Danau Toba Akibat Presiden Jokowi

Danau Toba Akibat Presiden Jokowi - Danau Toba merupakan danau berkawah seluas 1.145 kilometer persegi dengan kedalaman rata-rata 500 meter, merupakan keajaiban alam yang menakjubkan di Sumatera Utara.

Suasana alam yang sejuk menyegarkan, air jernih membiru dengan deburan ombak kecil serta pemandangan mempesona hijaunya pegunungan adalah sedikit gambaran keindahan danau raksasa yang berada 900 meter di atas permukaan laut.

Sejauh mata memandang, dengan begitu luasnya hamparan biru air Danau Toba dengan lukisan awan putih yang indah, sebenarnya Danau Toba ini lebih menyerupai lautan daripada sebuah danau.

Di tengah danau terdapat sebuah pulau yaitu Pulau Samosir, seluas Singapura. Oleh karena itu, Danau Toba ditempatkan sebagai danau terluas di Asia Tenggara dan terbesar kedua di dunia setelah Danau Victoria di Afrika.

Keindahan nan eksotis panorama Danau Toba selama ini terasa seperti disia-siakan sebagai aset berharga penghasil devisa negara. Barulah di jaman pemerintahan Presiden Jokowi, Danau Toba mulai "dipoles" dan "dihias" menjadi salah satu destinasi utama pariwisata nasional, yaitu "Monaco Asia".

Pemerintah juga menyadari, akses transportasi dan akomodasi yang "jelek" sering menjadi kendala para wisatawan enggan berkunjung ke Danau Toba.

Oleh karenanya, saat ini, pemerintah segera mempersiapkan jalan tol Medan-Tebing Tinggi (2018 selesai) dan perbesaran Bandara Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara, daerah terdekat dari Danau Toba, agar dapat didarati oleh pesawat berukuran besar langsung dari bandara negara lain.

"Akhir Maret ini ada tiga penerbangan Garuda saya PAKSA masuk Toba," kata Presiden Jokowi ketika membuka rapat membahas pengembangan destinasi wisata prioritas Danau Toba di Hotel Niagara Prapat, Kabupaten Simalungun, Selasa (1/3/2016).

"Harus kerja cepat, karena kita ingin rebranding. Promosi dibangun lagi, semua diulang untuk rebranding, nanti diharapkan di sini menjadi sebuah wisata yang memang layak dan patut dikunjungi tidak hanya wisatawan domestik tapi juga asing," kata Presiden Jokowi.

Ternyata, dampak dari pemaksaan Presiden Jokowi berbuah manis. Maskapai penerbangan terbaik nasional Garuda Indonesia menepati perintah Presiden dengan melakukan terbang perdana dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta langsung ke Bandara Silangit pada 22 Maret 2016.

Pada acara penerbangan perdana ini, AP II mencatat rombongan yang ikut pesawat Garuda Indonesia CRJ-1000 antara lain Direktur Utama AP I Budi Karya, Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Suprasetyo, Deputi Bidang Usaha Konstruksi Sarana dan Prasarana Perhubungan BUMN Pontas Tambunan, petinggi Kementerian Pariwisata, Pemimpin Redaksi media nasional, dan penumpang reguler. Menurut rencana, tiga kali dalam seminggu Garuda akan hilir mudik ke Bandara Silangit.

Sebuah peristiwa bersejarah bagi dunia pariwisata nasional, khususnya pariwisata Danau Toba...

Atas kerja kerasnya mewujudkan sebuah bandara yang memiliki connectivity terdekat ke Danau Toba, Pemerintah segera menaikkan target jumlah turis dari 250 ribu turis menjadi 1 juta turis pertahun.

Setelah akses dari udara telah disiapkan, selanjutnya Pemda setempat harus mempersiapkan jalur darat dari Bandara Silangit ke Danau Toba yang memakan waktu 1 1/2 jam, untuk mengantarkan para turis yang baru tiba, menuju ke hotel.

Sudah saatnya para pebisnis travel dan transportasi lokal memanfaatkan peluang ini. Jangan biarkan para turis kebingungan di lokasi bandara karena minimnya transportasi darat menuju Danau Toba.

Para pengusaha hotel setempat juga harus segera berbenah diri mempersiapkan tempat hunian yang bersih, aman dan nyaman untuk para turis, agar kelak para turis yang pernah berkunjung, "ketagihan" dan berniat untuk datang kembali lagi.

Terakhir, pemerintah wajib mempersiapkan sarana dan prasarana permainan dan hiburan di sekitar Danau Toba, salah satunya dengan menggandeng pengelola pusat permainan lokal seperti Ancol dan Trans Studio atau yang bertaraf internasional, seperti Disneyland, Universal Studio, Sea World dan sebagainya.

Kita percaya dengan keseriusan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat setempat, suatu saat, Danau Toba akan memjadi target utama para turis dari seluruh pelosok dunia.

Semoga upaya keras dan perhatian penuh dari Presiden Jokowi, akan segera dapat dinikmati oleh masyarakat di sekitar Danau Toba dalam rangka meningkatkan taraf hidup kesejahteraannya, yang selama ini bagai dilupakan oleh negara.

Semoga....

(Salam Kebangsaan - Salam UFO) by Firman Bossini