Suamiku Memang Romantis

Suamiku Memang Romantis (Edisi 5 : Pengalaman Pribadi) - Dalam suatu acara makan malam bersama isteriku dan temannya (Serix), saya memperoleh sebuah "jackpot" (baca : kejutan) yaitu rasa malu yang lumayan memerahkan seantero wajahku...

Sebenarnya saya enggan ikut serta dalam acara makan malam ini karena saya yakin akan menjadi "patung hidup" karena bakal tidak bisa mengikuti arah pembicaraan mereka berdua.

Kami bertiga begitu asyik-menikmati santap malam disertai dengan guyonan ringan.

Awalnya saya berusaha mengikuti obrolan mereka, namun akhirnya saya "mengundurkan diri" dan mulai menyibukkan diri untuk berselancar di dunia maya.

Tidak berapa lama kemudian, saya mulai "beraktifitas", mencoba menulis artikel yang nantinya akan dibagikan kepada sobat-sobat fb-ku.

Saat sedang serius berimajinasi, secara tidak sengaja, saya mendengar mereka berdua mulai berbicara perlahan sekali, mirip seperti sedang berbisik.

Naluri kelelakianku muncul, dan ingin menguping apa yang sedang mereka perbincangkan.

Dalam hati saya berkata : "Mungkin saja mereka sedang berbicara tentang mantan-mantan mereka".

Rasa penasaran yang muncul, membuatku menghentikan sejenak kegiatan menulis (walaupun tetap berpura-pura mengetik sesuatu), sembari melebarkan daun telinga dan menajamkan indera pendengaran sampai level tertinggi.

Sayup-sayup saya mendengar pembicaraan sebagai berikut :

Serix : "Apakah suami kamu seorang yang romantis?"

Isteriku menoleh ke arahku (saya menunduk, pura-pura sedang mengetik) sambil berkata : "Tentu saja dia sangat romantis...hehehe..."

Serix : "Kok kamu ketawa? Kamu yakin suamimu itu romantis?"

Isteriku : "Absolutely sure..."

Serix : "Emangnya ada hal yang sangat berkesan yang telah dilakukan suamimu kepadamu?"

Sambil tersenyum simpul, isteriku berkata : "Oh, ya... Masih melekat di ingatanku, ketika dia memberikan sekuntum bunga mawar putih secara tiba-tiba..."

Serix : "Woww...so sweet... Di mana kejadiannya?"

Isteriku : "Ketika kami sedang berekreasi bersama keluarganya di Mikie Holiday Hotel, di kota Brastagi. Di dalam restoran, suamiku memberikan sekuntum bunga, di hadapan saudara-saudaranya..."

Serix : "Bisa romantis juga yah suamimu itu... Dari tampangnya, dia seperti orang yang serius..."

Isteriku : "Hmmm... Gak begitu kok... Bunganya sangat indah, tapi...."

Isteriku menghentikan sejenak perkataannya untuk menghela nafas.

Saya sempat melirik ke arah isteriku melalui ujung mata, tentunya tanpa sepengetahuan mereka berdua.

Isteriku tidak menunjukkan muka marah, melainkan tetap tersenyum simpul.

Serix : "Mengapa ada kata tapi...?"

Isteriku : "Sebelumnya, suamiku meminta uang receh lima ribu rupiah, untuk diberikan kepada waiter, karena dompetnya ketinggalan di kamar. Saya sama sekali tidak curiga, karena merupakan hal yang wajar untuk memberikan tips kepada waiter yang ramah..."

Serix : "Terus...?"

Isteriku : "Akhirnya saya tahu, bahwa bunga mawar tadi seharga dengan uang tips kepada waiter tadi, yaitu seharga lima ribu rupiah..."

Serix : "Kok kamu bisa tahu?"

Isteriku : "Ketika hendak kembali ke kamar setelah usai bersantap malam, saya melihat beberapa kuntum bunga di dekat meja resepsionis, yang mirip sekali dengan bunga yang diberikan suamiku. Lalu saya menanyakan kepadanya tentang asal usul bunga pemberiannya".

Serix : "So, apa jawaban suamiku.,."

Isteriku : "Suamiku mengakui bahwa tadi dia melihat beberapa kuntum bunga indah, dia meminta kepada waiter, dan diperbolehkan untuk mengambil sekuntum saja. Terus bunga ini diberikan kepadaku sebagai surprise (kejutan). Jujur saja, saat itu saya merasa terharu dan senang sekali..."

Serix : "Setelah tahu kejadian sebenarnya, apa reaksi suamimu...?"

Isteriku : "Suamiku pasti malu dong... Mau memberikan kejutan sekuntum bunga untuk pujaan hatinya, namun akhirnya ketahuan bahwa bunga itu seharga 5000 (imbalan tips kepada waiter) dan lucunya, menggunakan uang pasangannya...."

Serix : "Kamu marah...?"

Isteriku : "Ya nggak lah. Dipikir-pikir malah lucu sendiri. Kejutannya secara tidak sengaja dapat terbongkar...Akhirnya kami berdua malah tertawa bersama-sama..."

Serix : "Iyaaa...iyaaa.... suamimu memang pria paling romantis sedunia... Tapi... Ujung-ujungnya malah jadi gokil banget... Hahaha..."

Setelah itu mereka berdua secara bersamaan melirik ke arahku sambil tersenyum-senyum...

Saya pura-pura tidak mengerti apa yang mereka tertawakan...

Sepanjang jalan pulang, saya berusaha tenang dan seperti tidak terjadi apa-apa.

Hmmm...

Setiap kali mengingat kejadian bunga mawar putih seharga uang tips, kami berdua pasti akan tergelak dan tertawa bersama-sama...

Sebuah pengalaman pribadi yang tidak terlupakan...

Quote : "Jika ingin memberikan hadiah kepada pasangan, mohon sebisa mungkin menggunakan uang sendiri, jangan meminjam atau meminta dari pasangan".

*Juni 2013*

(Salam Tengsin - Salam UFO) by Firman Bossini