Lantunan Lagu Yang Memancarkan Kekuatan Cinta

Lantunan Lagu Yang Memancarkan Kekuatan Cinta - Sepasang suami isteri sedang menantikan kehadiran putera keduanya. Sang bunda rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter spesialis kandungan yang pernah menangani kelahiran puteri pertamanya dulu.

Semuanya berjalan dengan amat baik. Puteri sulung mereka, Angel yang berusia 8 tahun juga begitu antusias menantikan kehadiran adik lelakinya.

Setiap hari Angel menyempatkan diri untuk mengelus perut ibunya yang semakin bertambah besar. Sambil meletakkan kedua tangannya melingkari perut buncit ibunya, Angel menyanyikan beberapa lagu anak-anak dengan suara cadel dan nada yang masih belum beraturan, suara khas seorang anak kecil. Sesekali Angel menempelkan telinganya di atas perut ibunya, seperti sedang menerima bisikan dari adiknya.

Kris, nama ibu muda tersebut, kelihatan sangat berbahagia melihat tingkah laku Angel yang begitu menyayangi dan mencintai adiknya. Senyum simpul penuh kegembiraan terpancar dari wajahnya yang sedikit membengkak karena sedang hamil.

Tidak terasa sudah sembilan bulan waktu berlalu begitu cepatnya...

Hari itu adalah hari Jumat, tepat di saat Kris baru selesai membasuh tubuhnya...

Kris mulai merasakan kontraksi dan rasa sakit yang menusuk-nusuk pada perutnya. Segera Kris menghubungi suaminya, Andy untuk pulang ke rumah dan mengantarnya ke rumah sakit.

Waktunya telah tiba....

Sesampainya di rumah sakit, Kris merasakan sakit yang semakin menjadi-jadi. Dengan wajah pucat dan keringat bercucuran, akhirnya Kris harus merelakan dirinya menjalani operasi caesar. Padahal sebelumnya Kris berniat untuk menjalani persalinan normal, sama seperti saat melahirkan Angel.

Sungguh di luar dugaan, ternyata pada kelahiran anak kedua ini, kandungan Kris mengalami masalah yang cukup berarti. Komplikasi kehamilan yang memaksa terjadinya operasi caesar, tidak membuat keadaan menjadi semakin baik.

Kris selamat dan tidak mengalami gangguan kesehatan yang berarti. Hanya menderita sedikit kelelahan dan pemulihan tubuh sebentar, maka Kris akan segera pulih kembali.

Namun tidak demikian dengan sang bayi. Si bungsu yang ganteng dan berhidung mancung, telah lahir, namun mengalami gangguan pernafasan. Kondisinya tidak baik dan sangat mengkhawatirkan.

Alat bantu pernafasan disiapkan dokter untuk membantu melancarkan pernafasan, buah kasih Kris dan suaminya, dalam menghirup oksigen, yang amat dibutuhkan oleh manusia, terutama untuk bayi yang baru lahir

Dokter yang merawat Kris, dengan perasaan sedih mengabarkan berita kurang baik kepada Andy dan Kris. Beliau berterus terang, mengatakan agar mereka berdua harus mempersiapkan mental yang baik, jika sewaktu-waktu hal buruk dapat terjadi kepada putera bungsu.

Andy merasa pilu.. Terlebih lagi bagi Kris, yang terus-menerus menangis mencemaskan kondisi bayi yang baru dilahirkannya.

Sementara itu, Angel berdiri di balik pintu ruang ICU, dan memohon agar diperbolehkan masuk. Dengan melambaikan tangan ke arah ruangan steril tersebut, Angel berupaya agar diperkenankan masuk ke dalam ruangan.

Andy keluar menjumpai Angel. Dengan sedikit terbata-bata, Andy menceritakan kondisi tubuh sang adik kecil kepada Angel.

Angel : "Papaaa, mohon ijinkan saya untuk masuk melihat adikku. Setiap hari selama sembilan bulan saya selalu bermain dan bernyanyi bersamanya. Saya ingin masuk... Mohon Papaaa,..."

Andy : "Ini ruang ICU, ruangan yang tidak boleh dikunjungi oleh sembarang orang, terutama anak kecil. Para suster takut, jika kamu dapat mengganggu pasien lain..."

