Balaslah Perlakuan Buruk Dengan Perlakuan Baik

Balaslah Perlakuan Buruk Dengan Perlakuan Baik - Alkisah...
Sebuah toko pakaian anak sedang ramai dikunjungi oleh pembeli...
Ada dua orang pembeli (Sinchan dan Nobita) masuk ke dalam toko tersebut dan hendak membeli baju keluaran terbaru.

Setelah memilih-milih pakaian yang cocok, akhirnya kedua orang yang sudah bersahabat sejak remaja segera mengantri di depan kasir.
Antrian yang cukup panjang membuat mereka berdua harus bersabar untuk menunggu giliran membayar barang belanjaan masing-masing.

Tiba-tiba seorang satpam memapah seorang nenek yang menggunakan tongkat untuk berjalan, melewati antrian mereka dan langsung mengarahkan sang nenek ke depan kasir.
Melihat kejadian ini, Sinchan berteriak : "Woiii, antri donk...!!!"

Semua orang mengarahkan pandangan ke asal suara. Nobita merasa malu melihat kelakuan temannya dan berkata : "Biarlah Sinchan... Kasihan nenek-nenek itu, lihat saja, untuk berjalan saja harus menggunakan tongkat. Masal sich kita tega melihat beliau turut mengantri seperti kita.?"
Akhirnya Sinchan dapat menerima penjelasan Nobita dengan muka sedikit cemberut...

Ketika tiba giliran mereka untuk membayar, ternyata kasir sedang dalam kondisi yang tidak ramah, kemungkinan sedang capek karena begitu banyak pembeli yang harus dia layani.
Si kasir cenderung melayani mereka berdua dengan nada kurang sopan.

Sinchan sangat jengkel dengan pelayanan seperti itu. Namun sebaliknya Nobita tetap tersenyum dan malah bersikap sopan terhadap si kasir.

Sinchan berteriak dengan nada suara yang berat : "Woii...sopan sedikitlah kepada kami. Jangan belagu begitu. Kami ini pelanggan dan pelanggan itu raja. Kamu itu cuma pelayan kami...."
Kasir sangat terkejut dengan omelan Sinchan, namun tidak membalas tindakan Sinchan.

Melihat kejadian ini, Nobita segera berkata : "Jangan begitu donk Sinchan... Mungkin mbak ini sedang capek atau sakit. Maafkan kami yah mbak..."

Si kasir hanya menundukkan wajahnya, dan dari ujung matanya menetes buliran air mata, tanpa mengeluarkan suara.

Akhirnya mereka keluar dari toko tersebut dengan menenteng barang bawaan masing-masing.
Sesampainya di dalam mobil Sinchan bertanya kepada Nobita : "Mengapa kamu bersikap demikian sopan kepada kasir yang sangat menyebalkan itu?"

Nobita tersenyum sambil menjawab : "Dengarlah sobatku...Mengapa kita harus mengizinkan dia menentukan cara kita dalam bertindak? Kitalah penentu atas hidup kita, bukan orang lain,"
"Tapi mbak tadi melayani kita dengan buruk sekali. Dikiranya kita mau berhutang padanya. Kan kita membeli dengan uang kita sendiri?" bantah Sinchan.

Nobita kembali tersenyum melihat paras Sinchan yang mulai menunjukkan sikap kesal.
Kemudian Nobita menjelaskan, "Itu masalah dia. Kalau dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan sebagainya, toh tidak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan menentukan hidup kita. Padahal kita yang bertanggung jawab atas diri kita."

_____________________________
Nah....sobat-sobatku yang budiman...
Kita sering mengalami kejadian di atas. Banyak sekali tingkah laku orang sekeliling yang membuat kita marah, jengkel hingga meninggikan emosi sampai ke ubun-ubun.

Sepertinya kita ingin membalas kelakuan buruk mereka dengan perlakuan yang jauh lebih buruk. Hal ini yang dapat membuat kita menjadi puas.

Namun...
Tanpa kita sadari, tindakan kita sering kali dipengaruhi oleh tindakan orang lain.

"Jika ada orang lain berbuat baik kepadaku, aku akan seribu kali lebih baik dari yang diperbuatnya. Jika sekali saja dia berbuat jahat kepadaku, maka sejuta kali saya pasti akan membalas kejahatannya".
Ungkapan kurang tepat di atas, sering terucap ketika kita sedang mengadakan interaksi (berhubungan) dengan orang lain. Terapkankan kalimat pertama di atas dan buanglah jauh-jauh kalimat kedua, karena kalimat kedua cenderung akan membuat kita hidup dalam kondisi tidak nyaman.

Memang, untuk melakukan perbuatan baik tidak segampang seperti mengucapkannya, apalagi ketika kondisi hati sedang tidak baik.

Namun tidak ada salahnya juga untuk belajar mencoba...

Jika direnungkan lebih jauh, sebenarnya betapa tidak arifnya tindakan kita...

Mengapa untuk berbuat baik saja harus menunggu orang lain berbuat baik terlebih dahulu? Mengapa kita malah menunda-nunda untuk berbuat baik kepada orang lain.

Tidak perlu muluk-muluk, lontarkanlah sebuah senyum yang tulus...

Sobat-sobatku yang berhati mulia...

Jagalah suasana hati kita sendiri, jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak...

Kita harus bertanggung jawab atas kehidupan kita, bukan orang lain.

Pemenang kehidupan adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yg sangat pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar, dan yang tetap tenang di tengah badai yang paling hebat.

(Salam Pencerahan - Salam UFO) by Firman Bossini