Keteladanan Ayah Dalam Mendidik Anak

Keteladanan Jokowi Dalam Mendidik Anak - Dalam sebuah jamuan makan malam bersama Presiden Jokowi, seorang pengusaha nasional menceritakan pengalamannya selama di Tiongkok.
Berikut ini cerita singkatnya...

Saya pernah di undang makan malam oleh direktur BUMN Tiongkok di bidang financial.

Ketika hidangan tersedia lengkap di atas meja, seorang wanita dengan pakaian blazer yang kelihatannya adalah manager restoran itu, menyalami kami satu persatu. Setelah berkenalan dan ramah tamah sejenak, wanita tersebut mempersilahkan kami makan.
Direktur BUMN itu memperkenalkan wanita itu sebagai putri pertamanya.
Saya terkejut...

Bagaimana mungkin seorang direktur BUMN Tiongkok dengan asset lebih dari Rp 300 triliun membiarkan anaknya bekerja di restoran hotel bintang 3.

Kemungkinan Sang Direktur memahami keterkejutan diriku, lalu berkata dengan lugas, "Dia sekarang sedang belajar untuk memahami bagaimana manajemen restoran dengan baik. Setelah itu saya berharap puteri kesayanganku itu memiliki ide untuk mengelola sendri restoran. Usianya masih sangat muda dan dia memiliki waktu untuk belajar dan berkembang."
"Mengapa harus berkerja di restoran kecil ini?" tanya saya.

Sang Direktur berujar lagi, "Disinilah dia harus belajar. Di restoran kecil ini dia harus melayani konsumen dengan beragam karakter dan kebiasaan. Walau bekerja keras, dia harus pasrah untuk menerima upah yang rendah. Ini merupakan ujian dedikasi dan pengabdian diri yang luar biasa sebagai bekalnya kelak bila ingin mendirikan usaha"

Saya bertanya lagi : "Bukankah kamu bisa memberikan bantuan modal dan apa saja agar dia mendapatkan karir atau bisnis yang lebih baik?"

Sambil menyeruput secangkir teh hangat, Sang Direktur berkata lagi, "Dia harus lepas dari bayang-bayang kesuksesan saya. Puteri manisku harus melewati takdirnya sendiri dan mendapatkan pembelajaran dari rasa sakit, kecewa dan kegagalan. Semua itu harus dia lalui untuk dapat menemukan potensi dari dalam diri sendiri sehingga diperoleh hasil yang lebik baik dari saya."

_____________________________
"Demikianlah sekelumit pembicaraan saya dengan salah satu pengusaha ternama di negeri Tiongkok. Semoga Bapak Presiden Jokowi dapat mengambil hikmah", pengusaha nasional menutup pertemuan sambil berjabat tangan dengan Presiden Jokowi.

_____________________________
Pertemuan dengan pengusaha nasional barusan membawa kesan yang mendalam bagi Presiden Jokowi.

"Perbincangan yang terjadi malam ini merupakan pembelajaran mahal dan bermakna dalam hidup saya."

"Seakan-akan saya telah menemukan pembenaran atas sikap saya yang membiarkan kedua putra saya untuk memulai bisnis dari usaha kaki lima."

"Kadang hati saya menjerit melihat mereka harus berpeluh keringat, kecapekan dan cukup menderita. Namun saya harus menguatkan hati saat melihat perjuangan buah hati yang saya kasihi."

"Saat ini saya hanya menjadi penonton, melihat mereka mengarungi takdirnya sambil berdoa dengan khusyuk supaya anak-anakku diberi ketabahan, semangat hidup, kesehatan dan kesuksesan."

_____________________________
Pembelajaran apa yang dapat kita petik dari kesaksian seorang Jokowi, yang saat ini menjadi pucuk pimpinan dari sebuah negara besar yang dihuni 270 juta jiwa?

Sikap Jokowi yang membiarkan kedua putranya berwiraswasta dengan usaha skala UKM adalah sangat bijak...

Jokowi menginginkan agar kedua putranya dapat menjadi dirinya sendiri, melewati takdir hidupnya dan menemukan potensinya sendiri, tanpa bayang bayang kesuksesan ayahnya.
Bersikap seperti ini tidak mudah...

Kita bisa merasakannya...

Ketika kita mampu berbuat lebih dan mempunyai kemapanan finansial dan kekuasaan, sangatlah wajar bagi kita sebagai orang tua memberi kemudahan dan previledge kepada anak-anak kita.
Tidak demikian dengan Jokowi..!!!

Bisa kita saksikan betapa mudahnya penguasa terdahulu, membiarkan anak-anaknya memperoleh fee proyek dengan sangat gampang, memberikan posisi strategis nan empuk di dalam partai yang dipimpinnya serta memanjakan mereka dengan segepok harta yang berlimpah.

Jokowi menegarkan dirinya agar anak-anaknya bisa melewati takdir seperti ulat yang harus berjuang dalam kelelahan dan derita untuk bisa keluar dari kepompong menemui takdirnya menjadi seekor kupu-kupu yang indah, terbang menebarkan benih-benih kebaikan...

Yang sangat menyedihkan adalah ketika orang tua terlalu protektif dalam mencintai anaknya. Selalu menjaga mereka sampai mati, sehingga anaknya menjadi mati rasa dan tidak punya malu terhadap umurnya ketika dia mengelola usaha dari keringat ayahnya atau mendapat posisi karena nama besar ayahnya.

Orang tua seperti ini lupa bahwa anak bukanlah miliknya tapi milik Tuhan...

Sebenarnya orang tua demikian tidak pernah mencintai anaknya tapi mencintai dirinya sendiri, yang ingin anaknya menjadi apa yang dia mau tapi bukan seperti Tuhan mau.

Sebuah pembelajaran hidup yang sangat berharga yang patut diteladani dari seorang Jokowi.

Esp : "Erizeli Jely Bandaro"
(Salam Keteladanan - Salam UFO) by Firman Bossini