Cinta Sejati

Cinta Sejati -  Tidak jarang bagi kita mendengar ungkapan dari para pria lajang : "Saya akan menikah setelah saya mapan. Jika belum mapan, saya takut anak dan isteriku kelak akan menderita dan sengsara".

Atau barangkali kita sendiri, saat ini, yang berpendapat seperti kalimat di atas.

Keputusan para pria untuk melajang lebih lama karena alasan ekonomi, tidaklah salah.

Setelah memiliki rumah dan mobil pribadi serta mempunyai penghasilan yang tinggi, barulah berpikir untuk menikah. Bekerja lebih keras dan menabung demi masa depan keluarga kecil adalah tindakan yang terpuji.

Namun....

Ketika kemampanan itu sudah datang, banyak pria lajang sering terjebak kepada situasi dimana akan datang begitu banyak wanita dari berbagai usia, yang bersedia menjalani kehidupan bersama dengannya.

Perubahan perilaku bagi sebagian wanita yang menghambakan materi dan bersikap hedon ini merupakan dilema bagi para pria.

Banyak wanita yang lebih mengutamakan mendapatkan pria kaya walaupun jelek atau tua.

Apakah ini yang disebut "cinta sejati"?

Cinta yang berlandaskan keinginan untuk memperoleh kemewahan adalah cinta semu...!!!

Harta dapat memanipulasi perasaan, bukan hanya wanita, bahkan banyak pria yang terjebak kepada situasi yang mengagung-agungkan materi dengan menjadi suami dari wanita yang kurang pantas menjadi isterinya.

Oleh sebab itu, janganlah kita (yang sudah mapan) menjebak perasaan wanita dengan harta dan kemewahan. Sebab di kemudian hari, kita yang akan menderita karenanya.

Roda selalu berputar, kadang di atas dan kadang di bawah.

Di saat kita berada di atas, sangatlah gampang kita mencari pendamping, namun itu belum tentu sebuah cinta sejati.

Cinta sejati biasanya akan diperoleh di saat kita berada di bawah.

Beruntunglah pasangan yang telah menikah di saat mereka merintis karir dari bawah. Mensyukuri harta yang mereka peroleh kelak, sebagai buah pengorbanan atas dasar cinta sejati.

Kerelaan berpanas-panasan, berdesak-desakan dalam angkot dan hanya menyantap makanan sederhana di pinggir jalan, akan menjadi kenangan tak terlupakan, sekaligus kelak dapat mempererat tali kasih yang telah dipersatukan oleh sebuah buku nikah.

Beruntunglah para pria lajang yang memiliki wanita yang tulus mencintainya dengan sepenuh hati dan rela mendampingi sang pria dalam kondisi apa adanya, sebelum menikah dan sesudahnya.

Bagi pria yang sudah mencapai kemapanan materi, harus mengingatkan diri sendiri untuk selalu setia kepada pasangannya diantara rayuan cinta semu dari banyak wanita lain yang menawarkan separuh cintanya.

Sobatku yang budiman...

Janganlah ragu untuk menikah..!!!

Jangan sia-siakan tulusnya cinta sejati dari pasangan kita...!!!

NB : Tulisan ini kupersembahkan kepada salah seorang sobat facebook yang masih ragu untuk menikahi pasangannya (via inbox).

(Salam UFO) by Firman Bossini