Naik Pesawat Congair

Naik Pesawat Congair - Abece dan sang kekasih pujaan hati, Miyabi memiliki kesempatan untuk berlibur ke Pulau Bali.

Mereka berangkat menggunakan jasa penerbangan domestik yang baru launching dan memiliki promo cukup unik, nama maskapainya adalah "CongAir".

Promo unik yang dimaksud adalah membeli satu tiket dengan harga normal, akan mendapatkan satu tiket gratis. Dengan syarat orang yang mendapatkan tiket kedua, harus duduk di bangku tempel, di samping penumpang pemilik tiket pertama.

Demi penghematan biaya, mereka berdua memilih untuk memanfaatkan fasilitas promo di atas.
Singkat cerita...

Abece bersama Miyabi sudah berada di dalam kabin pesawat.

Abece : "Wuihhhh, bagus benar pesawat ini. Di dalam sini, banyak tersedia televisi di masing-masing bangku. Bole dibawa pulang gak, honey?"

Miyabi : "Hushhhh... Gak boleh.... Semua barang yang ada di dalam pesawat tidak boleh dibawa pulang, kecuali sampah kita..."

Abece : "Oh gitu yah... Ehh...kok yang melayani kita cantik-cantik sekali.... Sexy dan amat menggoda iman loh, namun kok ada yang punya jakun?"

Miyabi : "Awas kamu yah... Kalo mata kamu masih jelalatan, nanti akan saya turunkan kamu di tengah jalan dari pintu darurat..."

Abece : "Mati donk saya..."

Tidak berapa lama kemudian, setelah pesawat mulai berjalan menuju ke landasan pacu, tiba-tiba muncullah suara aneh di dalam kabin pesawat...

"Eheemm... Para pere n lekong, yuhuu... Atensiong pliss deyh..."

"Bekudis tempel semen, alias ledis n jentelmen... sesuai peraturan penerbangan, jadi eike mawar melati anggrek berbunga-bunga sepanjang hari, tawarin yeiy cara pakarena sabuk pengaman yeiy.. KODAM kale aah...pengaman...!!"

"Coba sindang liat eike cara pasang itu sabuk yang ngelilit di pertiwi <perut> yiey. Lihat cara eike ngunciin biar yiey enggong klepas nanti, kalo pesawatnya tubrukan, cucok kan...?"

"Baju ngapung ada di bawah kursi yeiy, jangan dipakai kecuali nanti mas kapiten ngajak yeiy-yeiy semua berenang bareng ya boo!!!"

"Eits....jangan lupita, itu barang jangan yeiy pindah-pindahin ya, apalagi dibawa polo kerumah... Najis tralala tau.. Terus yang ketauan sama eike, bakalan ditabok kanan kiri atas bawah depan belakang deh iih..."

"Cara makarena-nya, itu bejes dikalungin di leher yeiy. Etong-etong jangan sampe kekencengan, ntar yeiy gak bisa napas ya booo..."

"Oke deehh capcuuuss terbang... Jengong lupita berdoa ye cyinnn ehemmmm...."

Seluruh penumpang "CongAir" tersenyum mendengar suara yang muncul, mirip suara centil dari Ruben Onsu atau Aming, tidak terkecuali dengan Abece yang tertawa terbahak-bahak hingga terjungkal dari kursi tempelnya.

"Eike tinta tahu sumedang apose yang diana katakan....", Abece bergumam.
<Saya tidak tahu apa yang dia katakan>
Gubrakkk....

(Salam Cekikik - Salam UFO) by Firman Bossini
NB : Bagi sobatku yang memerlukan bantuan penerjemahan "kalimat unik" dari Maskapai CongAir di atas, dipersilakan dengan hormat untuk bertanya.