Cinta Terlarang Dari Pengorbanan Seorang Wanita

Cinta Terlarang Dari Pengorbanan Seorang Wanita ( Part 1 ) - Sammy, seorang pria tampan dan pintar dari keluarga kaya raya, berasal dari negeri jiran, Malaysia.

Isabella adalah seorang wanita yatim yang cantik, kalem, baik hati, lemah lembut dan memiliki sepasang lesung pipi yang begitu mempesona. Dia berasal dari keluarga yang serba pas-pasan. Ibunya menjadi seorang TKW di Malaysia, meninggalkannya selama bertahun-tahun sejak usia remaja bersama neneknya.

Awal pertemuan keduanya, terjadi di masa SMA kelas tiga, dimana Isabella, seorang murid yang pintar dan penuh kreatifitas, mendapat kesempatan untuk belajar di Kuala Lumpur selama tiga bulan, dalam kegiatan "pertukaran pelajar antar negara".

Sementara itu, Sammy adalah pelajar yang sedang menimba ilmu di sekolah, tempat dimana Isabella akan menuntut ilmu untuk sementara waktu.

Pandangan pertama yang tidak disengaja diantara keduanya, menghasilkan getaran-getaran cinta ala kawula muda.

Akhirnya mereka memutuskan untuk berpacaran, walau terpisah jarak dan perbedaan adat istiadat. Mereka sering melepas kangen melalui percakapan di telepon, sms maupun videocall.

Setelah menamatkan kuliah, kedua insan yang sedang dimabuk cinta, bertekad untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.

Apa daya, orang tua Sammy tidak merestui hubungan keduanya karena perbedaan status sosial yang begitu menyolok.

Sebagai tokoh terpandang di Kuala Lumpur, ayah Sammy merasa latar belakang kehidupan Isabella yang sederhana, dapat merusak kewibawaan dan kehormatan keluarga besar mereka. Reputasi bisnis yang telah dibina dan diperjuangkannya selama ini akan hancur berantakan karena status sosial Isabella, berasal dari keluarga miskin, anak seorang TKW, yang sering dianggap sebagai "pembantu".

Namun, hubungan keduanya sudah terlalu jauh hingga Isabella hamil di luar nikah. Sammy sering sekali mengunjungi Isabella di akhir pekan.

Akhirnya Sammy memberanikan diri membawa Isabella ke Kuala Lumpur menjumpai keluarga besarnya. Sammy merasa sebagai putera tunggal, pewaris tahta perusahaan bonafit di KL, seharusnya kedua orang tuanya akan merestui hubungan keduanya, apalagi Isabella sedang mengandung anak mereka, penerus trah bisnis mereka setelah Sammy.

Kedua orang tua, terutama Ayah Sammy menolak keras kehadiran Isabella dalam keluarga besar mereka. Bahkan mereka sudah mencari seorang wanita sepadan sebagai jodoh Sammy.

Sammy tidak menggubrisnya...

Sammy berusaha membujuk Sang Ayah agar mau menerima Isabella sebagai menantunya. Ia menunjukkan tekad bulat untuk mempersunting Isabella, dengan atau tanpa restu kedua orang tuanya. Namun gagal...

Karena masih belum mendapatkan dukungan, akhirnya Sammy meninggalkan semua kehidupan mewahnya di Kuala Lumpur. Mereka berniat kawin lari dengan meninggalkan duka nestapa dan awan kelabu di keluarga Sammy.

Selama sebulan hidup bersama, sebuah surat email dari Ayah Sammy menyuruh dirinya untuk kembali ke Kuala Lumpur, dengan membawa serta Isabella. Alasannya, Sang Ayah berencana untuk mengadakan resepsi pernikahan secara mewah di kota asal Sammy.

Sammy dan Isabella merasa sangat bersyukur, karena sudah mendapat restu dari ayah Sammy.

Sesampainya di KL, mereka berdua disambut dalam suasana penuh haru di dalam hotel berbintang lima yang memang sengaja disiapkan untuk tempat tinggal sementara Sammy dan Isabella. Kedua orang tua Sammy memeluk erat buah hati mereka, seakan tidak ingin melepaskan Sammy lagi.

Dan benar saja...

Satu kejadian yang tidak terduga telah terjadi...

Saat Sammy dipanggil ke kamar sebelah oleh ayahnya, ternyata Sammy tidak pernah kembali lagi ke kamar yang ditempati oleh Isabella. Sepanjang malam, Isabella menunggu kepulangan calon suami tercinta, namun semua itu tidak pernah terwujud.

Sebaliknya...
Keesokan harinya, ayah Sammy datang seorang diri ke kamar Isabella dengan membawa sebuah tiket pesawat untuk kepulangan Isabella ke negeri asalnya.

