Kereta Cepat Indonesia VS Iran

Counter Berita Provokatif tentang kereta cepat Indonesia VS Iran - Kereta cepat Jakarta-Bandung dibangun dengan biaya 5,573 miliar dolar AS oleh PT Kereta Cepat Indonesia Cina yang merupakan konsorsium BUMN Indonesia dan Konsorsium China Railways dengan skema business to business, direncanakan dapat beroperasi pada tahun 2019.

Jalur kereta cepat Jakarta-Bandung akan berjarak 140,9 km, menghubungkan empat stasiun: Halim (Jakarta), Karawang, Walini dan Tegal Luar (Bandung).

Di setiap stasiun, akan dibangun Transit Oriented Development (TOD) untuk mendorong lahirnya sentra ekonomi baru di koridor Jakarta-Bandung.

Setiap kereta mampu mengangkut 583 orang sekali jalan. Kecepatannya bisa 350 km/jam. Di setiap stasiun dibangun transit oriented development-nya untuk mendorong lahirnya sentra ekonomi baru di luar Bandung.

____________________________
Berita yang beredar semakin simpang siur, cenderung bersifat provokasi dan fitnah oleh media-media "sangar" yang anti pemerintah.

Tanpa melakukan investigasi, atau bertanya ke sumber, mereka langsung menurunkan berita berdasarkan opini dan pandangan secara sepihak.

Bahkan lebih celakanya, mereka melakukan fitnah keji secara frontal kepada pemerintah, bahwa ada mark-up, alias ada korupsi. Sadis tenan...!!!

Ekonom Indonesia, Ichsanuddin Noorsy mengaku telah mendapat penjelasan dari China Investment Trust sebagai kontraktor pembangunan kereta cepat Indonesia, namun Noorsy minta diuji kebenaran atas penjelasan tersebut.

Berikut penjelasannya :
Pembangunan kereta cepat di Iran bukan dengan konsep B2B (Business to Business) tapi murni B2G (Business to Goverment). Dalam hal B2G ini resiko investasi di tanggung oleh pemerintah. Sumber pendanaan 60% berasal dari bank lokal Iran dan 40% berasal dari Bank Exim China.

Sementara pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung murni B2B dimana pemerintah tidak menanggung resiko apapun. Karenanya biaya investasi menjadi besar.

Mengapa?
Karena kerugian selama belum mencapai BEP (Break Even Point = balik modal) diakumulasi jadi Capex. (Capex atau Capital Expenditure adalah biaya bisnis yang dikeluarkan untuk menciptakan manfaat akuisisi yaitu masa depan aset yang akan memiliki masa manfaat luar tahun pajak. misalnya pengeluaran untuk aset seperti bangunan, mesin, peralatan atau upgrade fasilitas yang ada sehingga nilai thier sebagai aset meningkat).

Disamping itu, harus menyiapkan Sinking Fund (dana cadangan untuk pembayaran utangdi akhir periode) yang jumlahnya bisa dua kali Cost Procurement (Biaya Pengadaan atau ordering cost/procurement cost adalah biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan kegiatan pemesanan barang yang dimulai dari penempatan pemesanan hingga tersedianya barang tersebut).

Kemana Sinking Fund itu diarahkan? Untuk membangun tiga kawasan yang dilintasi jalur kereta cepat. Tujuannya adalah meningkatkan trafic sehingga dalam jangka waktu tertentu target IRR bisa tercapai.

Iran tidak butuh Sinking Fund karena resiko investasi di jamin Pemerintah Iran. Trafic Tehran-Qom-Isfahan memang tinggi dan feasible secara ekonomi. Jadi tidak diperlukan akumulasi kerugian selama Capex sampai BEP.

Proyek kereta cepat Iran tidak membutuhkan pembangunan rel baru karena sudah di revitalisasi oleh Pemerintah Iran sesuai program revitalisasi nasional untuk jalur kereta. Sedangkan kereta cepat Jakarta-Bandung harus membangun jalur kereta baru dan membebaskan tanah.

Iran menggunakan Tehnology High Speed Train dan Indonesia menggunakan High Speed Commercial Train. Kereta yang memiliki kecepatan sama namun dengan tingkat kenyamanan penumpang yang berbeda. High Speed Commercial Train lebih nyaman.

-------------------------------------
Penjelasan yang masuk akal dan dapat dicerna dengan baik oleh akal sehat.

Selanjutnya, bagian mana lagi yang mau "diserang" oleh mereka, yang selalu anti dengan kebijakan apapun dari pemerintahan Jokowi?
Kita tunggu saja...

Perisai bertamengkan kodok bangkong telah dipersiapkan untuk menangkis serangan dari udara.
Semangkok mie pangsit lezat menemaniku menyaksikan tontonan perilaku para haters yang selalu berpikiran sesat dan menyesatkan...

(Salam Indonesia Raya - Salam UFO) by Firman Bossini