Angel : "Saya janji tidak akan ribut... Saya tidak akan mengganggu pasien lain... Mohon ijinkan saya masuk... Saya mau melihat adik tersayang. Saya yakin adik juga ingin ketemu sama saya..."

Seorang suster baru keluar dari ruangan ICU. Angel segera mengejar dan memohon sambil berlutut di depan suster tersebut. Berkat kegigihan dan keteguhan hatinya, Angel diperkenankan untuk masuk, namun hanya 10 menit saja.

Sang suster berpikir, biarlah kali ini dia memperbolehkan seorang anak kecil masuk ke ruang ICU. Mungkin saja, ini adalah pertemuan terakhir antara kakak dan adik.

Setelah dibungkus dengan pakaian khusus, Angel dituntun masuk ke dalam ruang ICU. Dengan langkah perlahan Angel memasuki ruang inkubator yang sedang ditempati adiknya.

Air mata Angel mengalir keluar. Dia merasakan sedih sekali melihat kondisi sang adik yang kelihatan sangat susah untuk bernafas. Angel melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana adik tercintanya sedang berjuang melawan maut.

Sebuah lagu anak yang sedikit diubah liriknya mulai dinyanyikan oleh Angel dengan nada perlahan namun jelas terdengar karena ruangan ICU sangat senyap dan hanya terdengar bunyi suara tik tik tik dari alat pendetak jantung.

Angel menyanyikan lagu "Timang-Timang", lagu ini sengaja diubah syairnya oleh Angel dan selalu didendangkan setiap harinya. Beberapa kali sang adik bayi yang berada dalam perut ibunya merespon dengan menggerak-gerakkan kaki.

"Timang-timang adikku sayang
Jangan menangis kakak disini
Timang-timang adikku sayang
Jangan menangis, kakak bernyanyi.

Timang timang adikku ganteng
Cepatlah bangun janganlah tidur
Timang timang adikku tampan
Mari bermain, bersama kakak"

Sungguh ajaib..!

Sang bayi mungil langsung merespon nyanyian dari kakaknya dengan melakukan sedikit gerakan di kaki. Sang bayi seakan-akan menyadari kehadiran sang kakak untuk menyapa dan mengajaknya bermain, seperti saat dirimya sedang berada di dalam rahim sang ibu.

Pernafasan sang bayi mulai kedengaran normal. Dadanya bergerak naik turun dengan begitu pelan, tidak seperti sebelumnya yang bergerak kencang tidak karuan.

Andy dan Kris terkejut melihat peristiwa ini. Demikian juga dengan para suster yang sedang berada di ruang ICU. Mereka seakan tidak percaya dengan apa yang telah terjadi.

Sesosok bayi mungil yang baru beberapa jam berada di alam dunia dan sedang bergelut dengan maut, tiba-tiba saja berubah menjadi seorang bayi normal.

Kris merasa terharu dan ikut bernyanyi kecil menirukan suara Angel. Sementara itu Angel terus saja bernyanyi melantunkan lagu dengan deraian air mata. Sang bayi menunjukkan tren ke arah kesembuhan. Mimik wajahnya kelihatan begitu tenang, santai, sangat rilex dan akhirnya tertidur pulas dengan nafas yang begitu teratur. Semua orang tersenyum bahagia.

Dokter yang datang melakukan kontrol, terkejut dengan kemajuan positif yang dialami sang bayi polos.

Tiga hari kemudian, Andy dan Kris sudah diperbolehkan pulang dengan membawa bayinya. Angel tidak pernah seharipun, melalaikan tanggungjawabnya mendendangkan lagu "Timang-Timang" buat sang adik kecil.

Bagi sang adik, kehadiran Angel sangat berarti dalam memberi dukungan dalam pergulatan antara hidup dan mati. Memang benar tangan Tuhan yang telah menolong sang bayi, namun kemuliaan kasih Tuhan pun membutuhkan mulut kecil Angel dalam menyanyikan lagu buat sang adik.

Sebuah kekuatan cinta yang terpancar dari lantunan sebuah lagu, sanggup untuk "menghidupkan kembali" harapan yang hampir musnah.

(Salam Harmoni - Salam UFO) by Firman Bossini