Polemik Hari Valentine

Polemik Hari Valentine - Hari Valentine jatuh setiap tanggal 14 Februari, sudah diidentikkan sebagai hari kasih sayang sedunia.

Namun, banyak juga orang yang tidak mempedulikan hari spesial ini karena menganggap untuk meluapkan rasa kasih dan sayang tidak hanya dilakukan pada Hari Valentine saja. Kapan dan dimana saja, kita bisa berkasih-kasihan dengan pasangan kita...

Yang menjadi persoalan, ketika ada sebagian pemuka agama (dari berbagai agama) melarang para kawula muda (umatnya) untuk merayakan Hari Valentine.

Alasan mereka karena Hari Valentine itu lebih condong ke acara hura-hura, maksiat dan seks bebas ala barat.

Saya sendiri kurang suka dengan sesuatu yang berbau barat, terutama makanannya, karena tidak selera dengan lidahku.

Namun, tidak serta merta saya menjadi seorang yang anti barat. Saya ambil yang baiknya saja, yang tidak cocok, saya tinggalkan. Contohnya, facebook ini lebih banyak manfaatnya, makanya setiap hari saya gunakan untuk ajang berbagi kepada sobat-sobat sekalian.

Jangan sampai perintah para pemuka agama yang mulia, akan dianggap sebagai angin lalu, seperti dahulu pernah mengharamkan rokok, namun tidak berjalan seperti harapan para pemuka agama. Dan, kenyataannya pecandu rokok malah semakin bertambah banyak.

Menurut pendapat pribadiku, biarkan saja bagi yang mau merayakan, tidak perlu dilarang-larang. Toh mereka sudah dewasa untuk mengartikan apa itu arti kasih sayang yang sebenarnya.

Seperti anak kecil, makin dilarang mereka malah makin penasaran.

Untuk berbuat negatif, banyak sekali informasi yang bisa mereka dapatkan, terutama dari media online yang tidak berfilter. Inilah dampak era globalisasi.

Meniru dengan membabi buta dan dapat merusak keimanan, itu yang harus dicegah. Ambil saja sisi positifnya...

Di sinilah, peran penting para orang tua untuk memberi pengetahuan yang lebih luas tentang apa itu cinta dan kasih kepada buah hati mereka yang beranjak remaja.

Kekhawatiran yang muncul jika nantinya akan terjadi perbuatan maksiat atau seks bebas, sekali lagi, memang sangat beralasan.

Namun, sadarkah kita bahwa setiap perbuatan yang dilarang Tuhan itu, tidak lagi memandang waktu dan tempat. Kapan dan dimana saja, jika ada niat dan kesempatan, kejahatan itu dapat terjadi, bak kata "Bang Napi".

Hari Valentine itu hanyalah sebuah momentum. Anggap saja Hari Valentine ini sebagai waktu untuk memperbaharui kasih sayang kepada pasangan masing-masing.

Merayakan Hari Valentine selama berpijak pada jatitidiri sebagai orang timur dan sebagai umat beragama yang menjunjung tinggi moralitas adalah bukan hal yang salah.

Hari Valentine itu cuma sehari dalam 365 hari. Jangan khawatir jika sampai melewatkannya, karena masih ada 364 hari buat kita untuk mengumbar bunga-bunga cinta untuk pasangan kita.

Selamat Hari Valentine bagi yang berniat merayakannya....

Bagi saya, tiada hari tanpa Hari Valentine...

(Salam Kasih Sayang - Salam UFO) by Firman Bossini