Kesabaran Manusia Ciptaan Tuhan

Kesabaran Manusia Ciptaan Tuhan - Sebuah cerita religi yang sangat menarik, membuatku ingin berbagi dengan sobat-sobatku semua.
Saya yakin bahwa kisah inspiratif dari Nabi Muhammad SAW, telah mengilhami Presiden Jokowi dalam menghadapi ratusan hingga ribuan caci maki dari para haters setiap harinya.
Berikut kisahnya ....

Suatu hari Rasulullah bertamu ke kediaman Abu Bakar Ash Shiddiq. Ketika sedang berbincang-bincang dengan santai, Mereka dikejutkan oleh kedatangan seorang Arab Badui.

Note :
Suku Badui atau Badawi atau Bedouin adalah sebuah suku pengembara yang ada di Jazirah Arab. Sebagaimana suku-suku pengembara lainnya, suku Badui berpindah dari satu tempat ke tempat lain sembari menggembalakan kambing.

Suku Badui merupakan salah satu dari suku asli di Arab, berperawakan tinggi dengan hidung mancung.

Back to story :
Arab Badui langsung memaki Abu Bakar dengan kata-kata yang kasar dan tidak senonoh. Namun Abu Bakar tidak menghiraukannya dan terus berbincang-bincang dengan Rasulullah.
Melihat hal ini, Rasulullah tersenyum....

Kemudian Arab Badui itu menghujat Abu Bakar kembali. Kali ini dengan makian dan hinaan yang lebih kasar.

Namun dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan, Abu Bakar sama sekali tidak mempedulikan orang asing tersebut.

Rasulullah kembali tersenyum dengan senyum yang lebih lebar lagi....

Karena tidak ditanggapin, Arab Badui tersebut semakin jengkel dan menjadi sangat marah.
Untuk ketiga kalinya, Arab Badui tersebut memaki, menghina dan mengata-ngatai Abu Bakar dengan makian yang lebih menyakitkan.

Abu Bakar mulai terbakar emosinya. Sebagai manusia biasa yang belum memiliki kesempurnaan hakiki serta masih nemiliki hawa nafsu, Abu Bakar memaki balik Arab Badui tersebut.

Akibatnya terjadi pertengkaran mulut yang hebat dan dapat menjurus kepada perkelahian fisik.
Seketika itu juga Rasulullah berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam perpisahan.

Sebagai tuan rumah yang menjamu Rasulullah, Abu Bakar bagaikan tersadar dan menjadi sangat bingung.

Maka dikejarlah Rasulullah yang sudah sampai di halaman rumahnya.

Kemudian Abu Bakar berkata kepada Rasulullah : "Wahai Rasulullah, jangan biarkan aku berada di dalam kondisi kebingungan. Jikalau aku ada berbuat kesalahan, mohon jelaskan kesalahanku sejelas-jelasnya biar aku paham."

Rasulullah menjawab : "Ketika ada seorang Arab Badui yang menghampirimu dengan membawa kemarahan serta fitnahan dan akhirnya mencaci maki dirimu, engkau diam dan tidak mempedulian dia. Aku bangga memiliki sahabat yang kuat menghadapi tantangan karena ribuan malaikat di sekelilingmu akan mendoakan dan memohon ampun kepada Allah."

Rasulullah melanjutkan penjelasannya : "Begitupun dengan yang kedua kali, tatkala dia kembali menghujatmu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat akan semakin banyak jumlahnya."

Abu Bakar menunduk terdiam namun tetap mendengarkan suara bijaksana dari Rasulullah.

Rasulullah berkata kembali : "Namun saat makian dan hinaan menghampirimu untuk ketiga kali dan engkau menanggapinya, membalasnya, hingga mengarah kepada perkelahian, maka seluruh malaikat itu telah pergi meninggalkanmu. Sebaliknya para Iblis segera berhamburan di sisimu. Oleh sebab itu, aku memutuskan untuk menjauhi dirimu yang sedang dikerubungi para Iblis. Aku tidak ingin berdekatan denganmu maupun dengannya.”

Mendengar penuturan yang lugas dan tegas dari Rasulullah, meledaklah tangis dari Abu Bakar. Air mata mengucur dengan deras membasahi wajahnya.

Abu Bakar akhirnya mengetahui makna terpendam dari sebuah kesabaran. Sungguh luar biasa pesan yang disampaikan oleh Rasullullah.

Berikut ini adalah salah satu ayat yang diambil dari kitab suci Al Quran tentang kesabaran :
” Maka bersabarlah engkau dengan Kesabaran yang Baik (QS Al Ma’arij: 5)
_____________________________

Sobat-sobatku yang budiman...
Dalam keseharian, kita banyak menjumpai banyak orang sekeliling, yang sering sekali berlaku nyinyir dan membuat kita kesal bahkan membuat emosi jiwa meninggi sampai ke ubun-ubun...

Andaikan para haters menyindirmu sambil menghina dan merendahkan kamu..

Bersabarlah....

Bahkan andaikan mereka berkata langsung kepada mu dengan umpatan maka tetaplah bersabar.

Berilah penjelasan yang masuk akal untuk menyadarkan mereka. Jika mereka masih tidak bergeming, ulangi terus menerus dengan nada yang halus.

Jangan hadapi umpatan dengan umpatan dan jangan hadapi fitnah dengan fitnah...

Tetaplah bersabar..

Memang benar sekali bahwa tidak mudah bagi kita untuk mengontrol emosi tatkala harga diri dan martabat mulai terusik.

Manusiawi sekali, jika sesekali kita akan terpancing emosi untuk membalas, namun demikian, kita harus sesegera mungkin untuk sadar dan kembali ke habitat asli kita sebagai manusia yang berakhlak dan berhati mulia.

Presiden Jokowi saja sanggup, mengapa kita tidak bisa?

Toh... Kita sama-sama manusia ciptaan Tuhan dan gemar mengkonsumsi nasi...

(Salam Kesabaran - Salam UFO) by Firman Bossini