Penantian Dan Harapan

Penantian Dan Harapan - (Berdasarkan Kisah Nyata - Cerita Pendek ini spesial kudedikasikan kepada salah seorang sobat Fb ku yang sedang berbunga-bunga namun sedikit galau)

Mungkin aku memang bukanlah wanita yang sempurna bagi kaum adam. Kerapuhan akibat kegetiran hidup yang kujalani menjadikanku menjadi wanita yang tidak gampang untuk jatuh cinta.

Aku juga sudah lupa bagaimana bentuk dan rupa cinta selama beberapa waktu belakangan ini, tatkala diriku ditinggal pergi oleh suamiku, pria yang pernah mengisi relung hatiku, pria yang pernah kucintai dengan sepenuh jiwa raga.

Yang aku pahami selama ini bahwa cinta itu sangat menyakitkan. Segumpal batin yang sengsara takkan mudah terobati tatkala harus berpisah dengan belahan jiwaku.

Kesendirian terlalu menyiksaku...

Aku selalu merasa kesepian di kala malam menjelang.

Sebenarnya aku tidak percaya bahwa cinta itu dapat membuat orang lupa diri dan dapat membuat hidup menjadi semakin bergairah.

Namun… saat ini Tuhan telah memberikan sebuah pilihan pendamping hidupku.
Aku merasakan perubahan berarti dalam hidupku.

Ketidakyakinan diriku atas dampak jatuh cinta, terbantahkan oleh tingkah laku diriku yang selalu menantikan kehadiran sederet kalimat mesra darinya yang telah menghipnotis diriku, membuat diriku lumpuh dan tak bergeming dari atas tempat dudukku serta membuat pikiranku menari-nari di dalam selimut kebahagiaan.

Aku merasakan dihargai, dihormati, disayangi dan diperlakukan layaknya seorang manusia suci nan mulia.

Kehadirannya telah mewarnai pesona hidupku. Aku merasa sangat bahagia dalam penantianku mencari sekeping cinta yang tercecer entah kemana.

Namun, diantara butir-butir kebahagiaan yang telah mengisi denyut nadiku, terselip sebuah perasaan galau.

Perbedaan adat dan istiadat dalam menjalani kehidupan membuat diriku menjadi sedikit ragu untuk melangkah lebih jauh.

Dia bukanlah warga negara bangsaku...

Dia juga bukanlah umat bagi agama yang kuyakini sejak diriku masih kecil.

Dalam kerisauanku, dia meyakinkan diriku untuk segera mengubah cara hidupnya, mengganti pola pikir dan yang terutama dia bersedia untuk menjadi imam bagi diriku dan keluarga kecil yang akan kami bina di kemudian hari.

Secercah harapan muncul dalam benakku...

Sebuah bacaan religi mengenai Nabi Junjunganku, Nabi Muhammad SAW, turut menambah keyakinanku untuk memulai lembaran baru hidupku.

Nabi Muhammad SAW saja tidak serta merta menolak kehadiran menantu laki-lakinya yang berbeda keyakinan dengan diri beliau.

Pikiranku melayang mengenang cerita yang sangat menginspirasiku saat ini...

_____________________________
Sewaktu perang Badar, perasaan puteri Rasulullah Nabi Muhammad SAW, Zainab binti Muhammad, dipenuhi kegalauan karena suami Zainab, Abdul Ash, berperang menghadapi tentara pimpinan ayahnya sendiri. Akhirnta Abdul Ash menjadi seorang tawanan perang karena pasukannya menderita kekalahan.

Karena kecintaannya pada sang suami, Zainab berupaya sekuat mungkin untuk membebaskan suaminya, walaupun suaminya adalah orang yang belum pernah mengucapkan dua kalimat syahadat, sebagai syarat utama menjadi seorang Muslim.

Pada jaman ini, seorang tawanan perang dapat ditukar dengan suatu objek benda berharga.

Dengan mengorbankan seuntai kalung pemberian sang bunda, Zainab menetapkan niatnya untuk menukarkannya dengan sang pujaan hati.

Rasulullah melihat kalung milik Khadijah yang diberikan kepada Zainab.

Nabi Muhammad SAW pun menangis karena terlalu banyak cerita indah yang dapat dikenang dari kalung tersebut, mengingatkan beliau tentang istri terkasihnya, Khadijah al Kubra.

Rasulullah meminta dengan sangat sopan kepada para tentara yang sudah memiliki kalung tersebut sebagai barter tawanan.

"Kalau tidak keberatan, kalian serahkan kepadanya (Zainab) tawanan berikut kalungnya," pinta Rasulullah.

Abdul Ash begitu terharu, saat Zainab menebus dirinya dengan kalung milik Khadijah. Setelah turun azab dari Allah, Zainab pun diminta oleh ayahnya untuk bercerai dari Abdul Ash dan segera kembali ke Madinah.

Baik Zainab dan Abdul Ash sama-sama mengalami masa yang sulit setelah bercerai karena mereka sesungguhnya masih saling mencintai satu sama lain.

Ada satu kejadian yang akhirnya meneguhkan niat Abdul Ash untuk menjadi pemeluk agama Islam...

Suatu ketika saat berdagang, Abdul Ash diserang oleh kabilah muslim. Abdul Ash lalu lari dan meminta perlindungan kepada Zainab.

Rasulullah yang tahu perasaan Zainab, segera memerintahkan agar umat muslim segera mengembalikan barang-barang milik Abdul Ash.

Melihat ketulusan dan keikhlasan dari Rasulullah, akhirnya iman Abdul Ash bergetar dan mengumumkan keislamannya.

Mendengar hal tersebut, Rasulullah senang dan mengembalikan Zainab kepada Abdul Ash setelah berpisah selama 3 tahun. Kebersamaan sejoli ini tidak lama, Allah memanggil Zainab ke haribaannya. Tidak kuat menahan kepedihan, beberapa waktu setelah Zainab meninggal Abdul Ash menyusulnya.

_____________________________
Sungguh menakjubkan kisah cinta abadi yang terjadi di masa keemasan Nabi Muhammad SAW, walau diawali dengan perbedaan keyakinan.

Jujur saja, aku ingin seperti sosok Zainab, agar dapat memualafkan dia yang kusayang.

Waktu yang teramat singkat, selama empat bulan pertemuan di dunia maya, tidaklah mematahkan keinginanku untuk segera bersanding dan berjalan bersamanya, beriringan melewati lambaian janur kuning.

Sebuah kalimat indah telah meluluhlantakkan hatiku...

Sepenggal kalimat mesra dan bermakna ditujukan kepadaku untuk meyakinkanku atas keseriusan hatinya : "Hidupku menjadi sangat berarti di saat aku berhasil memiliki dirimu. Bagaimana mungkin aku jatuh cinta pada orang lain, karena kesabaranmu telah meruntuhkan duniaku. Aku akan bersama-sama mengarungi sisa-sisa hidupku bersama dirimu."

Oh... Sungguh indah jika semua harapanku dapat terwujudkan di atas bilur-bilur cinta kasih di saat umur kami tidaklah muda lagi...

Aku tidak ingin bermimpi dan keterusan tidur dalam buain kata-kata mesra darinya.

Aku ingin segera bangun dan merealisasikan mimpi indahku.
Semoga....

(Salam Pengharapan - Salam UFO) by Firman Bossini
NB :
Marilah kita berikan dukungan dan doa tulus "Amin", agar beliau dapat meraih mimpi terindah dalam hidupnya kelak...