Manisnya Coklat Masih Terasa

Manisnya Coklat Masih Terasa - Seorang nenek berusia lanjut terbaring lemah di sebuah rumah sakit yang cukup modern.

Terlihat seorang gadis muda selalu menjenguk sang nenek setiap hari dan menghabiskan waktu berjam-jam bersamanya.

Dengan sangat telaten dan penuh kesabaran, gadis muda berkacamata minus itu menyuapinya, membersihkan badannya, menyisir rambut putihnya, memakaikan baju cantik serta membimbing sang nenek berjalan-jalan di taman kecil di seputaran rumah sakit.

Setelah dirasa sudah cukup puas, barulah gadis tersebut membawa sang nenek kembali ke kamarnya dan membaringkan sang nenek dengan penuh kehati-hatian.

Sebelum meninggalkan sang nenek, gadis itu masih sempat bercengkerama diiringi oleh suara terkekeh-kekeh khas seorang nenek-nenek.

Kelihatan sekali sang nenek begitu bahagia...

Gadis muda tersebut selalu memberi pesan kepada suster yang berada di rumah sakit untuk merawat sang nenek dengan sebaik-baiknya sembari meninggalkan nomor telepon yang bisa dihubungi jika sang nenek memerlukan dirinya.

Suatu ketika, saat suster sedang memberikan obat kepada sang nenek, suster tersebut berkata : "Sungguh beruntung nenek punya seorang anak yang sangat berbakti dan menyayangi nenek dengan sepenuh hati. Sejak nenek tinggal di sini, tidak pernah sekalipun anak nenek lupa untuk mengunjungi nenek dan merawat nenek".

Sang nenek menatap mata suster itu sejenak, kemudian memejamkan kedua matanya.

Dengan nada sedikit bergetar, sang nenek berkata : "Bukan begitu... Gadis cantik itu bukanlah anakku. Saya memimpikan seandainya dia benar-benar adalah anak saya. Sebenarnya dia adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan".

Mata sang nenek menerawang ke langit-langit kamar, lalu melanjutkan ceritanya : "Saya mengenal kedua orang tuanya. Peristiwa kecelakaan tragis ketika dia berumur 10 tahun, telah menewaskan kedua orang tuanya. Setiap hari dia menangis dan sangat terpukul dalam kedukaan yang begitu mendalam".

Sang nenek terdiam sejenak....

Setelah menghela nafas panjang, sang nenek melanjutkan kembali : "Setiap hari saya menghiburnya dan mengajaknya bermain. Kegemarannya akan coklat yang manis, membuatku setiap hari membelikan sebungkus coklat untuknya. Kejadian ini berlangsung hampir dua tahun, hingga akhirnya dia meninggalkan kampung kelahirannya untuk mengikuti pamannya ke kota lain. Ternyata sang paman menitipkan gadis ini ke panti asuhan karena harus bekerja ke luar negeri".

Beberapa suster masuk ke kamar untuk mengecek kondisi sang nenek. Akhirnya para suster turut mengikuti cerita sang nenek dengan seksama.

Sang nenek melanjutkan : "Waktu berlalu dengan sangat cepat... Saya sendiri lupa, sudah berapa lama tidak berjumpa dengannya. Setelah suami saya meninggal, tiba-tiba dia hadir dan mengunjungi rumahku. Saya sangat senang dan terhibur... Kesendirianku sedikit terobati dengan kehadirannya setiap hari, hanya untuk memastikan saya baik-baik saja. Ketika kondisi fisik saya sudah mulai menurun, gadis muda yang sudah saya anggap sebagai anak itu, mengajak saya tinggal di rumahnya.

 Setiap bulan dia membawa saya untuk mengecek kesehatan ke rumah sakit ini. Hingga akhirnya dokter memberitahu kami, bahwa untuk sementara waktu saya harus tinggal di rumah sakit".

Sang nenek tersenyum, lalu berkata dengan lirih : "Dia mengiyakan permintaan dokter. Menurutnya yang paling penting saya harus sehat kembali seperti sedia kala".

Beberapa suster yang berada di dalam kamar ada yang menitikkan air mata karena merasa terharu.
Sang nenek melanjutkan : "Saya pernah bertanya kepadanya, 'mengapa kamu menyusahkan diri untuk mengurus saya padahal saya tidak memiliki hubungan kekerabatan denganmu?’ Suster-suster sekalian di sini pengen tahu apa jawabannya?"

Semua suster serentak menganggukkan kepala.

"‘Manisnya coklat masih terasa di mulut saya, Nek.”

_____________________________
Sebagai makhluk sosial yang senang membantu sesama, kita tidak boleh mengharapkan pamrih ketika ingin berbuat kebaikan.

Jangan memikirkan untung atau rugi ketika memiliki kesempatan untuk membantu orang yang sedang dilanda kesusahan.

Percayalah...
Setiap perbuatan baik yang kita lakukan dengan tulus dan ikhlas, pasti akan dibalas dengan cara dan perlakuan yang berbeda oleh Tuhan Yang Maha Adil...

(Salam Pencerahan - Salam UFO) by Firman Bossini