Belajar Melihat Letak Alat Kelamin

Belajar Melihat Letak Alat Kelamin - Seorang anak remaja sedang mengalami masa puber, sering berpikir tentang alat kelaminnya yang berbeda dengan anak remaja lainnya.

Dan satu pertanyaan yang paling mengganggu pikirannya adalah posisi dan letak alat kelaminnya.

Mengapa alat kelamin itu terletak di selangkangan, bukan di kepala, mata, mulut, hidung, tangan atau kakinya?

Berulangkali dia mencari informasi tentang hal ini, baik dari orang tua maupun dari referensi buku, namun tidak ada jawaban yang dapat memuaskan dirinya.

Akhirnya dia bertemu dengan seorang guru spiritual yang sangat dihormati oleh semua kalangan.

Anak muda : "Guru, saya ingin mengajukan sebuah pertanyaan yang mengganggu pikiranku selama ini. Mengapa posisi alat kelamin terletak di selangkangan, di bagian tengah tubuh?

Sang Guru tersenyum mendengar pertanyaan sederhana namun memerlukan teknik dan cara yang tepat untuk menjelaskannya agar dimengerti.

Akhirnya dengan penuh kebijaksanaan, Sang Guru menjawab : "Anakku yang sedang beranjak dewasa, ketahuilah bahwa Tuhan meletakkan alat kelamin di bagian tengah tubuh karena alat kelamin itu merupakan alat vital yang berguna bagi keberlangsungan hidup manusia".

Sang Guru melanjutkan : "Jika alat kelamin diletakkan di atas kepala, maka otakmu akan selalu diselimuti oleh pikiran mesum, porno dan tidak jernih. Jika diletakkan di mata, maka matamu akan menjadi mata yang jahat, liar dan jelalatan melihat sesuatu yang mengundang birahi. Jika diletakkan di hidung, maka penciumammu akan beralih hanya untuk menikmati bau-bau yang merangsang pikiran..."

Anak muda itu mengangguk-angguk mulai mengerti maksud dari ucapan Sang Guru yang bijaksana.

Sang Guru senang melihat mimik wajah anak muda itu, kemudian berkata lagi : "Jika alat kelamin diletakkan di mulut maka ucapanmu akan dipenuhi oleh kalimat-kalimat jorok dan dapat merendahkan kehormatan dirimu.
Sekarang coba kamu bayangkan jika alat kelaminmu diletakkan di tangan dan kakimu, maka dipastikan kamu tidak akan mampu mengatur dan mengendalikan langkah dan perilakumu..."

Mata anak muda itu menerawang jauh, memikirkan kebenaran ucapan Sang Guru.

Anak muda : "Guru, jadi memang sudah tepatkah letak alat kelamin di bagian tengah tubuh?"

Sang Guru : "Sang Pencipta sengaja meletakkan alat kelamin di bagian tengah tubuh karena alat kelamin itu sangat sensitif terhadap dunia luar. Ia harus selalu terlindungi, karena kevitalannya sangat dibutuhkan bagi regenerasi umat manusia. Fungsi alat kelamin harus benar-benar dijaga, karena penggunaan yang sembrono dan sembarangan dapat merusak kehormatan kaum hawa sebelum waktunya. Jadi... Camkanlah itu wahai anak muda... Sudah pahamkan dirimu..?"

Anak muda mengangguk dengan penuh kepastian. Dia sangat bersyukur mendapat pelajaran yang begitu berharga dari Sang Guru.

Anak muda ini menjadi sangat paham bahwa posisi letak alat kelamin berada di tengah-tengah tubuh, tepatnya di selangkangan semata-mata demi keamanan dan kenyamanan manusia. Tidak seperti sebagian besar hewan, alat kelaminnya terletak di bagian belakang tubuhnya.

Otak manusia secara vertikal (lurus ke atas) berada di tingkat paling tinggi di atas alat kelamin, bertujuan agar otak manusia dapat mengontrol perilaku alat kelamin.

Anak muda : "Bagaimana pendapat Guru, dengan situasi kondisi saat ini, dimana begitu banyak anak remaja yang sangat gampang mengumbar kelamin?"

Sang Guru : "Benar sekali.. Sejujurnya saya sangat mencemaskan hal ini. Generasi muda sekarang sudah tidak mempedulikan harkat dan martabatnya. Semua ini juga tidak terlepas dari peran generasi tua, dalam menciptakan kondisi memalukan seperti demikian".

Sang Guru menghela nafas panjang...

Sang Guru : "Lihatlah, bagaimana generasi tua sekarang berperilaku, termasuk para pejabat, politikus dan pemimpin kita... Mereka dengan gampang mengumbar nafsu birahinya, mengunjungi tempat-tempat maksiat dengan sembunyi-sembunyi, bahkan ada yang sengaja menggunakan topeng sebagai penyamaran. Lihatlah, bagaimana otak mereka selalu dipenuhi oleh pikiran kotor, mengumbar kepornoan dibalik kalimat suci yang sering mereka dengungkan. Mereka itu manusia munafik. Mata mereka menjadi liar ketika melihat sesuatu yang menggairahkan. Mereka bersifat ambivalen, di satu sisi menolak pornografi tapi di sisi lain melakukan tindakan menjurus ke arah pengumbaran nafsu birahi".

Anak muda : "Benar sekali Guru...
Akibatnya begitu banyak terjadi kasus perzinahan, pelacuran, pemerkosaan dan pelecehan terhadap para wanita..."

Sang Guru : "Oleh karena itu, berlakulah bijaksana dalam setiap derap langkahmu. Pikirkan matang-matang, dampak positif dan negatifnya. Niscaya, kelak kamu akan menjadi pemimpin sejati..."

Anak muda itu berjanji akan mengamalkan setiap nasehat Sang Guru.

Menjadi pemimpin sejati, bukan pemimpin yang suka bermimpi jorok atau pemimpin abal-abal.

(Salam Keteladanan - Salam UFO) by Firman Bossini