You Are Special

You Are Special ( Edisi IV : Pengalaman Pribadi ) - Pada suatu ketika, saya didatangi oleh seorang sahabat lama (sebut saja namanya Eddy) yang sedang galau...

Eddy bercerita kepadaku mengenai dirinya yang serba kekurangan dan selalu mendapat cemoohan dari teman-teman dan saudara-saudaranya.

Saking depresinya, dia ingin segera mengakhiri hidupnya. Seorang puteranya akan dititipkan kepadaku atau di panti asuhan, sedangkan isterinya telah lama meninggalkan dirinya.

Eddy merasa dirinya sudah tidak berguna dan tidak memiliki kemampuan apa-apa lagi.

Saya merasa dia sangat "hopeless" (tidak memiliki harapan untuk menjalani hidup ini)...

Saya terdiam...

Pikiranku melayang ke memori masa lalu, tatkala saya juga mengalami kejadian yang mirip dengan yang dialaminya.

Beruntungnya, saya pernah dinasehati oleh sahabatku yang lain dengan perumpamaan sebuah uang kertas Rp 20.000,-, dan hal ini akan saya terapkan kepada Eddy.

Selanjutnya, untuk menyemangati Eddy, sahabatku yang sangat depresi ini, saya mengeluarkan selembar uang Rp 100.000,-

"Apakah kamu menginginkan uang ini?", tanyaku sambil mengacungkan lembaran uang berwarna merah ke hadapannya.

Kemudian saya melanjutkan lagi : "Saya akan memberikan uang ini kepada kamu, tapi perkenankanlah saya melakukan beberapa hal berikut ini".

Saya mulai melipat uang tersebut hingga berbentuk kertas yang berukuran kecil. Saya bertanya lagi : "Apakah kamu masih menginginkannya?"

Eddy melirik ke arah uang tadi sambil mengangguk.

Lalu saya meremas-remas uang tersebut hingga berbentuk bola. Uang kertas yang sebelumnya licin dan rapi, sekarang telah berubah bentuknya menjadi sangat lusuh.

Saya bertanya kembali : "Apakah kamu masih berminat?"

Eddy menganggukkan kepalanya tanda masih berminat dengan uang yang sudah tidak berbentuk lembaran lagi.

"Baiklah.... Apa jadinya bila saya melakukan ini?" ujarku sambil menjatuhkan uang itu ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatu. Meski masih utuh, kini uang tersebut sudah berubah menjadi amat kotor dan tidak mulus lagi.

"Nah, apakah sekarang kamu masih berminat?", tanyaku sambil menyodorkan uang itu.

Eddy masih tetap mengangguk dan mengambil uang tersebut ke dalam genggamannya.

"Sahabatku yang kukasihi, saya baru saja memberikan sebuah pelajaran penting tentang hidup. Apapun yang terjadi dengan uang ini, ternyata kamu masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya. Biarpun lecek dan kotor, uang itu tetap bernilai Rp. 100.000,00."

Dalam kehidupan ini kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, berlepotan kotoran, dilecehkan dan dihina orang bahkan sama sekali tidak dianggap, akibat keputusan yang kita buat dan kondisi yang menerpa kita. Dalam situasi seperti ini, kita merasa tidak berharga dan tiada berarti lagi.

Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, kita tidak akan pernah "kehilangan nilai" di mata mereka yang mencintai kita, terutama di mata Tuhan.

Percayalah...

"Kamu adalah salah seorang yang sangat spesial di mataku...!!!", saya berkata sambil memeluk sahabatku dengan sangat erat.

Quote : "Butterflies don't know the colour of their wings, but human eyes know how beautiful they are. Likewise, you don't know how good and noble you really are, but others can see that you are special"

<Seekor kupu-kupu tidak pernah tahu warna dari sayap mereka, tapi penglihatan manusia mengetahui betapa indahnya warna sayap kupu-kupu. Demikian juga dengan dirimu yang tidak mengetahui betapa baik dan mulianya dirimu, tetapi orang lain akan dapat merasakan bahwa kamu adalah seorang yang spesial>

(Salam Super Spesial 2007 - Salam UFO) by Firman Bossini