Jangan Melarikan Diri Dari Masalah

Jangan Lari Dari Masalah - Sebuah ladang terlantar dimanfaatkan seorang petani tua untuk menanam palawija.

Ternyata di tengah ladang terdapat sebuah batu besar yang sangat mengganggunya dalam membajak sawah.

Berbulan-bulan sang petani terus membajak tanah di sekitar batu besar tadi. Beberapa mata bajak telah mengalami kerusakan dan patah tatkala sang petani tidak sengaja menghantamkan bajaknya ke batu tadi.

Kejadian ini berlangsung terus menerus, hingga akhirnya sang petani hampir saja menyerah dan hendak meninggalkan pekerjaannya mengolah ladang kosong tadi.

Padahal beliau sudah menghabiskan waktu yang cukup lama, dengan hasil yang nihil, gara-gara sebongkah batu tadi.

Seorang penggembala kerbau yang melihat kegelisahan sang petani datang menghampiri dan mencoba memberikan saran.

Penggembala : "Wahai petani, mengapa engkau mudah sekali menyerah dan berniat meninggalkan semua ini?"

Petani : "Saya merasa putus asa karena batu ini..."

Pemggembala : "Mari kita bersama-sama melihat dan menghadapi, apa dan bagaimana bentuk batu ini".

Penggembala mengajak petani menghampiri batu besar tadi.

Ternyata batu besar tadi telah mengalami keretakan, dan dengan hanya menggunakan sebuah martil, batu tersebut behasil dipecah menjadi kepingan yang lebih kecil.

Begitu mudah bagi sang petani untuk menyingkirkan batu besar yang menjadi penghalangnya selama ini.

_____________________________

Sepenggal kisah di atas mengingatkan kita akan begitu banyak dan bervariasinya problematika kehidupan yang menghinggapi kita.

Bagaimana cara kita untuk keluar dari suatu permasalahan?

Kerapkali, kita tidak memiliki kemauan untuk menghadapinya. Tidak sedikit orang, malah berusaha menghindar dan meninggalkan masalah yang sedang menerpa. Hanya melihat dari kejauhan tanpa berupaya untuk menghampiri dan menyelesaikannya dengan cara yang bijaksana.

Di saat kita sedang terburu-buru menyelesaikan masalah besar (membajak sawah), seringkali kita melupakan masalah kecil yang ada di hadapan (sebongkah batu besar).

Kita melalaikan masalah kecil dan terus mengerjakan pekerjaan atau bahkan berpura-pura tidak tahu dan tidak peduli.

Padahal, dengan mengambil sedikit waktu dan berhenti sejenak dari rutinitas, menghampiri masalah penghalang, menyelesaikannya dengan cara elegan dan menyingkirkan masalah tersebut dengan senyuman, maka kita tidak lagi akan dihantui dan dikejar-kejar oleh masalah kecil tadi.

Jika penghalang tersebut terus berulang terjadi dalam hidup kita, jauh lebih bijaksana jika kita mengambil waktu sedikit untuk memperbaiki dan menyelesaikannya.

Jika kita tergoda untuk 'melarikan diri' dari masalah tersebut, cobalah untuk berhenti dan bertanya pada diri sendiri, apakah seorang manusia yang memiliki akal dan kebijaksanaan harus menjadi seorang pecundang alias seorang pengecut? Pertimbangkan dari segi biaya dan waktu yang telah banyak dihabiskan untuk menghindarinya.

"Cara terbaik untuk keluar dari suatu permasalahan adalah dengan menghadapi dan melalui masalah tersebut"

(Salam Perjuangan - Salam UFO) by Firman Bossini