Betul Memang Pepatah Lidah Tidak Bertulang

Betul Memang Pepatah Lidah Tidak Bertulang - Seperti sudah menjadi kebiasaan, banyak orang gemar sekali menggosipkan sesuatu yang tidak benar kepada orang lain, baik melalui obrolan, diskusi maupun melalui media online, Saat ini media online begitu mudah diakses oleh siapapun dan dimanapun dia berada, asal memiliki jaringan internet.

Suatu hari seorang artis facebook bernama Ajon menceritakan bahwa tetangganya, Hoki melakukan sebuah kejahatan, melakukan perbuatan korupsi, karena melihat Hoki mengendarai mobil baru. Ajon langsung menampilkan berita ini, lengkap dengan foto mobil mewah tersebut ke halaman facebooknya, tanpa mau mengecek dari mana asal mobil tersebut.

Alhasil, dalam beberapa hari saja, berita ini secara viral diketahui oleh masyarakat lingkungan sekitarnya dan para pengikutnya yang berjumlah ratusan ribu.

Nama baik Hoki menjadi rusak. Kehormatannya menjadi terganggu. Martabat dan kedudukannya dipertaruhkan untuk kebenaran gosip ini. Tentu saja Hoki merasa sakit hati dan berusaha membeberkan berita yang sebenarnya.

Mobil baru yang dibawanya sehari-hari adalah milik perusahaan sebagai fasilitas atas kenaikan pangkatnya menjadi seorang manajer.

Beberapa waktu kemudian, Ajon baru menyadari gosipnya tidak benar. Dia telah lalai dalam menyebarkan gosip yang sesat. Sementara itu, gosip ini sudah menyebar luas ke seantero jagat, melalui media online.

Ajon malu dan sungkan untuk meminta maaf kepada Hoki. Dia merasa harga dirinya akan jatuh jika harus melakukan hal ini.

Secara diam-diam, Ajon mendatangi seorang guru bijaksana untuk meminta petunjuk bagaimana cara terbaik untuk memperbaiki kesalahannya. Dia sendiri takut jika suatu saat tetangganya, Hoki balik melaporkan dirinya kepada polisi.

Sang Guru : "Pergilah ke pasar. Belilah sebuah kemoceng. Dalam perjalanan pulang, cabutilah bulu-bulu ayam yang melekat pada kemoceng itu dan buanglah satu persatu di sepanjang jalan pulang. Lakukan dengan sepenuh hati, persis seperti saat kamu menyebarkan gosip yang tidak baik tentang orang lain..."

Ajon merasa terkejut dengan saran dari Sang Guru tersebut. Dia sama sekali tidak mengerti apa maksud dan tujuan melakukan perbuatan yang kelihatan sia-sia dan menghabiskan waktunya.

Ajon : "Guru, apa tidak salah Guru menyuruhku melakukan semua ini?"

Sang Guru : "Lakukan saja apa yang kuperintahkan..."

Keesokan harinya, Ajon melaporkan bahwa dia sudah melakukan semua yang diperintahkan Sang Guru.

Sang Guru tersenyum mengangguk, lalu berkata lagi : "Sekarang pergilah dan kumpulkan kembali semua bulu ayam yang telah engkau buang semalam. Bawalah semuanya kepadaku. Jangan ada yang tertinggal."

Ajon mengiyakan dengan penuh keheranan. Dalam benaknya, muncul keraguan akan maksud dan tujuan Sang Guru.

Dengan sedikit terpaksa, Ajon melaksanakan perintah Sang Guru. Ajon mulai menyusuri jalan yang sama untuk mengumpulkan bulu ayam yang dibuangnya semalam, namun hembusan angin, serta lalu lalang banyak mobil dan orang, telah membuat bulu-bulu ayam tersebut berpindah tempat ke segala arah tanpa diketahui letaknya lagi.

Setelah mencari selama seharian, Ajon kembali menemui Sang Guru, dengan hanya mengantongi dua belas helai bulu ayam.

Sang Guru : "Lihatlah wahai anak muda. Kamu begitu mudah untuk melemparkannya, namun kamu tidaklah mungkin untuk mengumpulkannya kembali. Begitu pula dengan gosip yang tidak benar. Tidak sukar untuk menyebarkan berita gosip / fitnah, namun sekali berita ini tersebar, selusin gajah pun tidak akan dapat menariknya kembali...."

Ajon memelas dengan muka sedih : "Jadi apa yang harus saya lakukan Guru? Saya tidak mau masuk penjara..."

Sang Guru : "Minta maaflah kepada Hoki dengan tulus dan jujur. Berjanjilah tidak akan mengulangi perbuatan tercelamu. Semoga dibukakan pintu maaf Hoki untuk dirimu..."

Ajon mulai berlinangan air mata : "Baik Guru...."

Sobatku yang budiman...

Kehidupan manusia kerap sekali dikuasai oleh lidah. Walaupun bentuknya kecil, lunak dan tidak elok dipandang, namun lidah sangat berkuasa atas hidup manusia.

Bila kita salah mengucapkan sesuatu kalimat, maka hal ini dapat meluluhlantakkan semua nilai positif yang ada disekitar kita.

Kehancuran umat manusia akibat perang dapat terjadi dengan mudah, hanya membutuhkan satu kalimat pendek dari lidah pemimpin suatu negara yaitu : "Lawan... Serang... Perang...!!!"

Barang siapa yang suka menggemakan berita fitnah, pasti kelak akan menikmati kepahitan buahnya.

Lidah yang lembut adalah pohon kehidupan yang berbuah kebaikan, namun lidah yang jahat akan mengiris dan melukai hati orang lain.

Jagalah lidahmu untuk selalu mengucapkan kata-kata yang positif, bukan menggosip berita fitnah.

Memang lidah tidak bertulang...

(Salam Pencerahan - Salam UFO) by Firman Bossini