Apa Arti Dari Cinta Sejati

Apa Arti Dari Cinta Sejati - Suatu pagi, di sebuah rumah sakit, sedang dipenuhi oleh banyak pasien untuk berobat.

Tampak seorang pria tua, berjalan tergopoh-gopoh, menuju ke meja resepsionis suster untuk mendapatkan antrian pengobatan. Kelihatan balutan perban di siku lengan kirinya, menandakan beliau mengalami luka yang cukup serius. Bercak darah merah mulai mengering dan perbannya juga sudah kelihatan menguning, tidak putih lagi.

Suster jaga mempersiapkan berkas administrasi dan meminta sang kakek untuk menunggu antrian sebab masih ada beberapa orang lain yang akan dilayani dokter sebelum sampai kepada gilirannya.

Pria tua tersebut kelihatan gelisah dan sesekali melirik ke arah jam yang tergantung di dinding. Beberapa kali menghela nafas panjang sambil melirik ke arah pintu kamar praktek dokter.

Seorang dokter muda keluar dari kamar, tampaknya hendak ke kamar kecil. Sekembalinya dari sana, sang kakek dengan tertatih-tatih bergerak menuju ke arah dokter.

Kakek : "Bolehkan dokter memeriksa saya terlebih dahulu? Saya sudah terlambat sekali..."

Mimik gelisah begitu nyata terpancar dari raut wajahnya.

Dokter muda tersebut melihat dan mengamati sang kakek dengan penuh keheranan, kemudian berkata lembut : "Kek, semua pasien di sini harus melalui proses antrian. Bisakah kakek menunggu sebentar?"

Kakek tersebut mengangguk pelan, namun senyum tipisnya tidak mampu menyembunyikan kesedihan hatinya.

Seorang ibu muda, menuju ke arah mereka berdiri, lalu berkata : "Dok, silakan menangani kakek ini dulu. Kami semua tidak keberatan kok..."

Ibu yang baik hati ini menoleh ke arah beberapa pasien yang sedang menunggu antrian, seakan meminta pembenaran atas perbuatannya. Semua mengangguk tanda setuju.

Ibu muda : "Kelihatan kakek begitu terburu-buru... Apakah kakek punya janji dengan orang lain?"

Kakek itu menggelengkan kepala : "Tidak... Kakek tidak mempunyai janji dengan orang lain. Kakek hanya memiliki janji dengan diri sendiri.."

Dokter : "Maksud kakek apa? Saya kok tidak mengerti?"

Kakek : "Saya terburu-buru harus pergi ke rumah jompo. Isteri saya sudah menunggu. Saya takut terlambat..."

Ibu muda : "Itu namanya punya janji kek..."

Kakek tersebut bersikeras mengatakan dia tidak memiliki janji dengan isterinya. Semua orang heran melihat tingkah laku sang kakek.

Kakek : "Saya menjumpai isteriku setiap hari karena merupakan kewajibanku. .."

Dokter : "Maksud kakek?"

Kakek : "Isteri tercintaku dirawat di panti karena menderita sakit parah, akibat kepalanya terbentur, beberapa tahun lalu..."

Ibu muda : "Apakah isteri kakek akan marah kalau kakek terlambat datang?"

Kakek : "Isteriku tidak mampu mengenalku sejak empat tahun yang lalu..."

Setitik air mata menetes ke baju kemeja putih yang sudah lusuh dan sedikit koyak di bagian kantongnya.

Semua orang merasa sangat terkejut melihat pernyataan kakek yang begitu setia.

Ibu muda berkata “Kakek masih pergi ke panti setiap hari walaupun istri Kakek sudah tidak mengenali Kakek lagi?”

Dia tersenyum sambil meraih tangan ibu muda : ” Tetapi saya masih mengenali dia bukan?”

Semua orang sangat terharu mendengar ceritanya, dan sebagian menahan air mata hingga Kakek itu pergi meninggalkan rumah sakit….

Sobatku yang budiman...

Sepenggal kisah mengharukan ditunjukkan seorang Kakek yang begitu setia dan tanpa pamrih menemani belahan jiwanya, walau sang Nenek tidak mengenalinya lagi.

Seperti itulah cinta sejati, cinta yang diharapkan semua anak manusia dalam hidupnya. Ingin diperjuangkan dan memperjuangkan, penuh pengorbanan dan tanpa mengharapkan balas jasa.

Cinta sejati tidak memandang usia dan fisik yang sudah renta.

Cinta sejati itu merupakan kesetiaan yag bersumber dari ketulusan dan keikhlasan hati...

(Salam Harmoni - Salam UFO) by Firman Bossini