Daftar Kesalahan Suami

Daftar Kesalahan Suami - Mengawali pertemuan yang tidak terduga di sebuah kedai penjual disc di pinggir jalan, mengantarkan seorang pemuda berkenalan dengan sang gadis, pujaan hatinya.

Perjalanan pacaran yang berliku-liku dan sempat tidak direstui orang tua sang gadis karena peristiwa "kebersamaan yang telah terjadi dengan wanita lain", akhirnya kedua sejoli berhasil melalui rintangan ini dengan senyum kebahagiaan.

Sang pria dan kekasih hatinya melangsungkan pernikahan dalam acara yang lumayan mewah.
Semua sanak saudara dan rekan-rekan dari kedua belah pihak dengan sangat antusias menyambut momen yang berbahagia ini.

Sungguh merupakan suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam balutan gaun pengantin putih nan indah menjulur ke belakang diiringi oleh pengiring pengantin.

Sang pria bagaikan seorang bangsawan dalam tuxedo putih dengan dasi kupu-kupu di dada, kelihatan sangat gagah dan berwibawa.

Setiap pasang mata yang hadir pasti akan setuju untuk mengatakan bahwa mereka adalah pasangan yang serasi dan ideal.

Sorotan mata kedua pasang kekasih ketika didaulat untuk melakukan ritual "wedding kiss" menunjukkan kesan bahwa keduanya saling mencintai satu sama lain.

Beberapa bulan kemudian, tiba-tiba sang istri berkata kepada suaminya yang sedang berbaring santai di atas tempat tidur, “Sayangku, aku baru membaca sebuah artikel di majalah online tentang 'bagaimana memperkokoh tali pernikahan' agar bisa langgeng sampai anak cucu dan cicit."

Sang isteri melanjutkan perkataannya sambil merebahkan tubuh di atas dada sang suami, “Masing-masing dari kita akan mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan. Kemudian, kita akan membahas bagaimana mengubah hal-hal negatif tersebut dengan tujuan agar keberlangsungan pernikahan kita menjadi lebih langgeng dan harmonis lagi…..”

Sang suami sempat terkejut dengan pernyataan dari isterinya. Dalam benaknya dia merasa bahwa pernikahan yang baru seumur jagung, harus melalui tahap "ujian" seperti kemauan sang isteri.

Untuk menghormati dan menyenangkan hati dambaan hatinya, sang suami menyetujuinya.

Masing-masing dari mereka mulai memikirkan hal-hal yang tidak disukai dari pasangannya.

Mereka berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik yang didapat selama beberapa bulan pernikahan.

Malam hari setelah bersantap malam di sebuah warung makan di pinggir jalan, mereka sepakat untuk tidak tidur sekamar demi memudahkan masing-masing pihak untuk memikirkan dan mencatat semua hal negatif yang terlintas dalam benaknya mengenai keburukan pasangannya.

Malam ini adalah malam yang "istimewa" karena untuk pertama kali mereka tidak tidur seranjang sejak mereka sah menjadi pasangan suami isteri.

Keesokan harinya, ketika selesai menyantap sarapan pagi, mereka bersiap-siap untuk mendiskusikan "keluh kesah" masing-masing.

Suami : "Baiklah sayangku. Kamu yang mulai duluan yah..."

Isteri : “Okay sayang, aku akan mulai duluan ya."

Lalu sang isteri mengeluarkan daftarnya yang lumayan banyak yang ditulisnya di atas kertas folio ukuran A4 sebanyak dua lembar timbal balik.

Ketika sang isteri mulai membacakan satu persatu hal yang tidak disukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir…..

Sang isteri merasa terkejut dan menghentikan aktivitas membaca sejenak. Dia berjalan ke arah sang suami sambil menyeka air mata yang turun membasahi wajah belahan jiwanya.

Isteri : “Maafkan sayangku... Ada apa denganmu? Apakah saya telah menyinggung perasaanmu? Apakah aku harus berhenti?”

Suami : “Oh tidak... Aku tidak apa-apa kok... Lanjutkan saja sayangku hingga tuntas…”

Kemudian sang istri kembali melanjutkan membaca semua kalimat yang tertulis di atas kertas, lalu melipat kertasnya dengan senyum manis.

Dia meletakkan kertas tersebut diatas meja dan memberikan sebuah ciuman mesra kepada sang suami.

Isteri : “Sayangku, sekarang saatnya engkau membacakan daftarmu. Saya ingin sekali mendengarnya”.

Dengan suara perlahan sang suami berkata “Aku tidak mencatat sesuatupun dikertasku".

Isteri : "Loh kok gitu?"

Suami : "Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin mengubah dirimu seperti yang kumau. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau adalah wanita tercantik dan terbaik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kekurangannya…. ”

Sang istri terkejut, tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dari sang suami.

Kalbunya bergejolak atas ungkapan cinta serta isi hati sang suami.

Sang isteri sangat malu dan merasa bersalah karena telah menuliskan puluhan kekurangan suaminya.
Dia segera mengambil kertas yang dilipatnya di atas meja, mengoyak dan membuangnya ke dalam keranjang sampah.

Dia sangat bersyukur bahwa suaminya menerima dirinya apa adanya…

Ia menunduk dan menangis…..

"I love you my sweetheart"

_____________________________
Sobat-sobatku yang budiman...

Dalam hidup ini, kita banyak sekali mengalami kekecewaan akibat perilaku pasangan yang tidak sesuai dengan keinginan hati...

Banyak sekali pasangan suami isteri yang merasa kecewa, sakit hati dan bahkan depresi karena memendam perasaan negatif tersebut, hingga akhirnya mencari pelampiasan di luar rumah dengan berselingkuh dan ujung-ujung bercerai.

Namun...
Sesungguhnya kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk memikirkan hal-hal negatif tersebut. Lihatlah hal-hal positif yang melekat dalam diri pasangannya.

Tidak ada yg sempurna di muka bumi, termasuk pasangan yang sudah kita pilih menjadi pendamping hidup selamanya.

Orang yang tulus mencintaimu tidak akan pernah meninggalkanmu hanya karena kekuranganmu.
Indahnya berbagi...

(Salam UFO) by Firman Bossini