Haiii Ganteng...Mampir Donk...

Haiii Ganteng...Mampir Donk... ( Edisi 6 - Pengalaman Pribadi ) - Pernah satu saat, di masa muda dulu, saya senang memanjakan diri di salon, sekadar untuk memangkas rambut atau creambath.

Kalau sekarang, saya malas banget ke salon, lama bok prosesnya. Kalo di tukang pangkas, sret... srett... srettt... langsung jadi dech...

Salon "Rna" yang menjadi tempat favoritku dulu merupakan "salon resmi", bukan salon esek-esek dan bukan juga salon yang menyediakan acara pijat-pijat plus-plus.

Namun karyawan yang bekerja di sini sebagian besar adalah kaum waria...

Pemilik salon yang bernama sama dengan nama merek salon (saya sebut saja : Rna) juga seorang waria yang berpenampilan sudah mirip dengan seorang wanita tulen.

Gaya Rna cukup feminim dengan suara lembut halus menggoda. Pokoknya kalau sudah berbicara dengannya, ditanggung pasti betah.

Pertama kali datang ke salon Rna, saya langsung "ditangani" oleh Rna. Aroma tubuhnya yang harum dan penampilan yang sexy, membuatku mengira Rna adalah wanita asli.

Setelah berbincang-bincang dengannya, saya baru ngeh bahwa Rna dulunya seorang laki-laki dan sudah melakukan operasi permak wajah dan tubuh di Thailand.

Tangannya sangat cekatan dalam menggunakan peralatan pangkas dan kemampuannya "mengiris-iris" rambutku yang munpuni. Jujur saja, potongan rambut yang dihasilkannya cucok dengan seleraku.

Sebulan lebih kemudian, saya kembali datang untuk merapikan rambut yang sudah lumayan gondrong.

Sang pemilik, Rna langsung menyambut kedatanganku dan menyuruhku untuk menunggu, karena dia sudah hampir selesai melayani pelanggannya, seorang ibu muda yang berumur tiga puluh tahunan.

Setelah pekerjaannya selesai, Rna mempersilahkan saya untuk duduk di kursi yang sudah dibersihkannya.

Yang sungguh mengherankan diriku, tatkala Rna "berhasil" mengulang hampir semua pembicaraan kami sebulan yang lalu, termasuk mengucap ulang beberapa nama orang (temanku) dan nama-nama tempat (wisata), seperti yang pernah kami bincangkan dulu.

Akhirnya saya baru menyadari, daya ingat para kaum waria, memang sangat hebat. Ini juga saya buktikan dari beberapa temanku dulu yang juga berasal dari kaum waria.

Kejadian terus berulang, hingga pada pertemuan yang ketiga, keempat dan seterusnya (kalau tidak salah sampai keenam). Saya selalu "iseng" menguji daya ingatnya..

Hingga pada suatu malam, ketika saya berjalan melintasi di depan salon yang sudah tutup itu, terdapat beberapa orang pegawai, termasuk sang pemilik salon, Rna.

Mereka berempat sedang duduk santai dan kelihatannya sedang bercengkerama di antara sesama mereka dengan obrolan yang kocak. Terdengar juga suara canda tawa yang lucu. Ada yang bersuara nyaring dan ada juga yang bersuara nge-bass.

Rna menyiuliku, diiringi oleh rentetan suara cekikikan mereka.

Saya melambaikan tangan dan tersenyum, karena sebelumnya kami memang sudah saling kenal.

Salah satu pegawai Rna meneriakiku : "Haiii Ganteng.... Mampir donk..."

Saya cuma tersenyum...

Rna : "Bro, mau kemana? Mari gabung donk ke sini..."

Saya : "Sorry yah, saya mau beli makan malam dulu. Udah lapar nih. Mau pesan...?"

Rna : "Gak bro, kami sudah makan. Malam ini kalau tidak ada kegiatan, mampir donk ke sini..."

Seketika saya tersentak...

Seperti ada bisikan halus dari naluriku untuk mengingatkan diriku, "Hai anak muda, hati-hati dengan ajakan mereka...."

Akhirnya saya menjawab ajakan Rna dengan tersenyum sambil berkata : "Kayaknya tidak bisa boss. Kebetulan malam ini saya ada kerjaan..."

Beberapa kali, hingga beberapa bulan ke depan, mereka tidak pernah bosan untuk mengajakku bermain di kediaman mereka.

Untung saja, saya tetap teguh untuk menolak, padahal sebenarnya mereka itu termasuk teman yang enak diajak ngobrol dan tidak ribet.

Jikalau sekali saja saya ikut "bercengkerama" bersama mereka, mungkin saja peristiwa artis Si Ipul yang mencabuli seorang pemuda tanggung berusia 17 tahun, beberapa hari yang lalu, bakal menimpa diriku.

<Sudah saya duga sejak dulu, perilakumu Pul.... Aktingmu emang keren di balik layar kaca maupun di dunia nyata. Bersembunyi di balik ucapan dan pakaianmu yang agamis.
Bertobatlah...!!!>

Dan mungkin saja, di usiaku yang masih belia dulu, saya akan lebih dini mengenal namanya eye shadow, lipstik, maskara, blast on, wig, oral, anal, obat dan silikon.

Untung saja...

NB :
- Saya sama sekali tidak memusuhi kaum waria, sama sekali tidak...!!!
- Saat ini, saya masih memiliki teman yang berorientasi penyuka sesama jenis.
- Namun, saya tidak akan berani mencoba untuk masuk ke dalam lingkungan "tempat tinggal" mereka.
- Kalau mau ketemuan, saya akan pilih tempat netral dan ramai.

•••Juni 1996•••

(Salam Capcuss - Salam UFO) by Firman Bossini