Teror Bom Jakarta

"INILAH ALASAN MENGAPA PELAKU TEROR BOM JAKARTA 2016 DAPAT DILUMPUHKAN HANYA DALAM WAKTU 4 JAM"

Teror bom Jakarta sudah berakhir...
Rakyat Indonesia merayakan euforia kemenangan melalui beragam ucapan dan hastag yang menjamur di media sosial (medsos).

Namun, tahukah sobatku semua, mengapa pelaku teror bom Jakarta 2016 dapat dilumpuhkan hanya dalam waktu 4 jam dan menelan korban jiwa yang minim (5 pelaku dan 2 warga). Padahal para pelaku sudah menyiapkan belasan bom (walau daya ledak kecil namun dapat mematikan) dan dilengkapi dengan senjata api?

Nah, menurut analisa saya bahwa teror ini dapat diatasi berkat peran aktif dari para perwira menengah polisi (komandan satuan) dari pangkat Kompol (Melati satu) hingga Kombes (Melati tiga), turun tangan berjibaku dan berhadapan langsung melakukan baku tembak dengan para pelaku teroris.

Perwira menengah polisi ini tidak berlindung di balik barisan tamtama ataupun bintara yang menjadi anak buah mereka di lapangan.

Mereka bukan hanya sebagai pemberi perintah komando, melainkan berperan aktif sebagai eksekutor langsung, mengacungkan senjata dan melepaskan peluru dari senjata yang mereka pegang serta menembak mati para teroris.

Dengan penuh keberanian, mereka mengabaikan keselamatan diri, berdiri di barisan depan layaknya serdadu pendobrak di kancah peperangan.

Jujur saja, saya tidak pernah melihat komandan lapangan di negara manapun dan dalam peristiwa apapun, berdiri di depan para prajuritnya. Biasanya para komandan hanya memberi instruksi kepada bawahan, sambil berlindung di balik tameng atau berdiri di belakang prajurit.

Sungguh luar biasa, aksi heroik para perwira menengah polisi Indonesia, walaupun sering kali mendapat sorotan karena perilaku negatif suka memalak atau bertindak tidak adil kepada masyarakat.
_____________________________

Para perwira Polri tersebut antara lain :

(1) Kombes (Pol) Krishna Murti, (Dirkrimum Polda Metro Jaya)

Kombes Krishna Murti bersama dengan Karo Ops Polda Metro Kombes Martuani, tengah melintas di ruas jalan Thamrin menuju ke Istana melakukan pengamanan demo. Mobil berhenti begitu mendengar tembakan dan ledakan.

Krishna bersama Martuani segera bergabung dengan Kapolsek Menteng AKBP Deddy Tabrani dan Kabag Ops Polres Jakpus AKBP Susatyo yang ternyata tengah mengepung pelaku.

(2) Kombes Pol Martuani Sormin Siregar (Karo Ops Polda Metro Jaya)

Kombes Pol Martuani Sormin, memilih turun ke lapangan untuk meringkus pelaku bom di Sarinah pada saat sang istri tercinta sedang menjalani pengobatan di rumah sakit.

Dari cerita sang anak terungkap: "Ayah kemudian bercerita bahwa dia baik-baik saja meskipun kematian sangat dekat dengannya. Dia juga bercerita kalau saat turun dari mobil, tersangka sudah mengarahkan tembakan ke arahnya dan melempar bom namun berhasil ditepis olehnya. Lalu sang ayah kemudian berlari mengejar tersangka......."

(3) AKBP Untung Sangaji (Pamen Pusdik Polair Mabes Polri)


AKBP Untung Sangaji adalah sosok pria berkemeja putih yang membawa senjata dan menembak teroris di dekat pagar Sarinah. Aksi heroik AKBP Untung terekam kamera wartawan dan sejumlah warga yang menyaksikan peristiwa itu.

