Bawa Handphone

Bawa Handphone - Abece sedang bersantai ria, duduk dengan menyilangkan kaki di bawah rindangnya pohon petai, di halaman rumahnya.

Iseng-iseng Abece menghidupkan handphone canggihnya yaitu Iphone 1 yang berwarna hijau muda, sekadar untuk ber-facebook-an ria atau melihat apakah ada email yang masuk.

Handphone miliknya sangat awet, mulus dan memiliki ketahanan baterai hingga 3 minggu. Hebat bukan...?

Penyebabnya, Abece hanya menghidupkan hapenya seminggu dua kali, selama 5 menit saja. Selebihnya dibiarkan dalam keadaan off.

Ternyata ada email masuk ke akun Abece.cebea@becea.com berupa undangan untuk menghadiri seminar "Cara mudah menjadi kaya".

Mata Abece berbinar-binar melihat undangan tersebut, karena ada peluang bagi dirinya untuk menjadi seorang yang kaya.

Abece berniat mengajak Miyabi, namun Miyabi tidak dapat ikut, berhubung ingin menemani neneknya memperbaiki gigi palsu yang copot.

Akhirnya Abece berangkat sendirian ke hotel "berbintang-bintang" di kota.

Setibanya di sana, Abece segera melakukan registrasi (pendaftaran) sebagai peserta.

Abece sengaja memilih tempat duduk paling depan, di belakang kursi sofa pembicara.

Menurut pemikiran Abece yang cerdas, semakin dekat duduk dengan pembicara, maka akan semakin cepat dia menjadi seorang kaya. Logika yang cukup masuk akal, bukan?

Begitu pembicara memulai percakapannya, dua kalimat saja, tiba-tiba Abece berlari keluar ruangan dengan secepat kilat, bagaikan sedang dikejar seekor beruang yang ngebet kawin.

Abece terus berlari menyusuri jalan-jalan berliku, sambil sesekali menoleh ke belakang, seperti ketakutan dikejar oleh orang.

Abece mengarahkan langkahnya hingga ke rumah Miyabi dan tiba dengan selamat, dengan nafas ngos-ngosan. Kebetulan Miyabi baru hendak keluar mengantar sang nenek ke dokter gigi.

Miyabi : "Loh, kok cepat sekali pulangnya? Acaranya batal?"

Abece : "Gak kok...saya sudah registrasi dan sempat duduk di belakang pembicara..."

Miyabi : "Jadi, mengapa kamu pulang duluan? Diusir karena berulah?"

Abece : "Bukan demikian sayang... Karena saya membawa hape..."

Miyabi : "Lah, mengapa juga kalau membawa hape? Emangnya tidak boleh bawa hape? Aneh-aneh saja..."

Abece : "Soalnya, pembicara tadi ngomong, YANG BAWA HAPE TOLONG DIMATIKAN. Langsung dech saya lari keluar, saya masih pengen hidup sayangku..."

Miyabi : "Alamak... Kok bego kali dirimu.... Hahaha...."

Nenek Miyabi juga terkekeh-kekeh hingga gigi palsunya jatuh ke selokan..

Gubrakkkk...

(Salam Cekikik - Salam UFO) by Firman Bossini