Berjuanglah Untuk Hari Ini

Berjuanglah Untuk Hari Ini - Kisah inspiratif ini diambil dari kisah hidup seorang mahasiswa kedokteran dari Montreal General Hospital, yaitu William Osler.

Pada tahun 1871, ketika musim semi terjadi, William Osler membaca serangkaian kata-kata yang jumlahnya 21 suku kata. Kata-kata tersebut mempunyai pengaruh yang sangat besar dan mendalam bagi masa depannya.

Sebelumnya, dirinya diliputi oleh beragam ketakutan dan perasaan kuatir jangan-jangan tidak bisa lulus ujian akhir. Dia juga merasa sedih karena tidak tahu apa yang harus dilakukan, kemana harus pergi, bagaimana membuka praktek, dan bagaimana mencari nafkah untuk kehidupannya kelak.
Dua puluh satu suku kata yang dibacanya adalah kata-kata dari Thomas Carlyle yang menolong dia mengarahkan hidupnya menuju kepada hidup yang bebas dari kesedihan hati serta kekuatiran.

Bunyinya sebagai berikut :

“ Our main business is not to see what lies dimly at a distance, but to do what lies clearly at hand”.

Terjemahan Indonesianya :

"Kepentingan utama kita adalah bukan untuk melihat sesuatu yang samar-samar yang terletak di kejauhan, melainkan melakukan apa yang terlihat jelas di depan mata".

Pada suatu kesempatan, Osler berbicara di depan mahasiswa Yale University, yang dapat diringkas menjadi :

(1) Tutuplah rapat-rapat pintu masa lalu (beragam kegagalan) yaitu hari kemarin yang sudah mati setelah mengetahui dan mencatat penyebab kegagalan serta melakukan introspeksi. Tutuplah masa lalu..!! Biarkan masa lalu yang telah mati itu mengubur dirinya sendiri..

(2) Tutuplah rapat-rapat pintu masa depan, yaitu hari esok tentang kekhawatiran kehidupan masa depan yang belum lahir dan belum pasti, setelah resolusi dan tujuan hidup di masa mendatang diputuskan.

Sadarkah kita bahwa :

"Beban hari esok, ditambah dengan beban hari kemarin, akan sangat memberatkan beban hari ini..."

Masa lalu dan masa depan adalah hari ini...

Artinya kita harus menutup rapat-rapat "pintu belakang" yang memperlihatkan kegagalan hidup dan "pintu depan"yang menunjukkan kegelisahan dalam menatap masa depan yang belum pasti.

Konsentrasikan pikiran dan kehidupan kita untuk hari ini...!!

Seorang pemuda yang selalu meratapi kepergian kekasihnya di masa lalu dan selalu merasa khawatir akan ketidakmampuannya mencari sesosok wanita pendamping hidup di masa mendatang, akan membuatnya melangkah dengan penuh keraguan dalam mencari cinta sejati di hari ini.

Seorang pebisnis yang selalu menyesali kerugian yang dideritanya di masa lalu dan selalu cemas akan keberlangsungan bisnisnya di masa mendatang akan menyebabkan dirinya menjadi seorang peragu dan berjiwa kerdil.

Cara terbaik untuk menyiapkan hari esok adalah dengan melaksanakan apa yang semestinya kita kerjakan hari ini dengan sebaik-baiknya tanpa perlu disertai kekuatiran akan hari esok.

Tentu saja orang harus memikirkan hari esok, memikirkan impian dan harapan, tetapi janganlah kekuatiran akan hari esok membebani hati dan pikiran sehingga kita tidak dapat mengerjakan pekerjaan hari ini dengan sempurna.

Orang yang selalu diliputi rasa cemas, pasti tidak akan tenang dan hidup penuh dengan tekanan yang akhirnya akan merusak kesehatannya sendiri.

Untuk apa gunanya bertindak seperti demikian?

Selamat pagi...
Selamat beraktifitas sobatku semua...

(Salam Harmoni - Salam UFO) by Firman Bossini