Ilmu Kira-Kira

Ilmu Kira-Kira - Jangan mengira di balik senyum tawa foto seseorang di facebook atau di medsos lainnya, mencerminkan orang tersebut selalu tersenyum dan ceria dalam kesehariannya.
Padahal di balik itu semua, barangkali saja orang tersebut sedang murung, sedih, galau atau hidupnya sedang terpuruk.

Jangan mengira seorang motivator hebat yang gemar memberikan motivasi dan wejangan hidup kepada banyak orang, mencerminkan sang motivator itu selalu bahagia, tidak pernah marah / jengkel atau selalu harmonis dengan pasangannya.
Barangkali di balik semua itu, hidup sang motivator sedang "kacau balau" atau sedang "perang dingin" dengan pasangannya.

Jangan mengira dibalik kebisuan seseorang dalam heningnya, mencerminkan dia tidak pernah mengeluh.
Barangkali di balik semua itu, dia sering berdoa menumpahkan semua keluh kesah, amarah dan kegalauan hidup serta memohon kekuatan dari Tuhan.

Jangan mengira seseorang yang kelihatan hebat, bakal memiliki hidup yang sukses.
Barangkali di balik semua itu, dia sering mencurahkan semua kesulitan dan penurunan semangat hidup dalam sebuah buku hariannya.

Jangan mengira seseorang yang bergelimpangan harta kekayaan, kemapanan, kesuksesan, jabatan terhormat maupun popularitas akan membebaskan orang tersebut dari problematika kehidupan.
Barangkali di balik semua itu tersimpan surat hutang di sana-sini, kehidupan yang terkungkung dan jiwa yang depresi / stress.

Jangan mengira seseorang yang kelihatan agamis, rajin beribadah dan selalu berpakaian yang layak menurut ajaran agamanya merupakan orang yang baik, tenggang rasa, anti KKN dan mampu menghadapi semua godaan negatif duniawi.
Barangkali di balik semua itu, dia malah selalu berbuat jahat, menipu, berkhianat, berkata dusta, korupsi dan seorang yang bermuka dua alias munafik.

Sebaliknya...

Jangan mengira orang yang bertampang jahat dan "bertatto"adalah seorang maling atau perampok yang kejam.
Barangkali di balik semua itu, dia adalah manusia berhati mulia. Atau bahkan adalah pahlawan bagi orang lain.

Jangan mengira orang yang lemah atau cacat adalah orang yang selalu menangisi kehidupannya dan minta dikasihani.
Barangkali di balik itu semua, dia adalah orang yang kuat dan tegar.

Dan...

Jangan mengira Tuhan tidak menyayangi umatnya atau menjauh dari hidup seseorang ketika seseorang selalu mendapat cobaan masalah yang tiada hentinya, padahal sebenarnya Tuhan sedang mencoba menguatkan iman dan ketaqwaannya.
_____________________________

Dalam lika-liku kehidupan yang penuh dengan beragam tabiat dan perilaku manusia, janganlah kita menjadi seorang yang "berkacamata kuda" dan gampang menilai seseorang hanya melihat dari sisi luarnya saja.

Sering kali, kita dikelabui oleh pandangan mata, kemudian mengambil kesimpulan berdasarkan asumsi, persepsi, prasangka dan sudut pandang yang sepihak karena tidak jarang apa yang terjadi bukanlah yang sesungguhnya terjadi.

Sobat-sobatku yang budiman...

Gunakan akal budi dan kebijaksanaan yang dimiliki untuk melihat dan menilai tentang sesuatu hal.

Janganlah terpaku kepada "ilmu kira-kira" yang sesat.

Jadilah seorang hakim yang mampu mengejawantahkan semua arti, nilai dan hakikat kehidupan.

Berwujudlah menjadi sebuah neraca / timbangan kehidupan yang adil dan mulia, yang telah "ditera" oleh Sang Maha Pencipta, melalui petunjuk yang diberikan oleh-Nya tatkala kita sedang "bermanja-manja" dengan-Nya.

(Salam Kebijaksanaan - Salam UFO) by Firman Bossini