahkan dari mulut ke mulut, terbentuk imej (pandangan) di masyarakat bahwa pasar tradisional ini menjual barang yang paling murah dan paling lengkap.

Sobatku yang budiman...

Dalam kehidupan, manusia yang ingin menikmati kebaikan, harus memulai dengan menabur kebaikan kepada orang-orang di sekitarnya.

Jika kita ingin merasa bahagia, kita harus menabur benih kebahagiaan untuk orang lain.

Jika kita ingin hidup dalam kemakmuran, maka kita harus berusaha meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitarnya.

Seseorang tidak akan mungkin menjadi pimpinan yang hebat, jika dia tidak berhasil meningkatkan grade masing-masing anak buahnya.

Orang cerdas, sejatinya adalah orang yang mencerdaskan orang lain, begitu pula orang yang baik adalah orang yang selalu berbuat kebaikan bagi orang lain.

Kualitas seseorang amat ditentukan oleh kualitas orang-orang di sekelilingnya.

Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita petik kelak.

Percayalah....

(Salam Kebajikan - Salam UFO) by Firman Bossini