Cara Untuk Mengakui Kesalahan

Cara Untuk Mengakui Kesalahan - Semua manusia yang hidup tidak pernah luput dari berbuat kesalahan. Namun tidak banyak yang mau menyadari dirinya telah berbuat sesuatu yang tidak benar. Padahal sebagai manusia ciptaan Tuhan yang paling sempurna, kita telah dibekali oleh sebuah alat sensor alamiah yaitu hati nurani.

Tatkala manusia mulai melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani, seketika itu juga perasaan hati akan berubah menjadi tidak nyaman.

Bersyukurlah jika kita masih dapat merasakan ketidaknyamanan karena sudah berbuat salah. Berarti alat sensor kita masih berfungsi dengan baik.

Namun tidak sedikit orang yang merasa super hebat, manusia paling jago, semua yang diucapkannya tidak pernah salah dan selalu menyanjung-nyanjung dirinya sebagai manusia sempurna, laksana dewa atau nabi. Alat sensor mereka sudah rusak.

Kita pernah dan mungkin sering bertemu dengan orang yang selalu mengagung-agungkan dirinya, sehingga saat berbicara dengannya, malah membuat kita meragukan kewarasan diri sendiri. Kebenaran yang kita pegang selalu dipatahkan oleh argumentasinya yang tidak jelas juntrungannya. Orang tersebut tidak akan pernah mau mengakui kesalahannya.

Dalam hati kecil kita, mungkin akan bertanya : "Dia ini yang gila atau saya yang mulai tidak waras?"

Hingga suatu saat, ada orang di samping kita membisikkan kalimat yang menjernihkan pikiran kita : "Sudahlah... Omongan dia itu tidak usah dipercaya. Lama-lama jadi ikutan menjadi gila, jika terus menerus berdiskusi dengannya. Ayo kita pergi..."

Tentunya kita tidak ingin seperti "orang hebat" di atas, yang mengakibatkan orang-orang di sekeliling menjauhinya karena arogansi yang berlebihan.

"Be careful.. be very careful when you feel that you can do no wrong. You are being questioned as a human being"

Sobatku yang budiman...

Manusia itu adalah sosok makhluk hidup yang selalu berbuat salah dan dosa. Pernahkah kita menyadari sudah berapa banyak salah dan dosa yang diperbuat setiap hari, baik disengaja maupun tidak disengaja?

Jangan membayangkan berbuat dosa itu harus melakukan tindak kriminal berat seperti : membunuh, merampok, mencuri ataupun berzinah.

Dosa sekecil apapun, seperti : menghina, mem-bully, memfitnah, berbohong dan menyakiti hati orang yang baik, tetaplah sebagai perbuatan dosa. Beberapa contoh perbuatan di atas lah yang paling sering dilakukan oleh manusia.

Ketika nurani kita sudah terusik dan hati nurani mulai menegur nalar pikiran karena berbuat kesalahan, mulailah kita menyibukkan diri melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

Sebagai manusia yang beradab, sebelum memperbaiki kesalahan tersebut, alangkah baiknya terlebih dahulu mengakui kesalahan yang telah diperbuat dengan mempersiapkan dua kata mujarab yaitu : "Maafkan kesalahanku.."

Tidak perlu cemas akan dampak saat mengucapkan dua kata di atas. Jangan berpikir bagaimana jika dia tidak mau menerima permohonan maaf kita? Bagaimana pula jika dia tidak mempedulikan diri kita atau bahkan menjadi marah dan berbalik menghina diri kita?

Jangan pedulikan...!!!

Yang terpenting adalah niat baik yang tulus sudah dilaksanakan sebagai wujud pengakuan atas kesalahan yang telah diperbuat. Dan hati kita pasti akan menjadi "plong". Lega rasanya...

Jangan sampai, keengganan untuk meminta maaf justru membebani diri sendiri hingga saat kita terpaksa harus "menutup buku kehidupan" selama-lamanya.

So, let's move on... Mengapa harus menunggu-nunggu lagi untuk memohon maaf kepada orang yang pernah kita sakiti?

"Melakukan kesalahan adalah suatu kewajaran dan memohon maaf adalah perbuatan yang sangat mulia"

Percayalah...

(Salam Kemuliaan - Salam UFO) by Firman Bossini