Nenek-Nenek Pikun

Nenek-Nenek Pikun - Akhirnya Abece, Xwaizet dan Miyabi berhasil membawa pulang gigi palsu milik nenek Miyabi, dengan susah payah.

Kelelahan nampak dari raut wajah mereka bertiga.

Sesampainya di rumah Miyabi, mereka dikejutkan dengan beragam suara tawa cekikik dari dalam rumah.

Miyabi mengacungkan jari telunjuknya ke mulut, memberi kode kepada Abece dan Xwaizet agar tidak mengeluarkan suara.

Mereka bertiga mengurungkan niat untuk masuk ke dalam rumah, dan hanya menguping pembicaraan dari teras depan.

Rupanya nenek Miyabi sedang kedatangan dua orang temannya yang juga sudah nenek-nenek.
Ketiga nenek jompo tersebut sedang berdiskusi tentang masa tua mereka.

Nenek pertama dengan rambut dicat hijau dan memakai anting berlukiskan foto Ariel Peterpan berkata, "Kadang-kadang saat sedang berdiri di depan lemari makan dan memegang sebotol anggur merah, aku tidak dapat mengingat apakah aku sedang mengembalikan botol anggur tersebut ke dalam lemari atau aku akan mengambilnya untuk menuangkan ke cangkir."

Kedua nenek yang lain tertawa terkekeh-kekeh mendengar pengakuan dari nenek pertama.
Nenek kedua dengan rambut dikuncir tujuh dan beberapa batu akik sebesar telur burung puyuh, juga tidak mau ketinggalan menceritakan kegalauan hatinya,
"Wah, aku bahkan lebih parah lagi. Kalau aku sedang berada di kamar mandi, sering kali anak cucuku memanggil-manggil namaku untuk segera keluar. Mereka bilang saya sudah sejam berada di dalam..."

Nenek Miyabi merasa heran dan bertanya : "Buat apa kamu begitu lama di kamar mandi? Hayoooo...lagi ngapain???"

Nenek pertama menimpali : "Jangan berpikiran yang negatif donk... Mungkin saja dia kesusahan untuk memakai bajunya..."

Nenek kedua menggerakkan kedua lututnya ke kanan dan ke kiri, menandakan kedua jawaban tadi salah.

Nenek kedua menjawab : "Bukan begitu sista... Ketika hendak mengelap badanku dengan handuk, tiba-tiba saya jadi ragu apakah tadi saya sudah menggunakan sabun atau belum. Soalnya kulitku kok belum licin mengkilat seperti iklan sabun Lux. Makanya saya ulangi lagi mandi dengan sabun. Kejadian ini berulang-ulang terjadi hingga ada ketukan pintu, barulah saya yakin sudah selesai mandi".

Nenek pertama dan nenek Miyabi tertawa terbahak-bahak, sambil menghentak-hentakkan kaki mereka ke lantai.

Sementara di luar ruangan, di teras rumah, Abece, Xwaizet dan Miyabi, tidak dapat menahan gelak tawa, namun mulut mereka ditutup dengan tangan agar tidak mengeluarkan suara.

Selanjutnya nenek Miyabi berkata sambil membanggakan diri : "Wah... Ternyata aku yang paling sehat dan tidak pikun kayak kalian berdua. Aku sangat beruntung karena belum pernah mengalami kejadian memalukan seperti itu..."

Nenek Miyabi tersenyum dengan dada dibusungkan ke depan, sambil mengetuk-ngetukkan tangannya ke atas meja.

Begitu mendengar suara ketukan tangannya di meja, tiba-tiba nenek Miyabi berdiri dari tempat duduknya dan berkata, "Eh...ada tamu rupanya. Ada yang mengetuk pintu rumah. Biar aku saja deh...yang membuka pintunya."

Abece, Xwaizet dan Miyabi tertawa terpingkal-pingkal sambil jatuh bergulingan di atas tanah.
Mereka menunjuk-nunjuk ke arah nenek Miyabi yang sedang celingukan dengan kepala yang dijulurkan di depan pintu persis kayak kepala kura-kura nongol dari tempurungnya.
Gubrakkkk...

(Salam Cekikik - Salam UFO) by Firman Bossini