Burung Beo

Burung Beo - Rencana penggusuran pemukiman di Kalijodo oleh Gubernur DKI Jakarta, Ahok membuat Abece merasa penasaran dengan situasi terkini di sana.

Abece berharap akan bertemu dengan seseorang yang akan menjual barang-barang murah sebelum pindah dari Kalijodo.

Tiba di sana, Abece mendapat sambutan suara nyaring seekor burung beo di toko hewan di dekat gapura depan.

Beo : "Woi, Kerbo jelek... Cepat bersihkan kamar tidur. Jangan pake lama..."

Abece terkejut mendengar teriakan burung beo yang tidak dikenalnya.

Dengan setengah protes, Abece menghampiri si empunya burung untuk meminta penjelasan mengapa burung beo itu berkata demikian kepadanya...

Pemilik beo : "Sorry bang... Burung beo ini sangat sensitif dan tajam panca inderanya. Dikiranya abang adalah salah seorang tukang bersih-bersih yang bernama "Kerbo", soalnya muka dan perawakan abang mirip kali dengan si "Kerbo". Maaf yah bang..."

Abece bisa memakluminya penjelasan yang sangat logis. Timbul niat Abece untuk membeli burung beo yang pintar berbicara seperti manusia.

Abece : "Bang, harga burung beo ini berapa yah?"

Penjual : "Untuk abang, saya jual dengan harga murah dech, cukup dengan selembar uang 100 ribu, abang sudah dapat membawa pulang burung beo cerdas ini..."

Abece : "Hah??? Kok murah sekali bang? Burung beo ini berpenyakitankah atau sudah mau matikah?"

Penjual : "Enak ajaa... Burung beo ini sangat sehat dan masih remaja. Murahnya harga beo ini dikarenakan mulutnya yang ember, usil dan sering ngomong jorok. Dulunya burung ini dipelihara di rumah bordil yang paling mewah di Kalijodo".

Abece berpikir sejenak...

Akhirnya dia serius berniat membeli burung beo yang cerdas ini sebagai hadiah buat kekasih tercinta, sebagai balas jasa atas hadiah sebuah dompet keren dari Miyabi.

Dengan perasaan terharu dan sangat senang, Miyabi menerima pemberian hadiah dari Abece. Demikian juga dengan nenek Miyabi yang takjub dengan kemampuan si burung beo dalam berkomunikasi.

Burung beo itu melihat ke sekeliling, seperti mencari sesuatu. Ketika pandangannya sampai kepada nenek Miyabi, burung beo ini berkicau : "Nenek cerewet... Tukang kibus... Awas kibus... Nenek cerewet".

Anehnya, nenek Miyabi bukannya marah, sebaliknya tertawa terbahak-bahak, "Hebat sekali burung ini, tahu kalau saja dulu suka es dawet dan pernah jualan ikan gabus di pasar Rebo... Bukan main hebatnya... Saya suka...saya suka..."

Abece dan Miyabi tertawa terbahak-bahak melihat kekonyolan nenek Miyabi.

Ketika si burung beo melihat Miyabi, "Hai cantik, I love you... I love you..."

Muka Abece mesem-mesem mendengar rayuan dari si burung beo ini. Hatinya terbakar api cemburu, dan berniat menjitak kepala si burung.

Nenek Miyabi mendelikkan matanya lebar-lebar sambil mengacungkan tinju ke arah Abece.

Abece pun keder dan mundur langkah ke belakang...

Tiba-tiba datang seorang tetangga Miyabi yang sudah berumur 40 tahunan, biasa dipanggil Tante Mimis bersama puterinya Mbak Mumun datang hendak mencari anak bungsunya hingga ke rumah Miyabi.

Saat melihat Tante Mimis, burung beo pun berkicau : "Rumah baru...Mami baru...Mami baru... Mami ada pelanggan baru..."

Ketika menoleh ke samping Tante Mimis, si burung beo melihat Mbak Mumun sambil berteriak : "Rumah baru.... Barang baru... Barang baru..."

Dengan menahan amarah karena malu kedoknya terbongkar, kedua wanita ini hendak menggampar si burung beo, namun lagi-lagi dapat dicegah oleh nenek Miyabi.

Tidak berapa lama kemudian, Pak Mimin, suami Tante Mimis melintas di depan rumah Miyabi.

Burung beo yang cerewet ini melihat sosok Pak Mimin dan berkata : " "Cilukbaaa.!! Met malam Oom yang ganteng dan dermawan. Ketemu lagi kitaaa yaaa... Langganan Viaipi... Langganan Viaipi... Udah ditunggu sama Mami loh..."
(Viaipi = VIP)

Si ibu langsung teriak : "Bapaaaaakkkk.. Ternyata kamuuuuuu....!!!"

Abece dan Miyabi tidak dapat menahan gelak tawanya...
Owala, rupanya mereka sekeluarga....hmmm...,

Tapi kok bisa tidak ketemu yah?

Gubrakkk...

(Salam Cekikik - Salam UFO) by Firman Bossini