Isabella sangat terkejut dengan kedatangan ayah Sammy.
Berulangkali Isabella menanyakan : "Sammy ada dimana? Bagaimana kondisinya? Apakah Sammy baik-baik saja? Mengapa Sammy tidak pulang ke kamarnya dan membiarkan diriku dan calon bayi yang kukandung, berada dalam suasana kecemasan? Dimanakah dia Pak...???"

Ayah Sammy menjawab : "Saat ini Sammy sedang kami kurung. Dia tidak mungkin akan bertemu dengan dirimu lagi. Kami mohon dengan sangat agar kamu segera menghilang dari kehidupan putera tunggalku..."

Isabella : "Apaaaa...? Mengapa bapak begitu tega memisahkan kami? Kami adalah cinta sejati..."

Ayah Sammy : "Maaf, semua ini sudah berlalu. Seminggu lagi saya akan segera melangsungkan pernikahan Sammy dengan wanita pilihanku yang memiliki status jelas dan sepadan. Bukan seperti kamu, anak seorang pembantu..."

Isabella menangis meraung-raung hendak keluar meninggalkan kamar. Namun beberapa pengawal bertubuh tegap dengan sigap menahan laju tubuh Isabella.

Tidak berapa lama kemudian, masuklah Ibunda Sammy dengan membawa sebuah tas berisikan uang dalam jumlah yang banyak dan selembar kertas putih.

Ibu Sammy : "Apakah kamu sayang kepada Sammy?"

Isabella : "Tentu saja, saya cinta sekali kepada Sammy..."

Ibu Sammy : "Jika kamu cinta, apakah kamu rela melihat Sammy menderita?"

Isabella : "Saya ingin selalu melihat Sammy tersenyum bahagia. Tidak ingin melihatnya sedih apalagi menangis.."

Ibu Sammy : "Nah... Bagus kalau begitu. Jika Sammy bersama kamu, kami yakin Sammy akan jatuh miskin karena reputasi bisnis kami sekeluarga pasti hancur. Orang-orang akan mencibirnya. Sammy akan stress dan kemungkinan bisa menjadi gila. Apakah itu maumu?"

Isabella menjawab lirih dalam isak tangis yang memilukan : "Tidak...saya tidak mau..."

Ibu Sammy : "Jalan satu-satunya agar Sammy bahagia adalah kamu harus meninggalkannya. Kami sudah menyediakan uang yang banyak untukmu agar dapat menggugurkan kandungan di perutmu. Sisa uang dapat kamu gunakan untuk melanjutkan hidupmu hingga kamu mendapatkan pengganti Sammy. Jika kurang, kamu boleh meminta lagi kepada kami..."

Isabella menangis tersedu-sedu.... Tidak menyangka kehidupannya akan sepahit ini...

Dalam hati kecilnya, Isabella menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh Ibunda Sammy adalah benar. Dia tidak boleh menjadi seorang yang egois dan membiarkan Sammy menjadi menderita karena kemiskinan apalagi sampai Sammy gila.

Isabella mengangguk tanda setuju untuk meninggalkan kehidupan yang selama ini dijalaninya bersama Sammy.

Ibu Sammy menyodorkan sepucuk kertas putih, meminta agar Isabella bersedia menuliskan surat perpisahan, untuk meyakinkan Sammy. Dia takut, Sammy akan kembali mencari Isabella di kemudian hari dan meninggalkan gurita bisnis yang ada.

Dengan berlinangan air mata, tangan yang gemetaran dan jari yang sedikit kaku, Isabella menuliskan beberapa kalimat di atas kertas putih yang disodorkan Ibunda Sammy :
"Sammy.... Saya telah menyadari kekeliruan yang telah kita jalani. Saya ingin kamu bahagia dengan kehidupan baru bersama keluarga besarmu. Jangan sia-siakan pengharapan dan pengorbanan dari kedua orang tuamu yang telah membesarkanmu. Aku akan pergi jauh... Jangan mencariku lagi, karena aku akan berada nun jauh di sana, di suatu tempat yang damai bagiku dan bagi anakku ini. Mohon maaf karena telah melanggar janji setia kita dulu... Jagalah dirimu baik-baik... Aku juga akan baik-baik saja..."

Tetesan air mata Isabella tampak membasahi surat tersebut. Dia menusukkan ujung pulpen yang tajam ke ujung jarinya, kemudian menggoreskan beberapa tetes darah merah di atas surat tersebut.

Akhirnya Isabella meninggalkan Kuala Lumpur tanpa membawa tas yang berisi uang, karena Isabella tidak menginginkan harta dari Sammy.

Di suatu tempat yang aman dan damai, suatu desa terpencil, Isabella bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya hingga dewasa seorang diri.

Semoga...

(Bersambung ke part 2) by Firman Bossini