Duck Face, Jempol Like Facebook dan Tulisan Berkualitas?

Duck Face, Jempol Like Facebook dan Tulisan Berkualitas? - Saya percaya bahwa kualitas tulisan tidak selalu ditentukan oleh banyaknya jempol yang singgah di status yang dibuat oleh seseorang. Karena jempol yang tersemat, tak menjamin bahwa si penyemat jempol itu benar-benar telah membaca keseluruhan isi status yang dibuat. Bahkan tak jarang, mereka langsung meng-klik tanda jempol tanpa membaca lebih dulu isi tulisannya. Bisa jadi itu mereka lakukan hanya untuk membalas kebaikan si pemilik status yang sebelumnya mungkin sering menyematkan jempol juga di status mereka.

Saya menangkap keganjilan ini saat saya melihat beberapa posting foto dengan gaya narsis kekinian (duck face atau wajah yang dibuat seimut mungkin) yang mendapatkan jempol hingga ratusan, sementara di sisi lain, saya menemukan beberapa tulisan teman-teman yang menurut saya sangat kreatif dan bagus tetapi justru sepi jempol.

Hal yang kemudian membuat saya merasa perlu mengangkat topi kepada teman-teman saya yang telah membuat tulisan kreatif dan bagus ini adalah karena mereka tak pernah mempedulikan apakah tulisan mereka akan dilike atau tidak, dikomen atau tidak, oleh orang lain. Yang mereka tahu, mereka menulis apa yang ingin mereka tulis. Meski menurut mereka, itu mungkin hanya luapan uneg-uneg belaka, sekadar menuliskan apa yang terlintas di kepala, tapi bagi saya tulisan mereka seperti sebuah pelajaran berharga yang didapat tanpa ada harga yang harus dibayar sebagai imbalannya.

Pada akhirnya sayalah yang kemudian menjadi pihak yang diuntungkan dalam hal ini karena mendapat kesempatan untuk bisa membaca karya-karya bagus mereka setiap hari di beranda saya dan memperoleh pengalaman yang luar biasa karena bisa belajar juga dari tulisan-tulisan mereka. by Jie Rolu...
Terima kasih kepada teman-teman yang telah mendedikasikan hati dan pikirannya ke dalam tulisan. Senang bisa mengenal kalian.