Anggota Dewan Saja Dech!

Anggota Dewan Saja Dech! - Ayahanda Miyabi sangat gusar ketika mengetahui puteri tunggalnya belum kembali dari Singapura.

Beliau segera menghubungi beberapa maskapai penerbangan dan agen travel untuk memesan tiket, agar dapat berangkat malam ini juga ke Singapura. Namun, ternyata tiket sudah habis.

Akhirnya, dengan memanfaatkan kekuasaannya sebagai seorang anggota dewan, Ayah Miyabi berhasil juga mencarter sebuah helikopter kecil.

Dalam benaknya, beliau berpikir, setelah menjemput Miyabi dan Abece, dia akan mengunjungi daerah konstituennya di Kepulauan Riau.

Ibarat kata, sekali dayung maka dua tiga empat lima enam tujuh delapan pulau akan dilewati.

Singkat cerita...

Miyabi dan ayahnya serta Abece dengan seorang pilot sudah berada di dalam helikopter.

Suara baling-baling helikopter menderu-deru kencang dan cukup memekakkan telinga, sehingga memaksa mereka harus menggunakan headset untuk berkomunikasi satu sama lain.

Dalam perjalanan tersebut, setelah melewati daerah terpencil, Ayah Miyabi melihat banyak rakyat yang menderita, dengan kondisi tubuh yang kurus ceking dan rumah tempat tinggal mereka yang hampir roboh.

Ayah Miyabi merasa sangat tergugah perasaannya. Rasa sedih dan iba mencuat di dalam hatinya.

Ayah Miyabi : "Pak Supir, tolong terbang lebih rendah lagi, kalau bisa sejengkal di atas kepala orang-orang yang sedang berkumpul di bawah sana".

Abece (dalam hati) : "Dasar anggota dewan bego, masak tidak bisa bedakan antara supir dan pilot? Terus, enak-enak saja suruh terbang rendah, bisa-bisa yang ada nantinya kepala manusia terbang kemana-mana karena tersabet baling-baling".

Abece masih memendam rasa kesal setelah dimarahi dengan sangat kasar oleh Ayah Miyabi sebelum masuk ke dalam helikopter, karena pergi berduaan dengan Miyabi ke Singapura.

Bahkan Abece harus menjalani hukuman yaitu memutar kepalanya sekencang putaran baling-baling helikopter.

Apalagi dalam benaknya, anggota dewan itu tidak ada benarnya, selalu merugikan kepentingan rakyat. Walaupun kenyataan saat ini, Abece sedang berpacaran dengan anak anggota dewan.

Ayah Miyabi : "Anakku, bagaimana jika Ayah melemparkan uang yang ada di amplop pemberian rekanan Ayah kepada rakyat miskin di bawah sana sehingga sandang, pangan dan papan mereka bisa terpenuhi. Lagipula ini bertujuan untuk lebih mengenalkan Ayah dengan mereka. Rencananya tahun 2017 Ayah mau melawan Ahok".

Abece : "Owala Bapak dewan yang terhormit kayak dedemit... Ahok itu ada di Jakarta, sekarang bapak ada di Kepulauan Riau... Kok bisa yah bapak begitu tol...."

Untunglah Abece tidak sempat melanjutkan ucapannya, kalau tidak, ntar bisa panjang urusannya.

Ayah Miyabi : "Apa kau bilang? Mau bilang tolol? Mau gw tendang kamu keluar dari sini?"

Abece diam seribu bahasa, tidak berani menjawab tantangan Ayah Miyabi.

Ayah Miyabi :menoleh ke arah Miyabi : "Bagaimana pendapat kamu tentang usul Ayah tadi?"

Miyabi hanya diam saja mendengar usul tersebut.

Ayah Miyabi melihat hal tersebut dan berkata kepada anaknya : "Jangan khawatir anakku, uang Ayah masih banyak. Amplop dari rekanan yang di kantor, masih ada 3 kardus besar yang belum Ayah buka. Jadi walaupun kita bagikan beberapa ratus juta, keluarga kita masih kaya raya".

Miyabi masih tetap diam dan mulai mengerutkan kening tanda sedang berpikir.

Melihat hal tersebut, Ayah Miyabi berkata,"Ada apa denganmu? Kamu tidak setuju?"

Miyabi mulai berkata dengan suara pelan, "Tapi Ayah, kalau saya lihat, kayaknya... "

Ayah Miyabi berkata,"Kayaknya apa anakku?"

Tiba-tiba saja Abece menjerit dengan suara melengking : "Kayaknya...rakyat di sini lebih senang kalau Bapak yang terjun ke bawah, bukan uangnya...!!!"

Tuing...tuing....

Dua buah sepakan kaki mengenai pantat Abece, membuat Abece terjungkal keluar pintu...

Untung saja, Abece masih sempat berpegangan ke tiang landasan helikopter, mirip dengan aktor Hollywood yang sedang bergelantungan ketika helikopter sedang mengudara.

Gubrakkkk....

(Salam Cekikik - Salam UFO) by Firman Bossini