Pak Jokowi Itu Manusia Biasa Yang Beruntung Atau Manusia Super-Pintar?

Pak Jokowi Itu Manusia Biasa Yang Beruntung Atau Manusia Super-Pintar? - Beberapa waktu lalu, adik bungsu saya pulang kampung ke Medan dalam rangka merayakan hari raya Imlek.

Sudah 16 tahun, dia berdomisili di negara Singapura seorang diri sejak menyelesaikan pendidikan di bangku SMA.

Banyak sekali yang kami bicarakan, terutama masalah perekonomian global, yang cenderung berjalan melambat.

Timbul pikiran "iseng" untuk menanyakan pendapatnya mengenai Presiden Jokowi.

Saya ingin sekali melihat bagaimana pandangannya terhadap pemerintahan sekarang dari kacamata seorang ekonom luar yang sehari-hari berkecimpung dengan bursa saham dunia.

Sejujurnya, saya tidak akan mempedulikan jawaban darinya yang mungkin tidak akan memuaskan diriku. Sebab saya maklum, dia bukanlah seorang politikus atau pengamat politik. Dan sepengetahuan diriku, adikku tidak menyukai politik.

Namun, ternyata jawabannya cukup mencengangkanku, untuk ukuran orang yang tidak suka politik...

Menurutnya, ada dua kemungkinan gambaran dari sosok seorang Jokowi :

(1) Seorang yang biasa-biasa dan kebetulan beruntung dengan situasi yang saat ini mulai berpihak kepadanya.

Jokowi menjalankan roda pemerintahan laksana air yang mengalir, persis seperti pikiran orang ndeso yang hidupnya hanya diisi dengan aktifitas bekerja untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya.

(2) Seorang yang pintar men-design rencana hingga jauh ke depan, melalui strategi "wait, see and hit"

Saya berpura-pura tidak mengerti maksud jawabannya, padahal saya tahu kemana arah jawabannya, hanya sekadar untuk memastikan cocoknya jawaban kami berdua.

Begini penjelasannya :

Pada awal-awal pemerintahannya, seorang Jokowi memiliki posisi yang "amat lemah".

Selain bukan seorang ketua parpol, juga disebabkan kursi parlemen yang masih dikuasai oleh KMP, kelompok oposisi yang berseberangan dengannya. Padahal posisi Jokowi adalah sebagai presiden yang notabene adalah kepala negara / pemerintahan dan merupakan panglima dari seluruh kesatuan bersenjata.

Belum lagi, munculnya rongrongan yang berasal dari intern KIH, berupaya mendikte dan memaksa Jokowi agar menempatkan orang yang dekat dengan parpol KIH untuk duduk di berbagai jabatan-jabatan strategis ring-1.

Ditambah lagi dengan kelakuan para haters dan pendukung fanatik dari Prabowo yang jelas-jelas sangat memojokkan, menghina dan melecehkan dirinya.

Namun, Jokowi diam saja dan tidak bergeming...

Jokowi tidak meladeni semua "rengekan" parpol KIH (mengulur-ngulur waktu) maupun kritikan para haters yang bakal menghabiskan banyak energi.

Jokowi mengabaikan semua lontaran "batu kerikil" melalui slogan "kerja dan kerja". Men-trigger para menteri untuk bekerja sekuat mungkin, sehingga dapat menepis isu "bagi-bagi kursi".

Perlahan demi perlahan, dengan langkah pasti, Jokowi mulai menyusun kekuatan, merangkul para "petarung berani mati yang cerdas" serta menempatkan orang-orang pilihan yang berkompeten di tempatnya masing-masing.

Lihat saja bagaimana seorang Luhut Panjaitan maupun Teten Masduki, ditempatkan di posisi yang paling kuat pengaruhnya di antara semua pembantu-pembantunya.

Jokowi juga membiarkan para pembantunya "mengaduk-aduk" beberapa parpol KMP (PPP dan Golkar), memecah belah menjadi dua kubu, untuk melemahkan kekuatan KMP di parlemen. Dan misi ini berjalan dengan sukses...!!!

Jokowi mulai berani menolak pengaruh para elit politik KIH dengan alasan sebagian besar rakyat tidak mendukung kebijakan ini. Contoh paling anyar, saat Jokowi menolak Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri.

Terbukti saat ini, satu persatu parpol KMP, mulai merapat ke dalam barisan pendukung pemerintah.

"Saya tidak yakin, jika ada tokoh di Indonesia yang sanggup melakukan hal seperti ini dengan begitu smooth dan elegan", kata adikku.

Sedikit demi sedikit, magnet Jokowi mulai bekerja untuk menarik para lawan politiknya menjadi pendukungnya.

Kekuatan magnet Jokowi juga pasti semakin perkasa untuk menarik para haters menjadi seorang Joman (Jokowi Mania).

Dalam beberapa waktu ke depan, baik secara nyata maupun diam-diam, akan muncul gelombang eksodus para haters menjadi "Joman", dan menyisakan para haters abadi yang pikirannya sudah berkerak tanpa dapat dibersihkan oleh pembersih apapun juga.

Diprediksi, pertengahan tahun depan, setelah memiliki kekuatan yang sangat mumpuni, Jokowi akan membuat beberapa gebrakan yang akan membuat mata kita terbuka lebar-lebar akan niat suci beliau membangun Indonesia yang mandiri dan disegani negara-negara lain di dunia.

Diantaranya, "mematikan" para koruptor penghisap uang negara, memanjakan rakyat dengan pemenuhan kebutuhan hidup dan fasilitas transportasi yang lebih merata serta menyempurnakan sistem perpolitikan nasional yang akan melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berakhlak baik dan anti KKN.

Dan, dari uraian di atas, jelas tersirat, bahwa sosok Jokowi memang adalah manusia pintar, manusia super, bukan manusia biasa yang kebetulan sedang beruntung.

Analisa yang sederhana, namun persis seperti yang ada dalam pikiran saya...

Cucok bro...

(Salam Joman - Salam UFO) by Firman Bossini