Inikah Rasanya Berani Melepaskan

Inikah Rasanya Berani Melepaskan - Kadang kala, di saat merasa nyaman berhubungan dengan seseorang, kita merasa enggan melepaskannya, tidak rela ketika dia meninggalkan diri kita untuk melanjutkan kehidupan barunya.

Kemelekatan kita terhadap dirinya begitu kuat, sehingga kita merasa menjadi sosok yang lemah dan kerdil tanpanya.

Ada saatnya kita harus berhenti untuk mencintai seseorang bukan karena orang tersebut berhenti mencintai kita dan mulai bermain perasaan dengsn yang lain. Melainkan karena kesadaran dari diri bahwa orang tersebut akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

Kita menyadari telah terbuai oleh mimpi indah bersamanya dan tetap tidak ingin berpisah dengannya.

Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita merasa seluruh kebahagiaan hidup sangat bergantung pada orang itu.

Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita merasa dia memiliki paras dan fisik yang rupawan, ganteng, cantik, dan sangat istimewa dibandingkan dengan yang lain.

Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita merasa takut tidak dapat menemukan sosok pengganti seperti dia.

Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita merasa begitu banyak saat-saat indah yang tercipta saat bersamanya, yang selalu menari-nari dalam bayangan benak kita.

Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika hati kita berkata : “Saya sangat mencintainya. Hanya dialah yang paling kusayang dalam hidupku..."

Sobatku yang sedang mengalami dilema dalam percintaan...

Melepaskan bukanlah akhir dari segala-galanya, atau kiamat dunia, melainkan awal dari suatu kehidupan baru yang lebih baik.

Kita harus melepaskan seseorang karena kebahagiaan hidup kita tidak melulu tergantung kepadanya. Masih banyak cara dan pribadi lain yang dapat membuat hidup kita bahagia.

Kita harus melepaskan seseorang karena kita menyadari keindahan fisiknya yang rupawan, ganteng, cantik dan istimewa belum tentu yang terbaik buat kita.

Kita harus melepaskan seseorang karena kita menyadari di saat Tuhan mengambil sesuatu dari kita, Dia telah mempersiapkan seseorang yang lebih baik dari dirinya.

Kita harus melepaskan seseorang ketika kita menyadari semua masa-masa indah pasti ada akhirnya, dan saat-saat indah itu sekarang tinggal menjadi kenangan.

Kita harus melepaskan seseorang karena kita telah mewakafkan diri kita bukan hanya untuk dirinya seseorang. Masih banyak orang yang lebih membutuhkan kita daripada dirinya.

Dan akhirnya nurani yang jujur akan berkata : "Tidak ada lagi yang patut dipertahankan..”.

Suatu kegagalan bukan berarti tidak mencapai apa-apa, namun karena kita telah memahami sesuatu pembelajaran tentang hidup yang mandiri.

Segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan dan ada saat untuk melepaskannya...

Keberlangsungsn hidup kita akan lebih berarti dari sekadar meratapi kegagalan ini.

Percayalah...

NB : Tulisan ini spesial kudedikasikan buat sobatku yang sedang galau karena kegagalan dalam percintaan. Let's move on, mbak...

(Salam Harmoni - Salam UFO) by Firman Bossini