Kantong Plastik Berbayar

Kantong Plastik Berbayar - Tanpa kita sadari, kebiasaan yang menyepelekan hal-hal kecil ternyata berdampak cukup luas bagi kepentingan lingkungan sekitar.

Kantong plastik yang sudah bersahabat dengan kehidupan sehari-hari, jika penggunaannya terlalu berlebihan dapat berdampak negatif bagi kehidupan lingkungan ekosistem.

Bahan plastik baru bisa terurai antara 500-1000 tahun ke depan.

Bisa dibayangkan, jika sampah plastik terus menerus dihasilkan, tidak tertutup kemungkinan, suatu saat tanah yang kita pijak bukan lagi tanah coklat yang berguna bagi tumbuhan dan hewan tanah lainnya, melainkan sudah berlapiskan plastik.

Memang pernyataan di atas terlalu ekstrim...

Namun kita harus menyadari, bahwa dampak penggunaan kantong plastik sudah sedemikian parah.

Saat ini banyak tempat umum sudah menyediakan beberapa alternatif tempat pembuangan sampah, diantaranya tempat pembuangan sampah berbahan plastik dan sejenisnya.

Banyak yang mengabaikan atau menyepelekan himbauan ini...

Padahal kepatuhan kita, juga demi keberlangsungan hidup kita yang lebih nyaman...

Bersamaan dengan Hari Peduli Sampah Nasional, mulai 21 Februari 2016, ada 22 kota akan menerapkan peraturan kantong plastik berbayar.

Jadi, setiap kali kita melakukan pembelian barang atau belanjaan di pasar tradisional maupun di retail-retail modern, maka kita tidak bisa lagi mendapatkan kantong plastik secara gratis. Harus beli dulu dengan harga bervariasi mulai dari 1500-5000 tergantung kebijaksanaan masing-masing daerah. (Info terakhir beberapa retail modern mengenakan biaya Rp 200,- per satu buah plastik...)

Jujur saja, kebijakan yang baik ini, pasti akan mendapat resistensi (penolakan) dari banyak pihak, yang sudah terbiasa dengan mudahnya memperoleh kantong plastik secara gratis.

Jadi teringat dengan upaya pemerintah dahulu yang "memaksa" para pengguna jalan menggunakan helm. Walaupun ada penolakan maupun ketidakpedulian dari sebagian pengguna jalan, namun akhirnya kebijakan ini, boleh dikatakan saat ini sudah berjalan dengan sukses.

Kadang untuk membentuk kebiasaan baik harus ada unsur punishment (hukuman) dan harus dipaksa terlebih dahulu.

Mari kita dukung gerakan mengurangi pemakaian plastik dengan menyediakan tas belanjaan yang bisa dipakai berulang-ulang, bisa dicuci dan ramah lingkungan.

Mari selamatkan lingkungan yang kita huni dengan perbuatan dan perilaku yang baik...

(Salam Harmoni - Salam UFO) by Firman Bossini