"Saya pun mengeluarkan pistol dan mendekat ke arah itu. Saya kemudian melihat pelaku memegang senjata dan melempar bom ke bawah mobil Karo Ops Polda Metro Jaya."

"Ketika perhatian pelaku ke arah mobil Karo Ops, saya melingkar dari sisi kiri Starbucks kemudian menembak ke arah dada dan kaki pelaku."

(4) AKBP Dedy Tabrani (Kapolsek Menteng Polda Metro Jaya)


Kapolsek Menteng, AKBP Dedy Tabrani, menembak mati seorang teroris saat terjadi insiden di Starbucks Coffee, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

"Kontak senjata lama, kurang dari satu jam, sekitar 45 menit. Di situ ada tiga orang pelaku. Di antara mereka ada yang bawa tas, yang diduga berisi bom buatan."

"Kami baku tembak lama. Dor-doran di depan Starbucks. Dia melempar bom dari Starbucks ke arah kami."

"Seorang teroris berhasil saya tembak."

(5) AKBP Susatyo Purnomo Condro (Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat)



“Andai mereka tidak dihadang dari depan, bisa-bisa kejadian seperti di Paris terulang di sini. Mereka bebas mencari sasaran karena masyarakat berada sangat dekat dengan pelaku/ TKP termasuk melempar bom ke pejabat Kepolisian atau Polisi lainnya saat olah TKP, mengingat yang menjadi target mereka adalah petugas Polisi. Polres Jakpus menghadang pertama kali ketika belum ada bantuan taktis satuan lain."

Fokus mereka langsung ke AKBP Susatyo. Dia menjadikan posisi ini sebagai pengalihan konsentrasi pelaku sehingga ada ruang gerak bagi anggota lain untuk mendekat.

Sementara dari sisi kiri Starbucks, AKBP Susatyo melihat sudah ada Karo Ops dan Kapolsek Menteng, AKBP Teddy Tabrani yang akan mendekat, sambil menolong anggota yang terjebak sebagai sasaran tembak karena tidak ada tempat berlindung selain mobil dinas Susatyo.

(6) AKBP Herry Heryawan (Kasubdit Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya)


Herry Heryawan saat itu di lokasi untuk menyelamatkan korban yang tertembak di perempatan Thamrin. Dia juga beberapa kali mengarahkan tembakan ke pelaku teroris yang bersembunyi di depan Starbucks Coffee.

(7) Kompol Teuku Arsya Khadafi (Kanit IV Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya)

Saat peristiwa baku tembak polisi dengan kelompok teroris, Arsya mengenakan kemeja hitam, celana panjang cokelat muda serta sepatu merk Adidas Tactical Camo yang senada dengan warna celananya.
Tak hanya itu, sebuah sling bag (tas selempang) serta rambut klimis bergaya potongan pompadour juga menambah keren penampilan Arsya.

Teuku Arsya Khadafi merupakan perwira menengah berpangkat komisaris, lulusan Akademi Kepolisian pada 2003 lalu. Si tampan yang bikin banyak gadis mengagumi dirinya memiliki keberanian luar biasa, maju merangsek ke barisan depan.

_____________________________

Sudah sepantasnya bagi kita untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada mereka, tentunya tanpa mengabaikan peran aktif dari aparat keamanan lainnya.

Pangkat dan jabatan tinggi tidak diikuti dengan kebiasaan hanya duduk di atas kursi empuk di dalam kantor yang ber-AC.

Blusukan...blusukan...bekerja dan bekerja untuk kepentingan rakyat.

Revolusi mental sudah mulai menjangkiti personel Polda Metro Jaya.

Bravo juga kepada Irjen Pol Tito Karnavian, sebagai pemegang tampuk pimpinan tertinggi Polri di DKI Jakarta, atas keberhasilan anak buahnya.

Sepotong donat coklat dengan lubang menganga di bagian tengah, menemaniku menikmati ketampanan dan keberanian para perwira Polri.

(Salam Kedip Sebelah Mata - Salam UFO)
by : Firman Bossini