Akibat Perang Dingin

Akibat Perang Dingin - Buntut dari Abece menginap di kamar orang tua Miyabi mengakibatkan terjadi perang urat saraf alias perang dingin antara ayah dan ibu Miyabi.

Sudah memasuki hari ketiga mereka tidak saling tegur sapa. Kekerasan hati keduanya berimbas pada kondisi yang tidak kondusif di rumah Miyabi. Nenek Miyabi berusaha untuk meredakan ketegangan di antara anak dan menantunya, namun belum berhasil.

Biasanya, setiap pagi ibu Miyabi membangunkan sang suami untuk bersiap-siap memulai aktifitas sehari-hari, disertai dengan menyediakan sarapan pagi.

Namun akibat aksi berdiam diri, ibu Miyabi sengaja tidak melaksanakan kewajiban hariannya. Imbasnya ayah Miyabi terlambat tiba di kantor selama tiga hari berturut-turut.

Untungnya rapat anggota dewan selalu diwarnai perilaku "jam karet". Janji rapat jam 9 tapi mulainya jam 10 atau jam 11. Hal ini sudah menjadi kebiasaan buruk yang tidak pernah ingin diperbaiki dari tahun ke tahun. Selamatlah ayah Miyabi dari sanksi indispliner walau telat datang.

Nah, untuk kegiatan besok pagi, ayah Miyabi dijadwalkan untuk menghadiri rapat dengan Gubernur pada pukul 08:00 WIB. Khusus dengan Gubernur yang satu ini, tidak boleh ada kata terlambat. Beliau sangat disiplin masalah waktu.

Artinya, besok ayah Miyabi harus bangun lebih cepat lagi. Padahal selama ini ayah Miyabi paling sulit untuk bangun pagi-pagi sekali, kecuali jika dibangunkan oleh sang isteri.

Karena mereka masih marahan dan enggan untuk bercakapan, sedangkan besok harus bangun pagi, maka ayah Miyabi mencari akal agar sang istri mau membangunkannya, tapi tanpa harus berbicara dengan istrinya.

Lalu, ayah Miyabi mengambil secarik kertas putih dan menuliskan sebuah pesan untuk sang istri, "Besok pagi saya ada rapat dengan Gubernur galak, tolong bangunkan saya tepat jam 6 pagi! Harus tepat waktu...!! Jangan sampai telat...!!!".

Kertas yang berisikan pesan penting tersebut diletakkan di atas meja rias sang isteri. Mengapa harus meja rias? Karena sang isteri selalu merias dan merawat wajah di depan cermin meja rias, setiap pagi dan malam hari.

Keesokan harinya, ayah Miyabi terbangun dan mendapati jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Artinya dia terlambat bangun dan pasti tidak dapat menghadiri rapat dengan Sang Gubernur "galak" tersebut.

Seketika naiklah emosi dan tensi ayah Miyabi. Dia segera menghampiri meja rias sang isteri, ingin mengetahui apakah surat penting yang ditulisnya kemarin masih ada di tempat atau sudah raib.

Di atas meja rias, ayah Miyabi menemukan secarik kertas yang berisi tulisan tangan sang isteri sebanyak 4 paragraf :

Pukul 06:00 : "Bangunnn.... Bangunnnn Paaaak...!!! Nanti kamu telat.... Sudah jam 6 pagi.."

Pukul 06:15 : "Bangunnn Pak...!!! Nah kan... Udah telat 15 menit..."

Pukul 06:30 : "Pak.... Bangunnn... Kalau tidak mau bangun, bukan salah saya lagi...!!! Last call...!!!"

Pukul 07:00 : "Ahhh... Sudahlah... Apbolbu... Time out...!!!"

Ayah Miyabi memukul jidatnya sendiri sambil berkata : "Alamak... Aku yang bego atau isteriku yang oon nih...."

Gubrakkk...

(Salam Cekikik - Salam UFO) by Firman Bossini