Andai Aku Jadi Orang Kaya?

Andai Aku Jadi Orang Kaya? - Abece bersama Miyabi sedang menghadiri acara peresmian mobil sport Lamborghini keluaran terbaru. Undangan ini sebenarnya ditujukan kepada ayahnya Miyabi, sebagai perwakilan dari anggota dewan yang terhormat.

Sesampainya di lokasi acara, Abece duduk di kursi yang bersebelahan dengan kursi seorang bankir terkemuka, beberapa pejabat dan pengusaha terkenal. Sementara itu, Miyabi pergi ke meja prasmanan untuk mengambil makanan dan minuman.

Tiba-tiba saja sebuah hape berbunyi keras dengan nada dering kocak, lagunya Oppie Andaresta, "Andai Jadi Orang Kaya". Sontak semua orang memandang ke arah Abece. Karena suara dering berasal dari tempat duduk Abece.

Abece sedikit bingung, mengapa semua orang memandang ke arahnya. Tapi dia segera mengendalikan diri. Tangannya merogoh ke bawah dan mengambil sebuah hape Samsung S7, keluaran terbaru yang belum beredar di Indonesia.

Semua orang terpana dan kagum dengan kehebatan Abece, memiliki hape canggih yang menjadi idaman mereka. Para ibu-ibu, isteri dari pejabat dan pengusaha, berbisik-bisik ke suaminya sambil menunjuk ke arah hape Abece : "Pak, tuh kan sudah keluar hape keren itu. Nanti beliin yah..."

Sementara itu, Abece terlihat tenang sekali mengangkat dan menjawab panggilan hape tersebut. Sebuah suara merdu seorang wanita terdengar jelas oleh semua pengunjung, karena speakernya tidak di-off. Abece tidak tahu cara mematikannya, soalnya hape baru sich...

Wanita : "Hallo Pak... Sedang di acara peresmian mobil Lamborghini kan? Saya mau yang warna merah yah biar kelihatan ngejreng gitu..."

Abece melirik ke kiri dan kanan. Semua pengunjung yang berada di sekitar tempat duduknya tengah mengarahkan pandangan ke arah Abece. Mereka pasti mendengar dengan jelas pembicaraan Abece dengan wanita bersuara indah tersebut.

Dengan pede Abece menjawab : "Oh gitu yah? Baik...baik... Beres itu..."

Suara wanita itu kembali terdengar dengan sedikit manja : "Terus gini Pak. Ehhh... Papa ada waktu khan? Saya punya kabar baik nih..."

Abece menjawab singkat : "Iya.. Ada apa...?"

Wanita : "Gini lo Pak. Tadi sehabis arisan dengan teman-teman di mall, saya melihat ada sebuah kalung berlian berkarat-karat, pokoknya cantik sekali. Harganya lagi diskon setengah harga jadi 75 juta. Boleh yah saya beli, buat acara pesta pernikahan Pak Uud besok... Boleh yaaaa...."

Abece kembali menoleh ke kiri dan kanan, semua pengunjung seakan-akan terpaku dengan percakapan Abece. Mereka melihat sosok Abece dengan rasa kagum.

Abece tidak mau kalah gengsi, lalu menjawab : "Oh... Silakan...silakan... Sekalian kalau ada cincin, anting atau gelang, diambil saja. Yang penting kamu bahagia..."

Wanita : "Makasih sayang... Selain ganteng, kamu juga baik banget. Sayang dech sama kamu...."

Abece : "Hehehe..."

Orang sekeliling Abece mulai berbisik-bisik, ingin tahu lebih jauh tentang sosok Abece, anak muda yang royal dan glamour.

Suara wanita itu terdengar lagi : "Terakhir Pak... Tadi saya jadi pergi ke agen property yang semalam datang ke rumah kita. Saya tertarik dengan sebuah rumah mewah berarsitektur Yunani kuno. Keren banget... Saya suka sekali. Harganya sudah saya tawar jadi 21 M gitu. Udah ada kolam renang, lapangan tenis, ruangan fitness dan taman bunga yang sangat indah. Pasti Bapak tertarik dech. Gimana? Kita ambil saja?"

Kali ini semua orang memandang Abece tanpa berkedip. Isteri-isteri pejabat dan pengusaha, kelihatan berbinar-binar, berharap suaminya dapat meniru gaya Abece.

Abece menyadari hal ini. Dengan mantap Abece menjawab : "Ambil saja... Yang penting kamu senang..."

Wanita : "Asyikkk... Makasih yah Pak. Nanti di rumah saya tunjukin... Udah ya... Bye...bye... Muach...."

Abece menutup perbincangan tadi dan disambut oleh senyum kagum dari para pejabat dan pengusaha di sekelilingnya.

Tidak berapa lama kemudian, Miyabi tiba di tempat duduk Abece sambil membawa dua piring makanan.

Sambil berbisik Miyabi bertanya : "Kok semua orang melihat ke arahmu? Ada apa? Loh, ini hape siapa yang kamu pegang?"

Abece : "Gak tau nih..."

Gubrakkk...

(Salam Cekikik - Salam UFO) by Firman Bossini