Belajar Mendengar

Belajar Mendengar - Mungkin banyak orang yang heran, mengapa untuk mendengar saja kita harus belajar?

Toh... Mereka menganggap bahwa telinga merupakan bentuk alami anatomi manusia yang yang akan bekerja sepanjang waktu.

Lubang telinga senantiasa terbuka lebar tanpa ada filter penyaring sebelum masuk dan dicerna oleh otak manusia.

Sejak masih bayi, kita sudah terbiasa untuk mendengar, kemudian meniru untuk mengucapkan, walaupun dengan bahasa yang cadel dan sepatah-sepatah.

Pernahkah kita bertanya mengapa manusia hanya memiliki satu mulut untuk berbicara dan dua buah telinga untuk mendengarkan?

Arti sebenarnya adalah kita harus lebih banyak mendengar daripada mengucapkan sesuatu.

Sering kali kita ditawarkan untuk mengikuti pelatihan "public speaking" (berbicara di depan umum), agar dapat menjadi tenaga pemasar (marketing) yang ulung, menjadi pembicara handal dan lain-lain.

Namun, jarang kita mendengar adanya pelatihan "bagaimana menjadi pendengar yang baik".

Padahal, kita tidak akan mampu berbicara tentang sesuatu hal, tanpa menerima informasi yang benar dan utuh mengenai apa yang akan kita sampaikan kepada orang lain.

Belajar mendengar lebih sulit daripada berbicara.

Banyak orang lebih suka menyolot omongan orang lain, tanpa mendengarkan terlebih dahulu hingga selesai.

Banyak diantara kita, lebih suka menyepelekan apa yang disampaikan lawan bicara dan mengganggap itu sesuatu yang tidak berguna karena kita merasa lebih pintar darinya.

Belajar mendengar akan mengajarkan kita menjadi orang yang peduli...!!!

Orang yang bicara belum tentu memperhatikan lawan bicara, tetapi orang yang mau mendengar, sudah pasti peduli dengan orang yang berbicara.

Apakah kita lebih suka mendengar atau bicara? Apakah kita lebih peduli atau malah lebih cuek?

Selalu ada kesempatan untuk terus belajar dan berusaha untuk menjadi lebih baik. Kita harus selalu belajar untuk mendengar. Belajar lebih peduli, belajar untuk lebih peka melihat apa yang terjadi di sekitar kita.

Nah sobatku yang budiman....

Jangan sekali-kali mengabaikan kemampuan untuk mendengarkan.

Latihlah terus, belajar mendengarkan lebih banyak. Maka, kita akan menemukan banyak informasi yang akan menjadi suatu pembelajaran yang tiada bernilai harganya.

Trust me.... Percayalah...

(Salam Pencerahan - Salam UFO) by Firman Bossini